Kata Papua

Fundamental Ekonomi Tetap Kuat, Pemerintah Optimistis IHSG Kembali Menguat - Kata Papua

Fundamental Ekonomi Tetap Kuat, Pemerintah Optimistis IHSG Kembali Menguat

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Fundamental Ekonomi Tetap Kuat, Pemerintah Optimistis IHSG Kembali Menguat

Jakarta – Pemerintah tetap optimistis terhadap prospek pasar saham nasional di tengah tekanan yang sempat terjadi pada nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Keyakinan tersebut didasarkan pada kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai masih kuat dan terjaga.

 

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pelemahan yang terjadi di pasar saham saat ini lebih dipengaruhi sentimen jangka pendek dibandingkan faktor fundamental ekonomi.

 

“Saya yakin akan naik lagi karena fondasi ekonomi masih bagus,” kata Purbaya.

 

Menurutnya, kondisi ekonomi nasional masih menunjukkan kinerja yang solid. Salah satu indikator yang menjadi dasar optimisme pemerintah adalah penerimaan perpajakan yang masih mencatatkan pertumbuhan positif.

 

“Ini mungkin ada short, ketakutan orang jangka pendek saja. Fondasi ekonomi bagus, nggak ada masalah,” ujar dia.

 

Purbaya juga mengajak investor untuk tetap percaya terhadap prospek pasar keuangan Indonesia. Pemerintah, kata dia, akan terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memperkuat sentimen positif di pasar.

 

“Kita akan pastikan lagi semuanya lebih baik, termasuk menjaga sentimen pasar,” ujar dia.

 

Optimisme serupa disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Ia meminta masyarakat dan pelaku pasar tidak panik menyikapi dinamika pasar keuangan, termasuk pelemahan rupiah dan koreksi IHSG yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

 

Prasetyo menegaskan bahwa berbagai indikator ekonomi makro menunjukkan kondisi perekonomian Indonesia tetap berada dalam jalur yang sehat. Pertumbuhan ekonomi yang terjaga dan tingkat inflasi yang terkendali menjadi cerminan kuatnya fondasi ekonomi nasional.

 

“Yang pasti bisa kami sampaikan bahwa kita harus yakin bahwa sesungguhnya fundamental ekonomi kita yang tergambar dari pertumbuhan ekonomi, kemudian dari inflasi yang masih terjaga, insyaallah sesungguhnya kita memiliki fundamental ekonomi yang cukup kuat,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan bahwa pemerintah terus memperkuat koordinasi lintas lembaga guna mengantisipasi dampak tekanan eksternal terhadap pasar keuangan domestik.

 

“Kami pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan, kemudian Bank Indonesia, kemudian juga Otoritas Jasa Keuangan terus berkoordinasi secara intens untuk terus memonitor dan kemudian melakukan langkah-langkah (antisipasi),” pungkas Prasetyo.

 

Dengan fundamental ekonomi yang tetap kuat serta koordinasi kebijakan yang terus diperkuat, pemerintah meyakini pasar keuangan nasional memiliki daya tahan yang baik untuk menghadapi gejolak global dan berpeluang kembali mencatatkan penguatan ke depan.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden 

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden         Oleh: Fajar Dwi Santoso         Taklimat Presiden dalam Sidang Kabinet Paripurna kembali memperlihatkan arah kebijakan pemerintah yang tidak hanya berfokus pada pencapaian pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penguatan kualitas sumber daya manusia dan reformasi tata kelola pemerintahan. Di hadapan jajaran kabinet, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan nasional harus menyentuh persoalan mendasar masyarakat, mulai dari pemenuhan gizi anak hingga penyederhanaan birokrasi melalui digitalisasi layanan publik. Kedua agenda tersebut saling berkaitan sebagai fondasi menuju Indonesia yang lebih produktif, inklusif, dan berdaya saing.                           Komitmen pemerintah terhadap peningkatan kualitas generasi penerus kembali ditegaskan melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Presiden memandang program tersebut bukan sekadar kebijakan sosial, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia unggul. Menurut Presiden, masih tingginya angka stunting dan masih adanya anak-anak yang belum memperoleh asupan makanan yang memadai menjadi alasan utama mengapa negara harus hadir secara langsung melalui program pemenuhan gizi.