Kata Papua

Berbagai Kalangan di NTT Apresiasi Persiapan Gelaran KTT ASEAN 2023 Labuan Bajo - Kata Papua

Berbagai Kalangan di NTT Apresiasi Persiapan Gelaran KTT ASEAN 2023 Labuan Bajo

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Berbagai Kalangan di NTT Apresiasi Persiapan Gelaran KTT ASEAN 2023 Labuan Bajo

Manggarai Barat – Indonesia akan menggelar perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-42 pada 9-11 Mei 2023 di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Gelaran KTT ASEAN yang dilaksanakan di Labuan Bajo ini mendapat banyak apresiasi dan dukungan.

Wartawan TVRI di Kab. Manggarai Barat, Alexander Hatol sangat mengapresiasi gelaran KTT ASEAN yang akan dilaksanakan di Labuan Bajo, NTT.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden Joko Widodo yang yang telah mempercayai atau telah memilih Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat sebagai lokasi penyelenggaraan KTT ASEAN Summit yang ke-42,” ujarnya.

Seperti diketahui, penyelenggaraan KTT ASEAN di Labuan Bajo akan memberikan dampak positif bagi daerah tersebut. Pasalnya, dengan penyelenggaraan KTT ASEAN di Labuan Bajo maka akan mempopulerkan wilayah tersebut di mata dunia internasional.

Untuk itu, Alexander berharap bahwa kegiatan KTT ASEAN di Labuan Bajo dapat diselenggarakan dengan sukses. Kesuksesan penyelenggaraan KTT ASEAN juga akan berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat Kab. Manggarai Barat khususnya UMKM.

Ia pun berharap, dengan suksesnya KTT ASEAN di Labuan Bajo dapat menjadi awal bagi pelaksanaan event-event international lainnya di Labuan Bajo.

“Sangat diharapkan kegiatan-kegiatan atau event-event international dapat terus diselenggarakan di Labuan Bajo untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya bagi UMKM dan masyarakat-masyarakat yang akan dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan international maupun nasional,” katanya.

Selain itu, demi kesuksesan gelaran KTT ASEAN ke-42 di Labuan Bajo, Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi mengajak masyarakat untuk mendukung persiapan penyelenggaraan ASEAN Summit

“Untuk warga Manggarai Barat, mari kita ambil peran masing-masing dan harus benar-benar rasa dampak dari penyelenggaraan KTT ASEAN ke-42 di Labuan Bajo ini,” kata Bupati Edistasius Endi.

Bupati Edi pun mengajak masyarakat khususnya para petani dan pelaku UMKM untuk memanfaatkan momen tersebut. Dia meminta mereka untuk menunjukkan produk berkualitas yang hendak dipamerkan selama kegiatan internasional itu.

Disisi lain, Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPD GAMKI) Gadi Buli mengajak seluruh warga Provinsi NTT untuk mendukung penuh pelaksanaan KTT ASEAN Summit.

GAMKI juga berharap agar seluruh masyarakat NTT mendoakan dan mendukung sukses pelaksanaan ASEAN Summit 2023 yang akan dihadiri ribuan peserta dari berbagai negara itu.

“Kami mendoakan dan berharap pelaksanaan ASEAN Summit berjalan dengan baik dan juga berdampak positif bagi masyarakat NTT,” ujar Gadi.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Skema Baru MBG Perkuat Ketepatan Sasaran demi Pemerataan Gizi Nasional

Skema Baru MBG Perkuat Ketepatan Sasaran demi Pemerataan Gizi Nasional Oleh: Naura Azalea Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi salah satu kebijakan prioritas pemerintah dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia. Seiring dengan pelaksanaannya, pemerintah memilih melakukan penyempurnaan melalui penyesuaian skema agar manfaat program semakin tepat sasaran.         Penyempurnaan skema MBG menjadi bagian dari evaluasi yang dilakukan pemerintah terhadap berbagai program prioritas nasional. Evaluasi tersebut dipandang sebagai langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan anggaran negara. Dengan pendekatan yang lebih terarah, pemerintah berupaya memastikan manfaat program dapat dirasakan secara maksimal oleh kelompok sasaran.                           Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, menjelaskan pemerintah telah menyepakati langkah pemfokusan ulang atau refocusing dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Menurutnya, BGN telah menyiapkan skema baru yang mengarahkan penerima manfaat kepada kelompok yang benar-benar membutuhkan sehingga program dapat berjalan lebih efektif.