Lompat ke konten utama

Kata Papua

Dukungan Fasilitas PB ESI Era Budi Gunawan, Membuahkan Hasil Timnas MLBB Indonesia Kantongi Tiket Grand Final IESF Bali 14Th WEC 2022 - Kata Papua

Dukungan Fasilitas PB ESI Era Budi Gunawan, Membuahkan Hasil Timnas MLBB Indonesia Kantongi Tiket Grand Final IESF Bali 14Th WEC 2022

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Dukungan Fasilitas PB ESI Era Budi Gunawan, Membuahkan Hasil Timnas MLBB Indonesia Kantongi Tiket Grand Final IESF Bali 14Th WEC 2022

Berkat segala jenis dukungan dan juga fasilitas yang telah diberikan oleh PB ESI di era kepemimpinan Ketua Umum Budi Gunawan, Timnas Mobile Legend Bang Bang (MLBB) Indonesia akhirnya berhasil terus mencetak kemenangan hingga mengantongi tiket Grand Final dalam ajang IESF Bali 14th WEC 2022.

Tim Nasional (Timnas) Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) Indonesia akhirnya secara resmi mampu mendapatkan tempat di pertandingan grand final pada kejuaraan Esports dunia bertajuk IESF Bali 14th World Esports Championships 2022.

Tiket untuk bisa melaju ke babak pertandingan final tersebut didapatkan oleh Timnas Indonesia setelah berhasil menaklukkan Tim Kamboja pada final upper bracket hari ini, Selasa (6/12).

Bisa dikatakan bahwa permainan yang dilakukan oleh Timnas Indonesia sangatlah baik, lantaran mampu mencuri skor dengan kemenangan 2-1.

Pasalnya, pada babak pertama, memang Timnas Indonesia sendiri sempat terlihat mengalai kesulitan dengan permainan sangat agresif yang disuguhkan oleh Kamboja.
Bagaimana tidak, lantaran Tim Kamboja sendiri langsung berhasil mendapatkan first blood pada babak pertama.

Namun untungnya, permainan Timnas Indonesia diimbangi dengan teknik defensif yang juga sangat baik, sehingga pada early game sempat memimpin.

Ketika mid-game telah berjalan, ternyata justru Tim Kamboja yang banyak mendapatkan momentum penting untuk merubah alur permainan sehingga mereka menjadi mendominasi.

Akhirnya, pada babak pertama Tim Kamboja pun memimpin dengan skor 0-1.
Seakan tidak rela poin dan momentum berhasil direnggut, Timnas Indonesia kemudian memulai permainan pada babak kedua dengan jauh lebih agresif.

Alhasil, Tim Kamboja yang pada mulanya memimpin tersebut akhirnya harus menelan pil pahit kekalahan dengan Timnas Indonesia dengan skor akhir 2-1.

Salah satu pemain Timnas MLBB Indonesia, Jabran ‘Branz’ Bagus menyatakan bahwa mereka merasa sangat senang dengan hasil kemenangan tersebut.

Meski begitu, tentunya pihaknya tidak langsung merasa puas begitu saja dan terus berupaya supaya benar-benar mampu menyumbangkan emas untuk Tanah Air.

“Tentu kami merasa senang dengan hasil kemenangan atas Kamboja. Namun, kami tidak boleh berpuas diri. Kami akan berupaya terbaik untuk mendapatkan emas,” ujar Jabran.

Sementara itu, Pelatih Timnas Indonesia MLBB, Aji Wicaksono mengungkakan bahwa kemenangan yang berhasil diraih oleh anak asuhnya tersebut sama sekali tidak bisa dilepaskan dari kontribusi para penggemar dan doa dari seluruh masyarakat Tanah Air.

Dirinya pun menegaskan bahwa timnya terus bertekad entah siapapun yang menjadi lawan mereka di grand final supaya bisa menampilkan kemampuan terbaik dengan target mendapatkan emas.

“Kemenangan ini berkat doa seluruh warga Indonesia yang telah memberikan dukungan kepada Timnas Indonesia. Siapapun lawan di Grand Final, kami bertekad untuk menampilkan kemampuan terbaik agar target emas dapat tercapai,” kata Aji.

Capaian yang sungguh luar biasa ini juga sama sekali tidak bisa dilepaskan dari peranan Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI), khususnya sejak era kepemimpinan Jend Pol (Purn) Budi Gunawan.

Beliau benar-benar bertekad untuk bisa terus memajukan ekosistem esports Indonesia dan juga PBESI.
“Dalam jangka satu hingga lima tahun ke depan, PBESI diharapkan bisa menjadi organisasi yang betul-betul dapat dibanggakan. Saya berharap PBESI juga bisa menjadi organisasi cabang olahraga yang terbaik dibandingkan cabor lainnya,” ucap Budi Gunawan.

Di sisi lain, Wakil Ketua Bidang Atlet & Prestasi PBESI, Yohannes P. Siagian menjelaskan bahwa pihak PBESI di bawah kepemimpinan Budi Gunawan benar-benar berkomitmen untuk melakukan pembinaan dan persiapan yang sangat baik kepada seluruh atlet esports untuk bisa mencetak prestasi.


