Lompat ke konten utama

Kata Papua

Generasi Muda Apresiasi Acara Olahraga AMANAH untuk Kembangkan Potensi Diri - Kata Papua

Generasi Muda Apresiasi Acara Olahraga AMANAH untuk Kembangkan Potensi Diri

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Oleh : Cut Mutia

Para generasi muda memberikan apresiasi tinggi para acara olahraga gelaran Aceh Youth Creative Hub (AYCH) atau Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat (AMANAH) karena mampu mengembangkan potensi diri mereka.

Memang, sejatinya AMANAH sendiri merupakan sebuah program unggulan strategis dari Pemerintah Republik Indonesia (RI) yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) muda dan juga melangsungkan pemberdayaan kepada pemuda agar mereka bisa terus mengembangkan potensi dalam dirinya.

Salah satu upaya Pemerintah RI melalui inisiasi Badan Intelijen Negara (BIN) dalam program AMANAH adalah dengan menggelar acara olahraga yang kemudian mendatangkan apresiasi tinggi dari para generasi muda.

Terdapat sebuah Turnamen Futsal dan Bola Basket dalam ajang bertajuk AMANAH Cup 2024, yang mana para peserta dari kegiatan tersebut adalah sebanyak puluhan tim dari tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat dari berbagai daerah di Provinsi Aceh.

Wakil Ketua Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Provinsi Aceh, Nawalul Faizin menilai bahwa kegiatan gagasan Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat tersebut jelas sangat bermanfaat, khususnya bagi para pemuda karena mampu merangkul seluruh generasi penerus di wilayah berjuluk Negeri Rencong itu.

Bahkan, berlangsungnya turnamen juga sangat meriah, yang mana hal itu dapat terlihat dari seperti apa antusiasme tinggi para peserta yang rela datang jauh-jauh dari berbagai daerah mereka masing-masing.

Bagaimana respons dari para peserta itu merupakan bukti konkret bahwa program olahraga dari AMANAH memang telah memberikan manfaat yang sangat nyata dan positif bagi seluruh masyarakat, khususnya pemuda setempat.

Salah satu nilai positif sederhana berkat kegiatan tersebut adalah menjadikan anak muda setempat bisa terjauh dari beragam aktivitas buruk atau negatif seperti misalnya bermain judi online ataupun mengonsumsi narkotika, termasuk pula melakukan tawuran dan beragam hal buruk lainnya.

Selain itu, dengan adanya ajang olahraga itu juga sekaligus menjadikan generasi muda penerus bangsa asal Aceh bisa belajar untuk mengembangkan diri mereka. Sebenarnya selama ini potensi dari sektor olahraga di wilayah berjuluk Serambi Mekkah itu sudah bagus, namun dengan adanya dukungan penuh AMANAH, maka bukan tidak mungkin ke depannya akan semakin baik.

Termasuk pula, bagaimana kualitas dari para pemain yang merupakan pemuda setempat sejatinya memiliki potensi yang sangat bagus dan baik. Seluruh kegiatan tersebut bertujuan untuk semakin mengembangkan bidang olahraga dari para generasi muda setempat.

Karena, AMANAH sendiri merupakan salah satu program unggulan strategis dari Presiden, Joko Widodo (Jokowi) yang ke depannya akan dapat melahirkan para atlet berprestasi yang mampu membanggakan nama daerah mereka sekaligus mengharumkan nama bangsa di kancah dunia.

Tujuan utama dari pelaksanaan ajang turnamen futsal dan bola basket itu tentunya tidak lain adalah untuk semakin memajukan anak muda Aceh melalui bidang olahraga. Lantaran keseriusan Pemerintah RI melalui inisiasi BIN dalam mewujudkan acara tersebut, menjadikan para generasi muda setempat memberikan apresiasi tinggi mereka.

Mereka mengaku kagum dengan betapa seriusnya acara AMANAH, terlebih sangat berpotensi untuk semakin menjadikan anak muda asal Negeri Rencong bisa berprestasi dalam kategori olahraga futsal ataupun bola basket.

