Kata Papua

Miliki Fundamental Stabil, Pemerintah Optimis Rupiah Menguat - Kata Papua

Miliki Fundamental Stabil, Pemerintah Optimis Rupiah Menguat

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Miliki Fundamental Stabil, Pemerintah Optimis Rupiah Menguat

Jakarta – Pemerintah optimistis nilai tukar rupiah dapat kembali menguat seiring kuatnya fundamental ekonomi nasional dan koordinasi yang terus dilakukan antara otoritas fiskal dan moneter dalam menjaga stabilitas pasar keuangan.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan kondisi ekonomi Indonesia tetap solid meskipun nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sempat menembus level Rp18.000.

“Yang pasti bisa kami sampaikan bahwa kita harus yakin bahwa sesungguhnya fundamental ekonomi kita yang tergambar dari pertumbuhan ekonomi. Kemudian dari inflasi yang masih terjaga Insya Allah sesungguhnya kita memiliki fundamental ekonomi yang cukup kuat,” kata Prasetyo.

Menurutnya, pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memantau perkembangan pasar keuangan serta menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

 

“Kami pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan, kemudian Bank Indonesia, kemudian juga Otoritas Jasa Keuangan terus berkoordinasi secara intens untuk terus memonitor dan kemudian melakukan langkah-langkah,” katanya.

 

Optimisme terhadap penguatan rupiah juga didukung oleh kondisi ketahanan eksternal Indonesia yang tetap terjaga. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti menyampaikan bahwa cadangan devisa Indonesia masih berada pada level yang kuat.

 

“Secara umum, pelemahan Rupiah juga masih sejalan dengan regional, secara YTD melemah 7,44%. Cadangan devisa tetap terjaga di level US$ 146,2 miliar pada akhir April 2026,” ujar Destry.

 

Di sisi lain, Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa meyakini pemerintah akan terus berupaya mengendalikan pergerakan nilai tukar rupiah agar tetap berada pada jalur yang sesuai dengan target jangka menengah yang telah ditetapkan.

 

“Saya yakin Pemerintah dalam hal ini kementerian-kementerian terkait sudah dan akan terus berupaya untuk bisa mencegah agar tren turunnya nilai tukar rupiah ini tidak semakin dalam dan mencegah untuk terus bisa mengendalikan pada posisi seperti yang memang kita harapkan bersama,” ungkapnya.

 

Dengan pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga, inflasi yang terkendali, serta dukungan cadangan devisa yang kuat, pemerintah meyakini fondasi ekonomi Indonesia tetap kokoh. Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk menjaga kepercayaan pasar sekaligus mendukung penguatan rupiah di tengah dinamika ekonomi global.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden 

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden         Oleh: Fajar Dwi Santoso         Taklimat Presiden dalam Sidang Kabinet Paripurna kembali memperlihatkan arah kebijakan pemerintah yang tidak hanya berfokus pada pencapaian pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penguatan kualitas sumber daya manusia dan reformasi tata kelola pemerintahan. Di hadapan jajaran kabinet, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan nasional harus menyentuh persoalan mendasar masyarakat, mulai dari pemenuhan gizi anak hingga penyederhanaan birokrasi melalui digitalisasi layanan publik. Kedua agenda tersebut saling berkaitan sebagai fondasi menuju Indonesia yang lebih produktif, inklusif, dan berdaya saing.                           Komitmen pemerintah terhadap peningkatan kualitas generasi penerus kembali ditegaskan melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Presiden memandang program tersebut bukan sekadar kebijakan sosial, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia unggul. Menurut Presiden, masih tingginya angka stunting dan masih adanya anak-anak yang belum memperoleh asupan makanan yang memadai menjadi alasan utama mengapa negara harus hadir secara langsung melalui program pemenuhan gizi.