Bahkan pembinaan yang dilakukan pun meliputi segala aspek hingga teknis hingga non-teknis.
“Kami juga terus membina dan telah mempersiapkan para atlet kami terkait aspek-aspek non-teknis seperti manajemen waktu, pola makan, pola komunikasi, dan terlebih membangun mentalitas yang tangguh,” kata Yohannes.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Lapangan Kerja, Upskilling, dan Kepastian Usaha Harus Menjadi Napas RUU Ketenagakerjaan

Oleh : Abdul Razak Pemerintah bersama DPR RI tengah mempercepat pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Ketenagakerjaan sebagai upaya menjawab perubahan dan tantangan dunia kerja yang semakin kompleks. Regulasi baru tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat perlindungan pekerja, tetapi juga mampu menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang adaptif, mendorong peningkatan keterampilan, memperluas kesempatan kerja, sekaligus memberikan kepastian bagi dunia usaha. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengungkapkan pembahasan RUU tersebut kini berlangsung secara intensif bersama DPR. Pemerintah menargetkan regulasi mengenai perlindungan tenaga kerja itu dapat diselesaikan pada akhir Oktober 2026. Yassierli menilai tantangan ketenagakerjaan nasional tidak ringan. Dari sekitar 155 juta angkatan kerja Indonesia, sekitar 60 persen berada di sektor informal. Kelompok tersebut memiliki karakteristik berbeda dengan pekerja formal karena sebagian besar belum memperoleh jaminan sosial maupun perlindungan hari tua yang memadai. Menurut Yassierli, kondisi tersebut menjadi alasan penting bagi pemerintah untuk memastikan perlindungan ketenagakerjaan dapat mencakup seluruh pekerja tanpa membedakan status formal maupun informal. Regulasi baru diharapkan menjadi landasan yang lebih kuat dalam memberikan kepastian hak sekaligus memperluas kepesertaan program perlindungan sosial. Yassierli menyebut penyelesaian regulasi tersebut diharapkan menjadi tonggak baru perlindungan ketenagakerjaan di Indonesia. Selain melalui pembentukan undang-undang, Kementerian Ketenagakerjaan juga akan mendorong peningkatan kepesertaan perlindungan sosial bagi pekerja. Urgensi perlindungan tersebut semakin besar seiring Indonesia menghadapi perubahan struktur demografi. Saat ini Indonesia masih menikmati bonus demografi dengan jumlah penduduk usia produktif yang besar. Namun, kondisi tersebut tidak akan berlangsung selamanya karena Indonesia diproyeksikan memasuki fase aging population. Yassierli menekankan pentingnya penguatan program dana pensiun agar masyarakat yang memasuki usia lanjut tetap memiliki sumber pendapatan dan tidak sepenuhnya bergantung kepada generasi yang masih produktif. Menurutnya, menjaga kehidupan masyarakat setelah masa kerja merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Di sisi lain, RUU Perlindungan Ketenagakerjaan juga perlu menjawab kebutuhan pekerja di tengah perubahan struktur ekonomi dan teknologi. Perlindungan tidak cukup hanya diberikan ketika terjadi pemutusan hubungan kerja, tetapi juga perlu disertai upaya meningkatkan kemampuan pekerja agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri. Program upskilling dan reskilling menjadi semakin relevan karena perkembangan teknologi dapat mengubah jenis pekerjaan, kompetensi yang dibutuhkan, serta pola hubungan kerja. Pekerja perlu memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kemampuan agar tidak tertinggal oleh perubahan dunia usaha. Dengan demikian, perlindungan ketenagakerjaan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan produktivitas dan daya saing tenaga kerja. Pada saat yang sama, kepastian usaha juga menjadi bagian penting dalam penyusunan regulasi. Dunia usaha membutuhkan aturan yang jelas, terukur, dan dapat dilaksanakan agar mampu mengambil keputusan investasi, melakukan ekspansi, serta menciptakan lapangan pekerjaan secara berkelanjutan. Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh menjelaskan bahwa DPR mengusulkan perluasan jaminan sosial bagi pekerja, termasuk mekanisme jaminan pesangon. Usulan tersebut tercantum dalam Pasal 129 RUU Perlindungan Ketenagakerjaan dan merupakan inisiatif DPR, bukan usulan dari Asosiasi Pengusaha Indonesia maupun serikat buruh. Nihayatul menjelaskan, selama ini perusahaan pada dasarnya telah melakukan pencadangan kewajiban imbalan kerja sebagaimana diatur dalam PSAK 24. Namun, dana tersebut masih berada di dalam perusahaan dan belum dipisahkan dari kekayaan perusahaan. Karena itu, DPR mengusulkan agar dana jaminan pesangon dikelola melalui BPJS Ketenagakerjaan. Mekanisme tersebut dinilai dapat memberikan kepastian bagi pekerja sekaligus mengurangi potensi beban perusahaan ketika terjadi persoalan keuangan atau pemutusan hubungan kerja. Nihayatul mengatakan usulan tersebut salah satunya berkaca pada kasus perusahaan yang mengalami kepailitan dan kemudian tidak mampu memenuhi kewajiban pesangon. Kasus PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex menjadi salah satu contoh yang disebutnya karena berdampak terhadap sekitar 10.000 pekerja. Menurut Nihayatul, mekanisme jaminan pesangon perlu diperkuat agar pekerja tetap memperoleh hak ketika perusahaan menghadapi kondisi sulit. DPR juga mendorong adanya kontribusi pemerintah dalam skema tersebut, sehingga pembiayaan tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab perusahaan. Penguatan perlindungan pekerja pada akhirnya perlu ditempatkan dalam kerangka yang seimbang. Regulasi harus mampu menjamin hak pekerja, mendorong peningkatan kompetensi, sekaligus memberikan kepastian bagi pengusaha dalam menjalankan kegiatan ekonomi. Keseimbangan tersebut penting agar perlindungan tidak menjadi beban yang menghambat penciptaan lapangan kerja, melainkan menjadi fondasi hubungan industrial yang lebih sehat. Dengan target penyelesaian pada akhir