Lompat ke konten utama

Kata Papua

Dokter Puskesmas Kiwirok Korban Kekejaman KKB Buka Suara Soal Pegang Senjata Api - Kata Papua

Dokter Puskesmas Kiwirok Korban Kekejaman KKB Buka Suara Soal Pegang Senjata Api

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Sebby Sambom yang mengklaim dirinya sebagai Jubir TPNPB–OPM mengeluarkan pernyataan mencengangkan. Ia mengatakan, pembantaian sadis  terhadap tenaga kesehatan (nakes) di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, bermula karena dokter di Puskesmas Kiwirok lebih dulu mengeluarkan senjata api dan menembaki Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Sang dokter di Puskesmas Kiwirok yang saat ini sedang dirawat di RS Marthen Indey, Jayapura membantah tuduhan tersebut. Kepada wartawan, ia mengatakan bahwa hal itu adalah fitnah.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Tata Kelola Digital Makin Tegas Melawan Hoaks, Deepfake, dan Halusinasi AI 

Tata Kelola Digital Makin Tegas Melawan Hoaks, Deepfake, dan Halusinasi AI   Oleh: Dhita Karuniawati   Perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) telah membuka peluang besar bagi transformasi digital di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, pemerintahan, hingga industri kreatif. Di sisi lain, kemajuan teknologi ini juga menghadirkan tantangan baru berupa maraknya penyebaran hoaks, konten deepfake, serta fenomena halusinasi AI yang berpotensi menyesatkan masyarakat. Kondisi tersebut mendorong Indonesia memperkuat tata kelola digital agar pemanfaatan AI tetap memberikan manfaat tanpa mengorbankan keamanan, etika, dan kepercayaan publik.                           Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) terus mempercepat penyusunan kerangka regulasi AI sebagai fondasi bagi pengembangan teknologi yang bertanggung jawab. Langkah ini dinilai penting mengingat pemanfaatan AI berkembang jauh lebih cepat dibandingkan regulasi yang mengaturnya.