Kata Papua

Danantara Dorong Penguasaan Hulu Industri Perkuat Posisi Global - Kata Papua

Danantara Dorong Penguasaan Hulu Industri Perkuat Posisi Global

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Danantara Dorong Penguasaan Hulu Industri Perkuat Posisi Global

JAKARTA – Pemerintah Indonesia memperkuat langkah strategis dalam mendorong penguasaan teknologi hulu industri semikonduktor guna meningkatkan daya saing global. Upaya ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia (BPI Danantara) dan Arm Limited yang disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di London, Inggris.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Arm diketahui merupakan pemain utama global dalam desain chip, dengan penguasaan sekitar 96 persen teknologi chip sektor otomotif serta hampir 94 persen desain chip untuk pusat data dan kecerdasan buatan (AI). Dominasi tersebut menjadikan kemitraan ini dinilai strategis untuk membuka akses Indonesia terhadap teknologi inti.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa kemitraan ini menjadi langkah penting dalam mempercepat penguasaan teknologi strategis nasional, khususnya desain chip semikonduktor yang merupakan fondasi utama inovasi digital modern.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Kerja sama ini diarahkan agar Indonesia mampu menguasai teknologi chip design sebagai bagian hulu industri semikonduktor,” kata Teddy.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sebagai bagian dari implementasi kerja sama, pemerintah menargetkan pelatihan bagi 15.000 insinyur Indonesia dalam ekosistem Arm. Program ini mencakup transfer teknologi, penguatan kurikulum, serta integrasi talenta nasional ke dalam jaringan global industri semikonduktor.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Pelatihan ini diharapkan mampu menciptakan SDM unggul yang tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu mengembangkan dan menguasai _intellectual property (IP)_ di sektor chip,” lanjut Teddy.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pemerintah menilai kolaborasi Danantara–Arm menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk bertransformasi dari konsumen teknologi menjadi produsen bernilai tambah tinggi dalam rantai pasok global.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Ini merupakan langkah strategis agar Indonesia mampu memperkuat posisi global melalui penguasaan teknologi dan inovasi,” tutur Teddy.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo dalam memperkuat kemandirian teknologi nasional. Pemerintah menempatkan teknologi sebagai pilar penting yang melengkapi ketahanan pangan dan energi dalam membangun kedaulatan bangsa.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari strategi _“leapfrog”_ Indonesia dalam ekosistem digital global.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Penguasaan desain chip menjadi kunci untuk masuk ke rantai nilai tertinggi industri semikonduktor,” ucapnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Di sisi lain, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani menyatakan bahwa kemitraan ini akan memperkuat kedaulatan teknologi nasional sekaligus mendorong transformasi industri berbasis inovasi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Ke depan, pengembangan chip nasional akan difokuskan pada sejumlah sektor strategis, termasuk otomotif, _internet of things (IoT),_ pusat data, perangkat rumah tangga, hingga teknologi masa depan seperti kendaraan otonom dan komputasi kuantum.” ujarnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Melalui penguatan sektor hulu industri semikonduktor, Indonesia menegaskan komitmennya untuk membangun ekonomi berbasis teknologi tinggi dan sumber daya manusia unggul menuju visi Indonesia Emas 2045. (*/rls

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden 

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden         Oleh: Fajar Dwi Santoso         Taklimat Presiden dalam Sidang Kabinet Paripurna kembali memperlihatkan arah kebijakan pemerintah yang tidak hanya berfokus pada pencapaian pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penguatan kualitas sumber daya manusia dan reformasi tata kelola pemerintahan. Di hadapan jajaran kabinet, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan nasional harus menyentuh persoalan mendasar masyarakat, mulai dari pemenuhan gizi anak hingga penyederhanaan birokrasi melalui digitalisasi layanan publik. Kedua agenda tersebut saling berkaitan sebagai fondasi menuju Indonesia yang lebih produktif, inklusif, dan berdaya saing.                           Komitmen pemerintah terhadap peningkatan kualitas generasi penerus kembali ditegaskan melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Presiden memandang program tersebut bukan sekadar kebijakan sosial, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia unggul. Menurut Presiden, masih tingginya angka stunting dan masih adanya anak-anak yang belum memperoleh asupan makanan yang memadai menjadi alasan utama mengapa negara harus hadir secara langsung melalui program pemenuhan gizi.