Kata Papua

Bupati Yahukimo bantu Rp609 juta untuk gereja Kingmi Papua - Kata Papua

Bupati Yahukimo bantu Rp609 juta untuk gereja Kingmi Papua

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Bupati Yahukimo bantu Rp609 juta untuk gereja Kingmi Papua

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Yahukimo, Provinsi Papua memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp609 juta untuk peresmian gereja Kingmi Papua Jemaat Imanuel Dekai, Klasis Suru-Suru, yang terletak di Jalan Logpon, Kilometer 4, Yahukimo.

Bantuan itu diberikan oleh Bupati dan Wakil Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli dan Esau Miram, untuk menunjang kegiatan peresmian gereja Kingmi Papua Jemaat Imanuel Dekai, karena pemerintah dan gereja adalah mitra yang tak terpisahkan sehingga sebagai anak-anak Injil turut kontribusi untuk peresmian dan pentabisan.

Bupati Yahukimo Didimus Yahuli, mengapresiasi panitia dan jemaat Kingmi Imanuel Dekai dari Jetni sampai Suru-Suru, dari semua elemen masyarakat yang turut berkontribusi dalam pembangunan gedung gereja.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden 

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden         Oleh: Fajar Dwi Santoso         Taklimat Presiden dalam Sidang Kabinet Paripurna kembali memperlihatkan arah kebijakan pemerintah yang tidak hanya berfokus pada pencapaian pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penguatan kualitas sumber daya manusia dan reformasi tata kelola pemerintahan. Di hadapan jajaran kabinet, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan nasional harus menyentuh persoalan mendasar masyarakat, mulai dari pemenuhan gizi anak hingga penyederhanaan birokrasi melalui digitalisasi layanan publik. Kedua agenda tersebut saling berkaitan sebagai fondasi menuju Indonesia yang lebih produktif, inklusif, dan berdaya saing.                           Komitmen pemerintah terhadap peningkatan kualitas generasi penerus kembali ditegaskan melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Presiden memandang program tersebut bukan sekadar kebijakan sosial, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia unggul. Menurut Presiden, masih tingginya angka stunting dan masih adanya anak-anak yang belum memperoleh asupan makanan yang memadai menjadi alasan utama mengapa negara harus hadir secara langsung melalui program pemenuhan gizi.