Lompat ke konten utama

Kata Papua

Apresiasi Progres Pembangunan Infrastruktur untuk ASEAN Summit 2023 - Kata Papua

Apresiasi Progres Pembangunan Infrastruktur untuk ASEAN Summit 2023

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Oleh : Ahmad Dzul Ilmi Muis

Seluruh masyarakat patut untuk memberikan apresiasi setinggi mungkin pada bagaimana progres pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh Pemerintah RI dalam mempersiapkan segala kelancaran dan kenyamanan penyelenggaraan ASEAN Summit 2023.

Menjadi sebuah kehormatan yang sungguh sangat luar biasa bagi Indonesia karena mampu menjadi Ketua pada perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-42 pada tahun 2023 ini. Keketuaan Indonesia dalam acara tersebut akan menjadikan ASEAN menjadi kawasan yang terus relevan bagi dunia dan bahkan mampu membuat kawasan ASEAN juga menjadi pusat bagi pertumbuhan.

Diketahui bahwa Indonesia mengangkat tema ASEAN Matters: Epicentrum of Growth pada perhelatan KTT ASEAN ke-42 tersebut. Kemudian, Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa ASEAN memang harus menjadi sebuah kawasan yang stabil dan damai, bukan hanya itu, namun juga harus mampu untuk menjadi jangkar bagi stabilitas dunia.

Lebih lanjut, ASEAN juga harus mampu untuk terus konsisten dalam menegakkan hukum internasional dan tidak menjadi proksi bagi siapapun. Kawasan ASEAN harus mampu menjadi sebuah kawasan yang memiliki martabat tinggi serta terus menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan demokrasi.

Selanjutnya, Presiden Joko Widodo menginginkan ASEAN harus memperkuat diri untuk menjadi kawasan ekonomi yang tumbuh cepat, inklusif, dan berkelanjutan. Di sisi lain, peningkatan kapasitas institusi ASEAN juga menjadi perhatian, agar mampu menjawab tantangan 20 tahun ke depan.
Target ke depan bagi ASEAN di tahun 2045 adalah harus mampu menjadi kawasan yang jauh lebih adaptif, responsif dan juga memiliki daya saing yang tinggi. Seluruh hal tersebut memang harus terus diperjuangkan dengan cara yakni ASEAN mampu secara konsisten dengan semangat kerja sama yang tinggi menjalankan Piagam ASEAN seutuhnya.
Dengan adanya keketuaan Indonesia pada perhelatan KTT ASEAN ke-42 tahun 2023 ini, kemudian banyak sekali hal yang telah dipersiapkan oleh Pemerintah RI dalam menyambut seluruh tamu delegasi yang akan datang.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah merampungkan peningkatan dan pembangunan jalan baru dari Labuan Bajo menuju Tanamori di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dukungan tersebut bertujuan untuk memperlancar konektivitas Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo sekaligus mendukung pelaksanaan ASEAN Summit.
Mengenai hal itu, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono menjelaskan bahwa peningkatan aksesibilitas serta konektivitas pada jaringan infrastruktur jalan hingga jembatan memang harus terus dilakukan untuk bisa memberikan kelancaran, keselamatan, keamanan serta kenyamanan bagi para pengguna jalan.
Pasalnya, tidak bisa dipungkiri bahwa menurutnya ketika akses jalan bisa dupayakan menjadi semakin baik, maka juga secara otomatis akan mampu menunjang peningkatan perekonomian masyarakat di kawasan sekitar tersebut dan juga termasuk mampu membangkitkan sektor pariwisata.
Sementara itu, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT Agustinus Junianto mengatakan, lingkup pekerjaan meliputi pembangunan Jalan Ruas Labuan Bajo – Sp. Nalis – Sp. Kenari – Tanamori sepanjang 25 km dan empat jembatan dengan total panjang 175 meter.
Pembangunan Jalan Labuan Bajo – Tanamori ini terbagi menjadi 5 segmen, yaitu Labuan Bajo – Sp. Nalis sepanjang 6,15 km, Sp. Nalis – Sp. Kenari sepanjang 6,50 km, Sp. Kenari –Warloka sepanjang 5,10 km, Warloka – Tanamori sepanjang 4,25 km, dan peningkatan jalan menuju Desa Golomori sepanjang 3 km.
Kemudian, empat jembatan yang juga dibangun dan ditingkatkan meliputi Jembatan Nanganae sepanjang 60 meter, Jembatan Wae Mburak sepanjang 35 meter, Jembatan Wae Kenari sepanjang 40 meter, dan Jembatan Soknar sepanjang 40 meter.
Agustinus Julianto menyatakan bahwa pada saat ini, seluruh infrastruktur yang dipersiapkan oleh Pemerintah RI dalam menyambut perhelatan KTT ASEAN sudah pada tahap penyelesaian dengan pekerjaan yang tersisa, yakni pada peningkatan jalan menuju ke Desa Golomori sepanjang 3 (tiga) km serta melakukan perapihan di empat segmen lainnya. Seluruh penyempurnaan tersebut ditujukan agar bisa digunakan sebagai jalan akses bagi para tamu ASEAN Summit 2023.
Dengan adanya jalan ini, perjalanan dari Labuan Bajo menuju Tana Mori dapat ditempuh hanya dalam waktu sekitar 30 menit serta memperbanyak aksesibilitas wisatawan ke destinasi wisata di Labuan Bajo. Tentunya dengan adanya peningkatan konektivitas di Labuan Bajo hingga ke Tanamori maka akan mampu menumbuhkan ekonomi masyarakat setempat, khususnya juga mampu membuka akses bagi jalan terisolir menuju ke kawasan Golomori.
Seluruh pembangunan infrastruktur telah diupayakan oleh Pemerintah RI dengan sangat maksimal demi menyambut perhelatan KTT ASEAN Summit 2023. Hal tersebut bertujuan untuk membuat perhelatan menjadi lancar dan nyaman, termasuk juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat, sehingga memang patut untuk diberikan apresiasi setinggi mungkin.

