Kata Papua

Dukung PON XX di Papua, Pemerintah Bangun 15 Rusun - Kata Papua

Dukung PON XX di Papua, Pemerintah Bangun 15 Rusun

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Perumahan membangun 15 tower rumah susun (rusun). Anggaran pembangunan rusun mencapai Rp330,4 miliar.
 
Pembangunan rusun digunakan sebagai sarana akomodasi pelaksanaan ajang olahraga Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2021 di Papua.
 
“Total anggaran pembangunan rusun sebanyak 15 tower sebesar Rp330,4 miliar,” ujar Plt. Direktur Rumah Susun Direktorat Jenderal Perumahan Maryoko Hadi dalam keterangan tertulis, Senin, 31 Mei 2021.

Menurut Maryoko, pembangunan hunian vertikal ini juga selain membantu proses pelaksanaan PON XX juga sangat membantu bagi penerima manfaat untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak huni di Provinsi Papua.
 
Lebih lanjut, Maryoko menerangkan, pembangunan Rusun tersebut dapat berjalan dengan baik berkat adanya koordinasi yang baik juga antara Kementerian PUPR dan pemerintah daerah setempat dan juga PB PON Papua sebagai Panitia Penyelenggara PON XX Papua Tahun 2021. 

Adapun 15 tower rumah susun tersebar di tiga wilayah yakni Kab Jayapura sebanyak lima tower, Kabupaten Merauke lima tower dan Kota Jayapura sebanyak lima tower.
 
Rusun tersebut nantinya juga akan diperuntukkan bagi ASN, TNI/POLRI,Pelajar/Mahasiswa, Santriwan/Santriwati, serta Jemaat Gereja setalah pelaksanaan PON XX Papua Tahun 2021,” terangnya.
 
Sementara itu, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Papua I Faisal Soedarno didampingi PPK Rumah Susun dan Rumah Khusus, Marinus Rino Kambu mengungkapkan pihaknya telah menerjunkan petugas dari Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Papua untuk mendukung pelaksanaan acara bergengsi yang digelar di Provinsi Papua. 
 
“Program pembangunan Rusun, imbuhnya, telah dilaksanakan sejak 2016 hingga 2021 ini,” katanya.
 
Dalam Pelaksanaannya PB PON XX 2021 Papua, pihak panitia tentunya membutuhkan sarana akomodasi yang memadai sehingga Kementerian PUPR memberikan Bantuan Penggunaan Sementara Rumah Susun yang telah dibangun. 
 
Selain bangunan Rusun, Kementerian PUPR juga menganggarkan Rp21,6 miliar untuk dukungan peningkatan bangunan dan peningkatan kualitas bangunan berupa pemasangan pendingin ruangan.
 
Selain itu, untuk area parkir dan pagar keliling demi kenyamanan dan kemanan para atlet dan official sehingga bangunan tersebut siap digunakan.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Sinergitas Bersama Tolak Demo Anarkis di Papua

Sinergitas Bersama Tolak Demo Anarkis di Papua Oleh : Yohanes Wandikbo Papua saat ini berada dalam fase penting pembangunan yang membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Berbagai program pemerintah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan, pembangunan infrastruktur, penguatan sumber daya manusia, hingga pengembangan potensi ekonomi daerah terus dijalankan untuk mempercepat kemajuan di Tanah Papua. Dalam situasi tersebut, stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi modal utama yang harus dijaga bersama. Karena itu, sinergitas antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, dan seluruh warga Papua menjadi kunci dalam menolak segala bentuk aksi anarkis yang berpotensi mengganggu keamanan dan menghambat pembangunan.         Pada negara demokrasi, kebebasan berpendapat merupakan hak yang dijamin oleh konstitusi. Setiap warga negara memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi, kritik, maupun masukan terhadap kebijakan publik. Namun, kebebasan tersebut tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab untuk menjaga ketertiban umum dan menghormati hak masyarakat lainnya. Penyampaian aspirasi yang dilakukan secara damai, santun, dan sesuai ketentuan hukum merupakan wujud kedewasaan demokrasi yang perlu terus dikedepankan. Sebaliknya, tindakan anarkis yang mengarah pada perusakan fasilitas umum, intimidasi, atau gangguan terhadap aktivitas masyarakat hanya akan menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi daerah dan masyarakat itu sendiri.         Komitmen menjaga situasi tetap kondusif terlihat dari langkah yang diambil aparat keamanan menjelang pelaksanaan berbagai agenda nasional di Papua. Salah satunya pada penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejawi Nasional XIV di Manokwari yang dihadiri ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa Papua merupakan wilayah yang aman, damai, dan mampu menjadi tuan rumah berbagai kegiatan berskala nasional.