Kata Papua

CKG Bentuk Peta Kesehatan Nasional, Deteksi Dini Penyakit Kian Terintegrasi - Kata Papua

CKG Bentuk Peta Kesehatan Nasional, Deteksi Dini Penyakit Kian Terintegrasi

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

CKG Bentuk Peta Kesehatan Nasional, Deteksi Dini Penyakit Kian Terintegrasi

Jakarta- Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dinilai mulai membentuk “peta kesehatan nasional” melalui pengumpulan data kesehatan masyarakat lintas usia di berbagai daerah. Data tersebut penting untuk memperkuat sistem kesehatan preventif sekaligus meningkatkan deteksi dini penyakit tidak menular yang selama ini menjadi tantangan utama sektor kesehatan di Indonesia.

Semakin luasnya cakupan program CKG membuat kondisi kesehatan masyarakat kini dapat dipetakan secara lebih akurat. Mulai dari pola penyakit pada usia produktif, kesehatan anak sekolah, hingga faktor risiko penyakit kronis kini dapat teridentifikasi lebih dini melalui pemeriksaan rutin yang dilakukan di fasilitas kesehatan.

Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, Muhammad Qodari mengatakan, program CKG telah melayani sekitar 100 juta penduduk Indonesia sejak pertama kali diluncurkan. Qodari merinci, tahun 2025 program CKG melayani 70 juta peserta, dan hingga awal Mei 2026, telah melayani 30 juta penduduk.

“Total sudah 100 juta penduduk Indonesia mendapatkan CKG,” kata Qodari.

Ia menjelaskan, pelaksanaan program tersebut didukung oleh lebih dari 10 ribu Puskesmas yang tersebar di 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Dengan jangkauan yang semakin luas, pemerintah dapat mengumpulkan data kesehatan masyarakat secara lebih komprehensif dan terintegrasi.

Menurut Qodari, data yang terkumpul nantinya dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan kesehatan nasional yang lebih tepat sasaran. Pemerintah juga dapat menentukan langkah intervensi lebih cepat berdasarkan temuan masalah kesehatan yang paling banyak dialami masyarakat.

“Perjalanan kita masih Panjang karena penduduk Indonesia sekarang hamper 290 juta. Baru sepertiga,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan, hasil pemeriksaan dalam program CKG menunjukkan sejumlah penyakit dan faktor risiko kesehatan yang paling banyak ditemukan pada masyarakat dewasa. Ia memaparkan, kasus yang banyak ditemukan meliputi hipertensi, kolesterol, obesitas, kurang aktivitas fisik, hingga gigi berlubang.

Ia menambahkan, manfaat program CKG memang tidak bisa dirasakan secara instan. Namun lima hingga sepuluh tahun ke depan, program ini diyakini dapat membantu menurunkan berbagai penyakit kronis di Indonesia.

“Mungkin kita belum bisa melihat manfaatnya CKG secepat sekarang. Tapi teman-teman akan lihat 5-10 tahun lagi angka penyakit jantung akan turun, stroke akan turun, kemudian diabetes akan turun, gagal ginjal akan turun,” ujar Dante.

Pemerintah berharap, keberlanjutan program CKG dapat mendorong masyarakat lebih rutin memeriksakan kondisi kesehatannya. Selain meningkatkan kesadaran hidup sehat, data yang dihasilkan juga diharapkan mampu memperkuat fondasi sistem kesehatan nasional berbasis pencegahan dan pelayanan terintegrasi.


 

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

CKG Perkuat Arah Peta Kesehatan Nasional

CKG Perkuat Arah Peta Kesehatan Nasional Oleh: Harum Kejora Pembangunan kesehatan tidak cukup hanya bertumpu pada layanan pengobatan di rumah sakit. Dalam jangka panjang, negara

Siswa Sehat, Indonesia Kuat

Siswa Sehat, Indonesia Kuat Oleh: Harum Kejora Sekolah tidak hanya menjadi ruang belajar bagi anak-anak, tetapi juga tempat membangun masa depan bangsa. Dari ruang kelas