Menurut salah satu pemain tim futsal Opanindo FC, Muhammad Fadhil bahwa sejauh ini, memang AMANAH terus memiliki komitmen sangat kuat untuk senantiasa mengembangkan bakat dan minat para pemuda melalui berbagai kegiatan yang positif.

Sehingga, dengan adanya banyak kegiatan positif tersebut, maka menjadikan generasi muda penerus bangsa dari Serambi Mekkah bisa berkembang secara holistik dan menjadi generasi yang berkontribusi aktif bagi masyarakat dan daerahnya.

Adanya ajang turnamen olahraga yang AMANAH gelar mendapatkan banyak apresiasi tinggi dan menjadikan para pemuda setempat sangat gembira lantaran bagaimana manfaat akan gelaran tersebut, utamanya bagi para atlet daerah.

Senada, Pelatih Kepala Opanindo FC, Aulia Aditama (28) juga mengungkapkan bahwa dirinya sangat kagum dengan perhelatan ajang kompetisi olahraga itu karena menjadikan potensi dari seluruh anak muda Aceh semakin bertumbuh dan berkembang.

Kini, minat dan bakat generasi muda setempat dapat tersalurkan dengan sangat maksimal berkat adanya AMANAH. Bahkan menurut keterangan para generasi muda setempat, event gagasan program inisiasi BIN itu termasuk yang terbaik.

Memang sangat penting untuk terus mendukung pelaksanaan kegiatan yang positif bagi anak muda, terlebih, apabila hal itu bergerak di bidang olahraga karena sangat bagus bagi para atlet sehingga menghindarkan mereka dari kegiatan yang buruk.

Oleh karena itu, lantaran banyak sekali kebermanfaatan luar biasa dari ajang AMANAH, maka menjadi tidak heran mengapa para generasi muda memberikan apresiasi yang sangat tinggi atas acara olahraga yang sangat positif untuk mengembangkan potensi diri mereka.

)* Penulis adalah mahasiswa Aceh tinggal di Jakarta

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Pemerintah Percepat Operasional Kopdes di Papua, Produk Lokal Didorong Naik Kelas

