Lompat ke konten utama

Kata Papua

Kejuaraan Dunia Esports Terbesar Dalam Sejarah Resmi Di Buka Di Bali - Kata Papua

Kejuaraan Dunia Esports Terbesar Dalam Sejarah Resmi Di Buka Di Bali

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Ketua Umum PB ESI Budi Gunawan yang diwakili Ketua Harian PB ESI Bambang Sunarwibowo resmi membuka Kejuaraan Dunia Esports terbesar didunia yang diselenggarakan secara Outdoor di Pulau Dewata Bali pada Jumat Malam 2/12/2022.

Dalam sambutannya, Ketum PB ESI Budi Gunawan yang diwakili Ketua Harian PB ESI Bambang Sunarwibowo mengatakan kebanggaannya kepada ekosistem Esports Indonesia karena telah membuktikan bahwa dunia kini memperhitungkan dan menjadikan Indonesia Barometer Esports Internasional.

Menurutnya pencapaian tersebut tidak mudah namun berkat kerja keras dan kerjasama dari berbagai pihak termasuk dukungan dari Pemerintah, PB ESI, dan seluruh ekosistem Esports Indonesia sehingga Kejuaraan Dunia Esport tahun 2022 dapat terselenggara di Bali.

Selain itu, dengan hadirnya 106 negara dalam kejuaraan dunia Esports di Bali juga membuktikan antusiasme dunia Internasional sangat tinggi terhadap olah raga ini serta menjadikan Indonesia mengukir sejarah baru di Guinness Book World of Record dengan keikutsertaan negara terbanyak dalam Kejuaraan Dunia Esports.

Dengan diselenggarakan World Esports Championship ke – 14 di Bali dapat memotivasi atlet – atlet Esports diseluruh Indonesia sehingga Esports Indonesia dapat menjadi _Leading_ di kancah Internasional, harap Bambang Sunarwibowo.

Ketua Harian PB ESI Bambang Sunarwibowo mengatakan Esports menjadi sebuah industri olahraga yang mampu menjadi pendorong maraknya kembali ekonomi kreatif, dan parawisata melalui konsep sports, tourism, promosi, budaya bangsa di kancah dunia melalui perkembangan gim lokal karya anak bangsa.

Berkembangnya Esports juga membuka jenjang karir yang luas serta menciptakan profesi – profesi baru yang menuntut berbagai kecerdasan, ketangkasan, kedisiplinan, intelektualitas, dan integritas, ucap Bambang.

World Esports Championship ke – 14 yang diadakan di hotel Merusaka Nusa Dua Bali berlangsung mulai 2 Desember dan diakhiri pada 11 desember 2022 dengan memperebutkan 6 nomor gim, antara lain: Tekken 7, Dota 2, Mobile Legend: Bang Bang, PUBG Mobile, eFootball 2022, dan CS:GO. Kejuaraan dunia kali ini sedikitnya diikuti 600 peserta yang memperebutkan nominal hadiah yang besar.

Pada acara pembukaan Esports tahun ini dihadiri juga oleh artis ternama Indonesia Rafi Ahmad dan Atta Halilintar serta dimeriahkan juga oleh Wizzy, Alffy Rev, dan Ecko Show.

.Sebelumnya berbagai prestasi telah diraih PB ESI sejak dibawah kepemimpinan Ketua Umum Jendral Polisi (Purn) Budi Gunawan yang saat ini, PB ESI sudah memiliki cabang di 34 provinsi dan 512 kabupaten di seluruh Indonesia. Di bawah kepemimpinan Budi Gunawan, dunia esport Indonesia telah banyak sekali meraih kesuksesan , baik di level nasional maupun internasional serta mengalami.perkembangan yang pesat. Pada 2021 lalu, PB ESI sukses menyelenggarakan pertandingan eksibisi esports pada PON XX di Papua. Pada tahun yang sama juga pada SEA Games 2021 di Vietnam, E-sports Indonesia berhasil meraih enam medali, yakni dua medali emas, tiga perak dan satu medali perunggu.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

