Kata Papua

Jelang Relaunching, Program Pembinaan Pemuda melalui AMANAH Terus Berjalan - Kata Papua

Jelang Relaunching, Program Pembinaan Pemuda melalui AMANAH Terus Berjalan

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Jelang Relaunching, Program Pembinaan Pemuda melalui AMANAH Terus Berjalan

Banda Aceh — Program pembinaan pemuda melalui AMANAH (Aneuk Muda Aceh Unggul–Hebat) terus berjalan dan menunjukkan progres positif. Program ini menjadi salah satu upaya strategis dalam mencetak sumber daya manusia unggul berbasis kreativitas dan inovasi.

 

Dalam waktu dekat, AMANAH melalui Bidang Industri Kreatif juga akan menggelar kegiatan bertajuk “Pelatihan Teknik Dasar Menjahit AMANAH x Ija Kroeng” yang dilaksanakan di Rumah Fashion, Gedung AMANAH, Ladong, Aceh Besar. Program ini menjadi bagian dari penguatan keterampilan praktis bagi pemuda, khususnya di sektor fashion dan industri kreatif berbasis potensi lokal.

 

Sebelumnya, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung penguatan ekosistem kreatif melalui AMANAH. Hal tersebut disampaikannya saat melakukan kunjungan langsung ke gedung AMANAH di Krueng Raya, Aceh Besar, beberapa waktu lalu.

 

“Ini adalah lompatan besar bagi anak muda Aceh. Dengan fasilitas seperti ini, kita optimis akan lahir lebih banyak talenta kreatif yang mampu membawa nama daerah ke level yang lebih tinggi,” ujar Illiza.

 

Ia juga menilai, AMANAH bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan simbol kebangkitan generasi muda Aceh yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global. Menurutnya, berbagai fasilitas yang tersedia telah memenuhi standar untuk mendorong inovasi dan karya kreatif berdaya saing tinggi.

 

Lebih lanjut, kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari penjajakan kolaborasi strategis antara Pemerintah Kota Banda Aceh dengan pengelola AMANAH, khususnya dalam memperkuat ekonomi kreatif berbasis generasi muda. Sinergi ini diharapkan mampu melahirkan program konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat.

 

“Kolaborasi ini penting agar tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar menghasilkan program nyata yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambahnya.

 

Program AMANAH sendiri dirancang sebagai pusat inkubasi dan pengembangan talenta muda, dengan pendekatan terpadu antara pelatihan keterampilan, penguatan kewirausahaan, serta perluasan jejaring industri kreatif. Sejumlah sektor menjadi fokus pengembangan, termasuk digital, seni, hingga produk berbasis kearifan lokal Aceh.

 

Relaunching AMANAH yang dijadwalkan berlangsung pada 23 April 2026 mendatang diharapkan semakin memperkuat peran program ini sebagai motor penggerak ekonomi kreatif sekaligus penciptaan lapangan kerja baru di Aceh.

 

Dengan dukungan pemerintah dan kolaborasi lintas sektor, AMANAH diyakini mampu melahirkan generasi muda yang unggul, hebat, dan berdaya saing global.***

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden 

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden         Oleh: Fajar Dwi Santoso         Taklimat Presiden dalam Sidang Kabinet Paripurna kembali memperlihatkan arah kebijakan pemerintah yang tidak hanya berfokus pada pencapaian pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penguatan kualitas sumber daya manusia dan reformasi tata kelola pemerintahan. Di hadapan jajaran kabinet, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan nasional harus menyentuh persoalan mendasar masyarakat, mulai dari pemenuhan gizi anak hingga penyederhanaan birokrasi melalui digitalisasi layanan publik. Kedua agenda tersebut saling berkaitan sebagai fondasi menuju Indonesia yang lebih produktif, inklusif, dan berdaya saing.                           Komitmen pemerintah terhadap peningkatan kualitas generasi penerus kembali ditegaskan melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Presiden memandang program tersebut bukan sekadar kebijakan sosial, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia unggul. Menurut Presiden, masih tingginya angka stunting dan masih adanya anak-anak yang belum memperoleh asupan makanan yang memadai menjadi alasan utama mengapa negara harus hadir secara langsung melalui program pemenuhan gizi.