Kata Papua

Freeport Bantu 20 Oksigen Konsentrator untuk 2 Rumah Sakit di Mimika - Kata Papua

Freeport Bantu 20 Oksigen Konsentrator untuk 2 Rumah Sakit di Mimika

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

PT Freeport Indonesia (PTFI) menyerahkan bantuan alat Oksigen Konsentrator sebanyak 20 unit kepada Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Timika, guna memenuhi kebutuhan oksigen dalam merawat pasien COVID-19.Penyerahan bantuan oleh Vice President Community Development PTFI Nathan Kum dan diterima langsung oleh Direktur RSMM dokter Joni Ribo Tandisau di halaman RSMM.  Vice President Community Development Nathan Kum mengatakan Freeport terus mendukung pemerintah dan masyarakat dalam penanganan pandemi COVID-19. Bantuan ini sangat penting, karena oksigen sangat dibutuhkan dalam penanganan pasien COVID-19.  “Kami serahkan 20 unit alat Oksigen Konsentrator, masing-masing rumah sakit mendapatkan 10 unit. Harga satu unit Oksigen Konsentrator sebesar Rp 41 juta lebih, jadi total keseluruhan sekitar Rp 820 juta,” kata Nathan, saat penyerahan alat bantu oksigen pada Selasa (20/7).

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Skema Baru MBG Perkuat Ketepatan Sasaran demi Pemerataan Gizi Nasional

Skema Baru MBG Perkuat Ketepatan Sasaran demi Pemerataan Gizi Nasional Oleh: Naura Azalea Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi salah satu kebijakan prioritas pemerintah dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia. Seiring dengan pelaksanaannya, pemerintah memilih melakukan penyempurnaan melalui penyesuaian skema agar manfaat program semakin tepat sasaran.         Penyempurnaan skema MBG menjadi bagian dari evaluasi yang dilakukan pemerintah terhadap berbagai program prioritas nasional. Evaluasi tersebut dipandang sebagai langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan anggaran negara. Dengan pendekatan yang lebih terarah, pemerintah berupaya memastikan manfaat program dapat dirasakan secara maksimal oleh kelompok sasaran.                           Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, menjelaskan pemerintah telah menyepakati langkah pemfokusan ulang atau refocusing dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Menurutnya, BGN telah menyiapkan skema baru yang mengarahkan penerima manfaat kepada kelompok yang benar-benar membutuhkan sehingga program dapat berjalan lebih efektif.