Oleh: Markus Wenda Pembangunan ekonomi Papua memasuki fase yang semakin menjanjikan ketika penguatan ekonomi masyarakat mulai diarahkan hingga tingkat kampung. Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menjadi salah satu langkah strategis untuk mendekatkan pusat-pusat kegiatan ekonomi kepada masyarakat. Bagi Papua, koperasi bukan sekadar bangunan, gerai, atau tempat transaksi, melainkan dapat menjadi wadah bersama untuk mengembangkan potensi lokal, memperkuat distribusi kebutuhan masyarakat, sekaligus membuka kesempatan ekonomi yang lebih luas bagi warga kampung. Perkembangan KDMP di Papua Tengah menunjukkan bahwa arah tersebut mulai diwujudkan secara bertahap. Enam gerai KDMP di Kabupaten Nabire dan Mimika telah selesai dibangun, terdiri atas empat titik di Nabire dan dua titik di Mimika. Di Nabire, tiga titik lainnya juga telah mencapai progres pembangunan lebih dari 95 persen. Perkembangan ini memperlihatkan bahwa pembangunan infrastruktur ekonomi masyarakat terus bergerak dengan memperhatikan kondisi dan kesiapan masing-masing wilayah. Bagi masyarakat Papua, hadirnya infrastruktur ekonomi hingga kampung memiliki arti penting. Selama ini, tantangan geografis menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan dalam distribusi barang dan pengembangan usaha masyarakat. Dengan adanya KDMP yang ditempatkan secara tepat, masyarakat memiliki peluang memperoleh akses terhadap kebutuhan dan layanan ekonomi dengan lebih dekat. Pada saat yang sama, koperasi dapat menjadi pintu masuk bagi produk masyarakat agar memiliki jalur pemasaran yang lebih terorganisasi. Kepala Seksi Teritorial Korem 173/PVB Kolonel Inf. Fajar Wibawa Angkasa menjelaskan bahwa pengembangan KDMP di Papua Tengah dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan wilayah. Empat calon titik baru di Nabire dan tiga titik di Mimika telah masuk dalam pendataan. Ketersediaan lahan, kondisi kependudukan, serta dukungan infrastruktur dasar menjadi bagian dari pertimbangan sebelum pembangunan dilanjutkan. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan koperasi dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Konsep satu desa satu KDMP juga memiliki peluang besar untuk memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat apabila diterapkan dengan memperhatikan karakter masing-masing kampung. Fajar menyampaikan bahwa kondisi jumlah penduduk menjadi salah satu pertimbangan penting, termasuk kebutuhan minimal sekitar 500 kepala keluarga pada calon wilayah prioritas. Ketersediaan lahan sekurang-kurangnya 600 meter persegi dan dukungan listrik 5.500 watt juga menjadi bagian dari persyaratan teknis. Dengan perencanaan seperti itu, pembangunan koperasi diharapkan benar-benar memiliki basis masyarakat yang dapat menggerakkan aktivitas usaha. Kekuatan utama Kopdes Papua sesungguhnya berada pada potensi ekonomi lokal. Papua memiliki kekayaan sumber daya dan produk masyarakat yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi daerah. Hasil pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, pangan lokal, hingga berbagai produk kerajinan dapat memperoleh ruang pemasaran yang lebih luas melalui koperasi. Jika dikelola secara profesional, KDMP dapat berperan sebagai penghubung antara produsen di kampung dengan pasar yang lebih besar. Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan bahwa pemerintah telah merekrut, melatih, dan menyatakan lulus 28.626 manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Para manajer tersebut dipersiapkan untuk ditempatkan pada koperasi yang infrastrukturnya telah memenuhi persyaratan. Kehadiran sumber daya manusia yang telah mendapatkan pelatihan menjadi bagian penting dalam memastikan koperasi tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi mampu berkembang menjadi unit ekonomi yang produktif. Hal tersebut sangat relevan bagi Papua. Koperasi membutuhkan pengelola yang memahami administrasi, keuangan, rantai pasok, pemasaran, sekaligus karakter masyarakat setempat. Karena itu, pendampingan terhadap pengurus dan manajer perlu terus dilakukan setelah fasilitas selesai dibangun. Komandan Kodim 1705/Nabire Letkol Arh Dwi Palwanto Tirta Mentari juga menekankan pentingnya pendampingan dalam administrasi, pengelolaan, rantai pasok, penjualan, dan peningkatan kemampuan pengurus. Pendampingan tersebut menjadi fondasi agar koperasi mampu berjalan secara sehat dan memberikan manfaat berkelanjutan. Optimisme terhadap Kopdes Papua perlu dibangun bersama. Pemerintah telah menyediakan arah kebijakan dan infrastruktur, sementara masyarakat memiliki peran sebagai pemilik sekaligus penggerak koperasi. Pemerintah daerah dapat memperkuat koordinasi, pengurus koperasi menjaga profesionalisme dan transparansi, sedangkan masyarakat dapat memanfaatkan koperasi untuk mengembangkan kegiatan ekonomi produktif. Sinergi tersebut akan membuat KDMP tidak sekadar menjadi program pemerintah, tetapi tumbuh sebagai kelembagaan ekonomi yang benar-benar dimiliki dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Pembangunan Kopdes juga sejalan dengan semangat mempercepat pemerataan pembangunan di Papua. Kehadiran fasilitas ekonomi di kampung memperlihatkan bahwa pembangunan tidak hanya berpusat di perkotaan, tetapi terus didorong agar menjangkau masyarakat hingga tingkat paling bawah. Infrastruktur koperasi yang dibangun hari ini dapat menjadi fondasi bagi aktivitas ekonomi yang lebih besar pada masa mendatang. Enam gerai yang telah selesai di Nabire dan Mimika serta sejumlah calon lokasi baru merupakan langkah awal dari perjalanan yang lebih panjang. Kopdes Papua memiliki kesempatan untuk menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat, memperkuat pemasaran produk lokal, memperlancar distribusi kebutuhan, dan membuka ruang usaha baru di kampung. Dengan kerja bersama dan pengelolaan profesional, koperasi dapat menjadi salah satu fondasi penting bagi terwujudnya masyarakat Papua yang semakin mandiri, produktif, dan sejahtera. *Penulis merupakan pemerhati pembangunan ekonomi masyarakat Papua