PTN Gratis: Agenda Keadilan Pendidikan

Oleh : Jonathan Janoel Wacana pendidikan tinggi gratis kembali mengemuka setelah Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa biaya pendidikan pada satuan pendidikan negeri, termasuk perguruan tinggi negeri (PTN), harus dapat digratiskan. Pernyataan tersebut disampaikan dan langsung diikuti arahan untuk menggelar rapat terbatas. Di tengah kebutuhan memperluas akses pendidikan tinggi, agenda ini dapat menjadi momentum untuk menempatkan pendidikan sebagai investasi negara dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Presiden Prabowo menilai akses pendidikan negeri tidak semestinya menjadi beban berat bagi masyarakat. Karena itu, pemerintah akan membahas desain kebijakan dan pembiayaannya secara lebih mendalam. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan gratis PTN mulai diarahkan dari gagasan menuju pembahasan kebijakan. Pendekatan ini penting agar tujuan memperluas akses pendidikan tetap berjalan seiring dengan kemampuan fiskal dan keberlanjutan pengelolaan perguruan tinggi. Menindaklanjuti arahan tersebut, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyampaikan bahwa kementeriannya akan melakukan kajian mengenai kemungkinan penggratisan biaya kuliah di PTN. Kajian tersebut mencakup berbagai opsi skema pembiayaan yang nantinya dilaporkan kepada Presiden untuk dibahas bersama kementerian dan lembaga terkait. Brian juga menjelaskan bahwa pemerintah sebenarnya telah memberikan dukungan pembiayaan melalui KIP Kuliah dan berbagai program beasiswa. Data yang disampaikan Brian menunjukkan sekitar 28,2 persen mahasiswa baru yang diterima di PTN memperoleh dukungan melalui berbagai skema pembiayaan, terutama mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa pemerintah telah memiliki fondasi kebijakan untuk memperluas akses pendidikan tinggi. Agenda PTN gratis dapat menjadi pengembangan berikutnya dengan desain yang lebih terukur sehingga dukungan negara dapat menjangkau lebih banyak calon mahasiswa. Gagasan tersebut mendapat perspektif ekonomi dari Ekonom Senior INDEF sekaligus Rektor Universitas Paramadina Didik J. Rachbini. Didik menilai pendidikan gratis hingga PTN bukan sesuatu yang mustahil. Menurutnya, sebagian fondasi pembiayaan pendidikan gratis telah dibangun melalui kebijakan wajib belajar dan dukungan operasional pendidikan pada periode sebelumnya. Pemerintah saat ini dapat melanjutkan fondasi tersebut dengan melakukan penataan kembali prioritas anggaran pendidikan. Didik juga menilai persoalan utama bukan semata-mata mencari anggaran baru, melainkan bagaimana anggaran pendidikan yang tersedia diarahkan secara lebih efektif. Ia menyebut alokasi fungsi pendidikan dalam APBN mencapai sekitar Rp769,09 triliun dan sebagian dapat ditata untuk mendukung pendidikan tinggi. Ia juga mendorong evaluasi pola pembiayaan PTN, termasuk jalur mandiri, agar perguruan tinggi tidak terlalu bergantung pada penerimaan dari mahasiswa. Masukan tersebut memberikan dimensi penting bagi agenda pendidikan gratis. Pembiayaan negara harus dibarengi tata kelola yang sehat agar PTN tetap mampu menjalankan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Efisiensi kelembagaan, penyesuaian kebutuhan operasional, serta penerapan prinsip meritokrasi dalam penerimaan mahasiswa dapat menjadi bagian dari desain kebijakan. Dengan demikian, perluasan akses tidak mengurangi kualitas akademik maupun kapasitas riset perguruan tinggi. Di sisi lain, pendidikan gratis perlu dipahami lebih luas daripada sekadar pembebasan uang kuliah. Mahasiswa masih menghadapi biaya hidup, transportasi, buku, perangkat pembelajaran, dan kebutuhan akademik lainnya. Program seperti KIP Kuliah menunjukkan pentingnya dukungan yang lebih komprehensif, khususnya bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Kebijakan baru dapat disusun dengan mempertimbangkan karakteristik kebutuhan mahasiswa di berbagai daerah. Momentum ini juga relevan dengan agenda peningkatan kualitas tenaga kerja nasional. Perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi. Akses yang lebih luas terhadap PTN berpotensi memperbesar basis talenta yang dapat masuk ke sektor strategis, termasuk industri, digitalisasi, kesehatan, energi, dan manufaktur. Karena itu, pembiayaan pendidikan tinggi perlu dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi produktivitas nasional. Perluasan akses pendidikan tinggi juga memiliki dimensi pemerataan pembangunan antardaerah. Anak muda dari daerah yang memiliki keterbatasan ekonomi sering menghadapi pilihan pendidikan yang lebih sempit dibandingkan mereka yang tinggal di pusat-pusat ekonomi. Dukungan pembiayaan yang tepat dapat memperbesar kesempatan mereka untuk memperoleh pendidikan berkualitas. Dalam jangka panjang, lulusan tersebut dapat kembali berkontribusi terhadap pembangunan daerah melalui keahlian yang diperoleh selama menempuh pendidikan. Implementasi kebijakan tetap membutuhkan perencanaan yang cermat. Pemerintah perlu menetapkan cakupan biaya yang ditanggung negara, mekanisme penyaluran anggaran, standar layanan, serta pembagian peran antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, PTN, dan perguruan tinggi swasta. Kejelasan tersebut akan menentukan apakah kebijakan dapat diterapkan secara adil sekaligus menjaga kesehatan keuangan institusi pendidikan. Selain pembiayaan, pengawasan juga perlu diperkuat untuk memastikan anggaran pendidikan digunakan secara efektif. Transparansi, evaluasi berkala, dan indikator yang jelas diperlukan agar kebijakan PTN gratis tidak hanya memperluas akses, tetapi juga meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan arah tersebut, agenda PTN gratis dapat menjadi langkah penting dalam memperluas keadilan pendidikan di Indonesia. Arahan Presiden Prabowo yang segera ditindaklanjuti melalui kajian Kemdiktisaintek menunjukkan bahwa gagasan tersebut mulai bergerak menuju desain implementasi. Jika pembiayaan ditata secara tepat, tata kelola diperkuat, dan kualitas akademik tetap dijaga, pendidikan tinggi dapat semakin terbuka bagi anak-anak Indonesia tanpa mengorbankan keberlanjutan perguruan tinggi. Komitmen pemerintah untuk memperluas akses pendidikan pada akhirnya dapat menjadi investasi strategis dalam mencetak sumber daya manusia unggul dan memperkuat daya saing Indonesia. )* Penulis merupakan Pengamat Sosial dan Kebijakan Pemerintah