Kata Papua

IBS dan ZTE sediakan infrastruktur 4G di Papua - Kata Papua

IBS dan ZTE sediakan infrastruktur 4G di Papua

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

IBS dan ZTE sediakan infrastruktur 4G di Papua

Infrastruktur Bisnis Sejahtera (IBS) bermitra dengan ZTE Corporation telah menyelenggarakan acara peresmian menara Base Transceiver Station (BTS) di Desa Sawyatami Kabupaten Keerom, Provinsi Papua, Indonesia.

Peresmian menara BTS ini dilakukan oleh Anang Achmad Latif selaku Direktur Utama, Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI)Kominfo. Pembangunan tiga menara BTS ini diharapkan dapat mempercepat penyediaan jaringan telekomunikasi 4G di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) di Indonesia, khususnya di Papua.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden 

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden         Oleh: Fajar Dwi Santoso         Taklimat Presiden dalam Sidang Kabinet Paripurna kembali memperlihatkan arah kebijakan pemerintah yang tidak hanya berfokus pada pencapaian pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penguatan kualitas sumber daya manusia dan reformasi tata kelola pemerintahan. Di hadapan jajaran kabinet, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan nasional harus menyentuh persoalan mendasar masyarakat, mulai dari pemenuhan gizi anak hingga penyederhanaan birokrasi melalui digitalisasi layanan publik. Kedua agenda tersebut saling berkaitan sebagai fondasi menuju Indonesia yang lebih produktif, inklusif, dan berdaya saing.                           Komitmen pemerintah terhadap peningkatan kualitas generasi penerus kembali ditegaskan melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Presiden memandang program tersebut bukan sekadar kebijakan sosial, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia unggul. Menurut Presiden, masih tingginya angka stunting dan masih adanya anak-anak yang belum memperoleh asupan makanan yang memadai menjadi alasan utama mengapa negara harus hadir secara langsung melalui program pemenuhan gizi.