)* Penulis adalah alumni Antropologi Unair

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

LENSA SR: Sekolah Rakyat Dikelola Lebih Terbuka 

Oleh: Rania Zafirah Kehadiran Sekolah Rakyat memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan. Seiring pelaksanaan program tersebut, kebutuhan terhadap informasi yang akurat, mudah diakses, dan dapat dipertanggungjawabkan semakin penting. Penguatan tata kelola informasi diperlukan agar masyarakat memperoleh pemahaman yang jelas mengenai perkembangan Sekolah Rakyat. Menjawab kebutuhan tersebut, Kementerian Sosial (Kemensos) mengembangkan LENSA SR (Layanan Ekosistem Narasi Sekolah Rakyat yang Adaptif) sebagai upaya memperkuat tata kelola informasi terkait Sekolah Rakyat. Sistem tersebut dirancang untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat valid, terintegrasi, dan konsisten. Hingga Mei 2026, Kemensos mencatat sebanyak 5.299 pertanyaan dan aduan yang masuk melalui media sosial. Sebagian besar pertanyaan masyarakat berkaitan dengan lokasi, jadwal, serta ketersediaan Sekolah Rakyat. Tingginya jumlah pertanyaan tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang jelas mengenai pelaksanaan program. Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Komunikasi dan Media Massa, Fatkhurohman LENSA SR dikembangkan untuk mengintegrasikan informasi dari tingkat pusat hingga daerah. Integrasi tersebut penting karena pelaksanaan Sekolah Rakyat melibatkan berbagai unsur dan berlangsung di sejumlah wilayah. Melalui LENSA SR, informasi yang diterima tidak serta-merta digunakan sebagai bahan publikasi. Informasi tersebut terlebih dahulu dikumpulkan dari berbagai sumber dan dikonfirmasi kepada unit yang memiliki kewenangan atau substansi terkait. Sumber informasi yang digunakan mencakup media massa, media sosial, PPID, SP4N-LAPOR!, Command Center 171, laporan Sentra dan Balai, pengelola Sekolah Rakyat, pemerintah daerah, serta informasi yang diperoleh dari lapangan. Keragaman sumber tersebut memungkinkan pemerintah memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai perkembangan dan persoalan yang muncul di lapangan. Selanjutnya, informasi tersebut melalui proses pemeriksaan guna memastikan keakuratan, keterbaruan, konfirmasi, dan pertanggungjawabannya. Setelah dinyatakan sesuai, informasi kemudian diolah menjadi narasi serta rekomendasi respons berdasarkan tingkat kebutuhan. Proses ini menunjukkan bahwa penyampaian informasi tidak hanya berorientasi pada kecepatan, tetapi juga mengutamakan validitas. LENSA SR menerapkan enam tahapan mekanisme, yakni tangkap dan klasifikasi isu, validasi substansi, pengolahan isu dan narasi, rekomendasi respons dan tindak lanjut, diseminasi, serta monitoring dan pembelajaran organisasi. Rangkaian tersebut membentuk siklus pengelolaan informasi yang memungkinkan setiap isu ditangani secara