Lompat ke konten utama

Kata Papua

Kawasan Nusa Dua Siap Jadi Lokasi KTT G20 - Kata Papua

Kawasan Nusa Dua Siap Jadi Lokasi KTT G20

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Kawasan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Nusa Dua sudah siap sebagai bagian dari penyelenggaraan KTT G20 (Group of Twenty), demikian disampaikan Managing Director The Nusa Dua I Gusti Ngurah Ardita saat dijumpai di Peninsula, Nusa Dua.

“Kami dari ITDC selaku pengelola kawasan Nusa Dua, sudah siap dengan adanya event puncak G20. Dan tentunya tidak saja event puncak, karena sudah ada beberapa side event yang dilaksanakan di kawasan Nusa Dua. Dan tentunya kami sebagai pengelola kawasan Nusa Dua dan tenant-tenant disini, berupa hotel dan tenant lainnya sudah melakukan persiapan semaksimal mungkin, sehingga lancar dan aman pelaksanaannya.”

Kata Ngurah Ardita, pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan instansi lain. “Seperti dengan PLN kami bekerja sama dalam penyiapan infrastruktur, untuk penyiapan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) untuk charging mobil listrik dan sudah disiapkan di kawasan ITDC.”

Dari aspek keamanan, ITDC juga sudah bekerjasama dengan unsur unsur terkait, “Dan kita punya command centre yang bekerjasama dengan Polda Bali.”

Menurut mantan General Manager Lombok International Airport ini, “Kesiapan masyarakat Bali juga penting agar kesuksesan KTT G20 ini tercapai.

Soal kesiapan, semua sudah dipersiapkan
sebagaimana arahan dari pemerintah, “Bahwa setiap persiapan yang baru harus dipersiapkan maksimal. Jadi kita tidak bisa membanding-bandingkan, karena suatu kegiatan yang baru, harus disiapkan sesuai dengan kebutuhan kegiatan tersebut.”

Ditanya soal kawasan Nusa Dua Bali dipilih sebagai penyelenggaraan KTT G20, Ngurah Ardita mengaku berbangga selaku pengelola kawasan Nusa Dua, “Karena dipilihnya tempat ini, karena kami dinilai memiliki kemampuan menyelenggara atau tempat yang mampu diselenggarakannya sebuah kegiatan internasional,”

Dan tentunya kata Ardita ada harapan ke depan, kegiatan besar bisa dilakukan Nusa Dua, “Karena fasilitas kita sangat lengkap untuk konvensi, karena sejumlah hotel yang ada di kawasan ITDC Nusa Dua punya fasilitas untuk sebuah event internasional, baik yang terbuka maupun tertutup. ” kami berharap walau pelaksanaan dipusatkan di wilayah Nusa Dua khusuusnya ITDC namun dapat berdampak luas keseluruh Bali secara positip diberbagai sendi kehidupan, untuk itu mari.kita semya menjaga suasana Bali tetap aman, konduaof dan nyaman” tutup Ardita. 

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri. Rosan memaparkan bahwa Kementerian Investasi dan Hilirisasi terus memacu masuknya investasi di sektor hilirisasi pertambangan, perkebunan, dan energi terbarukan yang memiliki nilai tambah tinggi serta mampu menghasilkan devisa ekspor baru bagi negara. Peningkatan fasilitas perizinan berusaha yang terintegrasi secara digital (Online Single Submission) dan jaminan kepastian hukum memberikan kenyamanan bagi para investor untuk merealisasikan komitmen investasinya, sehingga arus modal masuk tidak hanya bertumpu pada pasar keuangan yang sensitif, melainkan pada sektor riil yang menciptakan lapangan kerja. Selain itu, percepatan fasilitasi investasi hilirisasi di luar Pulau Jawa terus diperluas guna mendorong pemerataan struktur pertumbuhan ekonomi antardaerah. Penguatan rantai pasok lokal yang menghubungkan industri skala besar dengan usaha mikro, kecil, dan menengah di daerah menjamin bahwa dampak ekonomi dari masuknya modal asing dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat lokal dalam bentuk penyerapan tenaga kerja dan peningkatan pendapatan daerah. Langkah pemerintah dalam menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan Rupiah merupakan manifestasi nyata dari