Kata Papua

Relaunching AMANAH Kian Dekat, 45 Produk UMKM Terverifikasi Siap Dorong Ekonomi Pemuda - Kata Papua

Relaunching AMANAH Kian Dekat, 45 Produk UMKM Terverifikasi Siap Dorong Ekonomi Pemuda

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Relaunching AMANAH Kian Dekat, 45 Produk UMKM Terverifikasi Siap Dorong Ekonomi Pemuda

Banda Aceh — Menjelang relaunching, Yayasan Aneuk Muda Aceh Unggul-Hebat (AMANAH) semakin memperkuat perannya dalam pembinaan generasi muda sekaligus pengembangan ekosistem ekonomi kreatif. Sejauh ini, AMANAH telah menghimpun 45 produk UMKM yang telah melalui proses verifikasi, di mana 40 di antaranya telah dipajang di Galeri UMKM, sementara sisanya masih berada di sekretariat AMANAH Banda Aceh. Pencapaian tersebut mencerminkan keseriusan AMANAH dalam mendorong pemberdayaan pemuda melalui penguatan sektor kewirausahaan.

 

Langkah konkret lainnya diwujudkan melalui penyelenggaraan Future Leaders Bootcamp (FLB), sebuah program pelatihan kepemimpinan intensif yang digelar di Gedung AMANAH, Kawasan Industri Aceh (KIA), Ladong, Aceh Besar.

 

Sebanyak 26 peserta terpilih dari berbagai daerah di Aceh mengikuti kegiatan yang mengusung tema “Mengenal Diri, Menentukan Arah, Mewujudkan Masa Depan”. Para peserta merupakan anak-anak muda pilihan yang telah melalui proses seleksi ketat dari puluhan pendaftar terbaik se-Aceh.

 

Ketua Yayasan AMANAH, Dr. Saifullah Muhammad menegaskan bahwa kehadiran AMANAH sebagai wadah strategis pembinaan generasi muda Aceh semakin penting di tengah tantangan global saat ini.

 

“Pentingnya kehadiran AMANAH sebagai wadah pengembangan generasi muda Aceh,” katanya.

 

Ia juga menekankan perlunya membangun pola pikir kepemimpinan yang kuat dan komitmen tinggi di kalangan pemuda.

 

“Serta peran aktif pemuda dalam pembangunan yang berkelanjutan—selaras dengan nilai-nilai kebangsaan dan semangat cinta tanah air,” sambungnya.

 

“AMANAH hadir untuk memastikan anak-anak muda Aceh memiliki bekal yang cukup untuk menjadi pemimpin, bukan hanya di level lokal, tapi juga di tingkat nasional dan global,” ujar Dr. Saifullah.

 

Program FLB turut menghadirkan Said Muniruddin, SE, M.Sc, akademisi Universitas Syiah Kuala, penulis, sekaligus trainer di bidang pengembangan diri dan kepemimpinan.

 

Salah satu materi utama yang disampaikan adalah “Assessing Entrepreneurial Mindset”, yang memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya pola pikir kewirausahaan sebagai fondasi kepemimpinan bisnis di masa depan.

 

Seluruh materi dirancang secara sistematis dan aplikatif guna mendukung pengembangan kapasitas peserta secara menyeluruh, baik dari sisi karakter, visi hidup, maupun keterampilan praktis.

 

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan menuju relaunching AMANAH yang akan menandai babak baru penguatan program pembinaan pemuda Aceh secara lebih masif, terintegrasi, dan berkelanjutan. Dengan sinergi antara pelatihan kepemimpinan dan penguatan UMKM, AMANAH diharapkan mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara individu, tetapi juga berkontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden 

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden         Oleh: Fajar Dwi Santoso         Taklimat Presiden dalam Sidang Kabinet Paripurna kembali memperlihatkan arah kebijakan pemerintah yang tidak hanya berfokus pada pencapaian pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penguatan kualitas sumber daya manusia dan reformasi tata kelola pemerintahan. Di hadapan jajaran kabinet, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan nasional harus menyentuh persoalan mendasar masyarakat, mulai dari pemenuhan gizi anak hingga penyederhanaan birokrasi melalui digitalisasi layanan publik. Kedua agenda tersebut saling berkaitan sebagai fondasi menuju Indonesia yang lebih produktif, inklusif, dan berdaya saing.                           Komitmen pemerintah terhadap peningkatan kualitas generasi penerus kembali ditegaskan melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Presiden memandang program tersebut bukan sekadar kebijakan sosial, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia unggul. Menurut Presiden, masih tingginya angka stunting dan masih adanya anak-anak yang belum memperoleh asupan makanan yang memadai menjadi alasan utama mengapa negara harus hadir secara langsung melalui program pemenuhan gizi.