Kata Papua

Sektor Tambang Picu Pertumbuhan Pesat Ekonomi Papua - Kata Papua

Sektor Tambang Picu Pertumbuhan Pesat Ekonomi Papua

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Sektor Tambang Picu Pertumbuhan Pesat Ekonomi Papua

Pertumbuhan ekonomi di Papua pada kuartal III/2021 menjadi yang tertinggi bila dibandingkan provinsi lain di Indonesia. Hingga akhir September 2021, pertumbuhan ekonomi Provinsi Papua mencapai 14,54% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Angka tersebut jauh di atas tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada periode yang sama yaitu 3,51%. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi yang tinggi di Papua, salah satunya disebabkan oleh sektor pertambangan dan penggalian.

Sektor usaha tersebut tumbuh hingga 37,56% secara tahunan per akhir September 2021. Kepala BPS Provinsi Papua, Adriana Helena Robaha berkata, sektor pertambangan dan penggalian adalah sektor vital dalam perekonomian di Bumi Cendrawasih.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden 

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden         Oleh: Fajar Dwi Santoso         Taklimat Presiden dalam Sidang Kabinet Paripurna kembali memperlihatkan arah kebijakan pemerintah yang tidak hanya berfokus pada pencapaian pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penguatan kualitas sumber daya manusia dan reformasi tata kelola pemerintahan. Di hadapan jajaran kabinet, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan nasional harus menyentuh persoalan mendasar masyarakat, mulai dari pemenuhan gizi anak hingga penyederhanaan birokrasi melalui digitalisasi layanan publik. Kedua agenda tersebut saling berkaitan sebagai fondasi menuju Indonesia yang lebih produktif, inklusif, dan berdaya saing.                           Komitmen pemerintah terhadap peningkatan kualitas generasi penerus kembali ditegaskan melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Presiden memandang program tersebut bukan sekadar kebijakan sosial, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia unggul. Menurut Presiden, masih tingginya angka stunting dan masih adanya anak-anak yang belum memperoleh asupan makanan yang memadai menjadi alasan utama mengapa negara harus hadir secara langsung melalui program pemenuhan gizi.