sistematis, mulai dari informasi diterima hingga evaluasi terhadap respons yang diberikan. Kehadiran sistem tersebut juga membuka ruang bagi pertanyaan dan aduan masyarakat untuk menjadi bahan evaluasi. Informasi yang diterima dapat dipetakan berdasarkan isu sehingga pemerintah memiliki dasar untuk memperkuat komunikasi publik sesuai kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, komunikasi tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga bagian dari proses pembelajaran dalam pelaksanaan program. Untuk memastikan keseragaman informasi, LENSA SR dilengkapi dengan Living FAQ, bank narasi, narasi kunci, talking points, template klarifikasi, template bantahan hoaks, bahan pimpinan, serta checklist data-safe dan child-safe. Perangkat tersebut menjadi rujukan agar informasi yang disampaikan melalui berbagai kanal tetap mengacu pada substansi yang sama. Ketersediaan template klarifikasi dan bantahan hoaks juga relevan di tengah arus informasi digital yang berkembang cepat. Masyarakat membutuhkan rujukan yang jelas untuk membedakan informasi yang telah dikonfirmasi dengan informasi yang belum memiliki dasar. Pengelolaan informasi secara terstruktur dapat membantu mencegah kesimpangsiuran sekaligus memperkuat akses masyarakat terhadap informasi resmi. Keterbukaan informasi juga berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap penerima manfaat. Sekolah Rakyat berkaitan langsung dengan anak-anak dan keluarga rentan sehingga penyampaian informasi perlu memperhatikan keamanan dan martabat mereka. Karena itu, prinsip data-safe dan child-safe menjadi bagian dari sistem LENSA SR. Kementerian Sosial berharap LENSA SR dapat menjadi model tata kelola informasi yang nantinya diterapkan pada berbagai program Kemensos lainnya. Sistem tersebut dapat semakin mempermudah masyarakat dalam memperoleh informasi sekaligus mencegah beredarnya informasi yang tidak benar. Harapan tersebut menunjukkan bahwa penguatan tata kelola informasi tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan komunikasi Sekolah Rakyat. Pengalaman yang dibangun melalui LENSA SR juga dapat menjadi dasar pengembangan pola komunikasi publik yang lebih terintegrasi pada berbagai program Kemensos lainnya. Tingginya perhatian masyarakat terhadap Sekolah Rakyat menjadi momentum untuk membangun komunikasi yang semakin terbuka. Ketika masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai lokasi, jadwal, maupun ketersediaan sekolah melalui sumber yang jelas, pemahaman terhadap program dapat terbentuk secara lebih baik. Melalui LENSA SR, Kemensos menargetkan informasi mengenai Sekolah Rakyat tidak sekadar disampaikan secara cepat, tetapi juga telah terkonfirmasi, konsisten, dapat ditelusuri, serta tetap memperhatikan keamanan dan martabat anak maupun keluarga rentan. Pada akhirnya, LENSA SR menjadi bagian dari penguatan tata