Kata Papua

Berjasa Bagi Bangsa, Soeharto Layak Jadi Pahlawan Nasional - Kata Papua

Berjasa Bagi Bangsa, Soeharto Layak Jadi Pahlawan Nasional

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Berjasa Bagi Bangsa, Soeharto Layak Jadi Pahlawan Nasional

JAKARTA – Momentum Hari Pahlawan 10 November kembali menjadi sorotan nasional, bersamaan dengan menguatnya dukungan terhadap pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto. Banyak kalangan menilai Soeharto adalah tokoh besar yang berjasa dalam membangun fondasi ekonomi, memperkuat stabilitas nasional, serta menghadirkan berbagai program pembangunan yang manfaatnya masih dirasakan hingga hari ini.

 

 

 

 

 

Dukungan dari tokoh bangsa, lembaga negara, dan organisasi masyarakat semakin menegaskan bahwa Soeharto layak mendapatkan pengakuan tertinggi dari negara sebagai Pahlawan Nasional.

 

 

 

 

 

Ketua MPR RI Ahmad Muzani menegaskan bahwa tidak ada lagi hambatan bagi pemerintah untuk memberikan gelar tersebut kepada Soeharto. “MPR melihat tidak ada halangan bagi pemerintah untuk memberikan penghargaan kepada Presiden Soeharto. Beliau telah memberi kontribusi besar bagi bangsa dan negara,” ujar Muzani di Kompleks Parlemen, Jakarta.

 

 

 

 

 

Menurut Muzani, Soeharto adalah tokoh yang berjasa menjaga keutuhan bangsa dan meletakkan fondasi pembangunan jangka panjang. Ia menilai penganugerahan gelar Pahlawan Nasional akan menjadi bentuk penghormatan negara terhadap rekam jejak pengabdian Soeharto. “Ini bagian dari rekonsiliasi dan persatuan nasional. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pendahulunya,” tegasnya.

 

 

 

 

 

Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno juga memberikan dukungan penuh terhadap usulan tersebut. Ia menilai Soeharto memimpin Indonesia pada masa yang tidak mudah, namun berhasil membawa negara keluar dari situasi penuh tantangan ekonomi. “Dalam masa pemerintahannya, ekonomi Indonesia tumbuh pesat dan stabil. Itu adalah salah satu jasa besar Soeharto bagi bangsa,” kata Eddy.

 

 

 

 

 

Ia menegaskan bahwa prestasi kepemimpinan Soeharto masih dirasakan hingga kini—mulai dari pembangunan desa, swasembada pangan, hingga penguatan sektor pertanian. “Semua kepala negara memiliki kekurangan, tetapi jasa yang diberikan Soeharto kepada republik ini jauh lebih besar,” tambahnya.

 

 

 

 

 

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono juga menyampaikan bahwa banyak catatan keberhasilan Soeharto dalam skala nasional maupun internasional. “Beliau berhasil menjaga stabilitas makroekonomi selama puluhan tahun. Pembangunan infrastruktur berlangsung luas dan hasilnya nyata bagi rakyat,” jelas Dave.

 

 

 

 

 

Selain itu, Soeharto juga dihormati di banyak negara dan berperan memperkuat posisi Indonesia di ASEAN serta Gerakan Non-Blok. Dave menilai pengakuan internasional ini menegaskan bahwa Soeharto adalah tokoh besar yang pantas mendapat penghargaan negara.

 

 

 

 

 

Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Kehormatan, Fadli Zon, menyampaikan bahwa proses pengusulan Soeharto telah melalui kajian formal, seminar akademik, publikasi sejarah, dan masukan dari masyarakat. “Semua calon tahun ini memenuhi syarat, termasuk Presiden Soeharto,” ungkapnya.

 

 

 

 

 

Dengan luasnya dukungan publik, sejumlah tokoh berharap momentum Hari Pahlawan 2025 menjadi momen terbaik bagi negara untuk menetapkan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional—sebagai bentuk penghormatan terhadap jasanya dalam membangun bangsa, menyejahterakan rakyat, dan menjaga persatuan Indonesia.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Danantara Menata BUMN: Ekonomi Nasional Semakin Tangguh

Danantara Menata BUMN: Ekonomi Nasional Semakin Tangguh Oleh : Antonius Utomo Transformasi pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi salah satu agenda penting pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional. Di tengah persaingan global yang semakin ketat, negara dituntut tidak hanya hadir sebagai regulator, tetapi juga mampu mengelola aset strategis secara profesional, efisien, dan berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang. Dalam konteks inilah kehadiran Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia menjadi langkah penting yang menandai babak baru tata kelola BUMN di Indonesia.         Danantara dibentuk untuk mengelola dan mengoptimalkan aset negara yang selama ini tersebar di berbagai perusahaan pelat merah. Melalui pendekatan yang lebih terintegrasi, pemerintah berupaya menciptakan sinergi antarsektor sehingga BUMN tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan bergerak dalam satu arah pembangunan yang selaras dengan kepentingan nasional. Kehadiran Danantara juga menjadi bagian dari strategi besar untuk memperkuat daya saing Indonesia dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang terus berubah.         Dalam berbagai kesempatan, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Danantara merupakan instrumen strategis untuk memastikan kekayaan negara dikelola secara lebih produktif dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi rakyat. Menurut Presiden, aset-aset negara yang selama ini tersebar harus mampu menjadi kekuatan ekonomi yang mendukung pembangunan nasional, memperluas investasi, serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan. Pandangan tersebut menunjukkan bahwa pembentukan Danantara bukan sekadar perubahan kelembagaan, melainkan bagian dari upaya besar untuk memperkuat kemandirian ekonomi Indonesia di masa depan.         Selama bertahun-tahun, BUMN telah menjadi tulang punggung pembangunan nasional melalui berbagai proyek strategis, penyediaan layanan publik, hingga penciptaan lapangan kerja. Namun, tantangan ekonomi global yang semakin kompleks menuntut pengelolaan yang lebih adaptif dan modern. Oleh karena itu, Danantara hadir sebagai instrumen yang memungkinkan negara bergerak lebih cepat dalam mengelola investasi, memanfaatkan peluang ekonomi, dan mengoptimalkan aset yang dimiliki.         Optimisme terhadap peran Danantara juga disampaikan oleh CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani. Menurutnya, Danantara dibangun dengan prinsip tata kelola yang profesional, transparan, dan berkelanjutan. Ia menilai bahwa sinergi pengelolaan aset BUMN melalui Danantara akan meningkatkan efisiensi, memperkuat kepercayaan investor, serta membuka peluang investasi yang lebih besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Rosan juga menegaskan bahwa aset negara yang dikelola secara profesional dapat menjadi sumber kekuatan ekonomi baru yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.