Lompat ke konten utama

Kata Papua

Pemerintah Komitmen Terapkan Green Energi Melalui Kendaraan Listrik Pada G20 - Kata Papua

Pemerintah Komitmen Terapkan Green Energi Melalui Kendaraan Listrik Pada G20

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 Bali menjadi ajang pamer kendaraan listrik bagi Indonesia. Kendaraan listrik akan menjadi kendaraan utama bagi para delegasi KTT G20 di Bali pada 15-16 November mendatang.

Pratikno mengatakan bahwa penggunaan kendaraan listrik pada KTT G20 merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menerapkan Green Energi untuk menuju Net Zero Emission.

” Bagi kami, G20 adalah momentum yang sangat bagus untuk menunjukkan bahwa kami bergerak untuk energi bersih, bergerak untuk ekonomi hijau, terutama untuk mengembangkan ekosistem untuk manufaktur kendaraan listrik,” Ujar Pratikno,.

Di sisi lain, Menhub Budi Karya mengatakan, Pemerintah akan memfasilitasi berbagai infrastruktur kendaraan listrik sebagai upaya untuk melakukan akselerasi energi terbarukan melalui pengembangan kendaraan listrik untuk mewujudkan Indonesia bebas emisi karbon.

“Ini bukti nyata dukungan terhadap upaya pemerintah memasifkan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Komitmen ini kita tunjukkan saat Presidensi Indonesia pada G20. Semoga ini dapat dimanfaatkan secara maksimal. Selanjutnya ini akan diikuti dengan penggunaan kendaraan listrik bagi masyarakat umum secara masif,” Jelas Menhub Budi Karya

Dalam rangka mendukung transisi energi terbarukan, PT Hyundai Motors Indonesia resmi menyerahkan 393 unit mobil listrik kepada Kementerian Sekretariat Negara (Mensesneg) untuk kendaraan resmi G20 Summit.

President Hyundai Motor Asia Pacific Headquarters Se Young Tack Lee, mengatakan, untuk mendukung kegiatan KTT G20 di Bali mendatang, PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) akan memberikan kendaraan mobil listrik untuk para delegasi KTT G20.

“Dukungan penyediaan mobil listrik Hyundai dan Genesis sebagai kendaraan resmi delegasi G20 menjadi bukti dari komitmen kami sebagai perusahaan otomotif yang mendukung akselerasi mobilitas dan era elektrifikasi di Indonesia,” ujar Se Young Tack Lee.

Tidak hanya PT Hyundai Motors Indonesia, PT Ilectra Motor Group (IMG) yang merupakan anak perusahaan PT Indika Energy Tbk (INDY) juga akan mengirimkan kendaraan listrik berupa motor listrik pada ajang perhelatan KTT G20 di Bali.

Purbaja Pantja selaku Direktur dan Group Chief Investment Officer PT Indika Energy Tbk mengatakan, pihaknya akan mengirimkan 20 unit motor listrik Alva One untuk mendukung perhelatan KTT G20 di Bali mendatang.

“Di KTT G20 nanti kita akan ikut. Alva akan kirimkan 20 unit tapi bukan jualan ya kita bantu untuk dipakai saat KTT G20,” kata Purbaja

Swlanjutnya Wuling Motors (Wuling) juga akan turut meramaikan kendaraan listrik pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 dengan menyediakan 300 unit Air ev untuk digunakan pada gelaran KTT G20 di Bali.

President Director Wuling Motor Shi Guoyong mengatakan, pihaknya akan membantu mendukung gelaran G20 di Bali melalui kendaraan listrik dalam upaya mengurangi emisi karbon menuju Net Zero Emission.

“Kami bangga dapat mendukung KTT G20 di Bali sebagai Official Car Partner. Dukungan ini kami wujudkan dengan menyediakan 300 unit Wuling Air ev yang menjadi pendukung mobilitas ramah lingkungan untuk para delegasi dan organisasi internasional.” Kata President Director Wuling Motors. 

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

LENSA SR: Sekolah Rakyat Dikelola Lebih Terbuka 

Oleh: Rania Zafirah Kehadiran Sekolah Rakyat memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan. Seiring pelaksanaan program tersebut, kebutuhan terhadap informasi yang akurat, mudah diakses, dan dapat dipertanggungjawabkan semakin penting. Penguatan tata kelola informasi diperlukan agar masyarakat memperoleh pemahaman yang jelas mengenai perkembangan Sekolah Rakyat. Menjawab kebutuhan tersebut, Kementerian Sosial (Kemensos) mengembangkan LENSA SR (Layanan Ekosistem Narasi Sekolah Rakyat yang Adaptif) sebagai upaya memperkuat tata kelola informasi terkait Sekolah Rakyat. Sistem tersebut dirancang untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat valid, terintegrasi, dan konsisten. Hingga Mei 2026, Kemensos mencatat sebanyak 5.299 pertanyaan dan aduan yang masuk melalui media sosial. Sebagian besar pertanyaan masyarakat berkaitan dengan lokasi, jadwal, serta ketersediaan Sekolah Rakyat. Tingginya jumlah pertanyaan tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang jelas mengenai pelaksanaan program. Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Komunikasi dan Media Massa, Fatkhurohman LENSA SR dikembangkan untuk mengintegrasikan informasi dari tingkat pusat hingga daerah. Integrasi tersebut penting karena pelaksanaan Sekolah Rakyat melibatkan berbagai unsur dan berlangsung di sejumlah wilayah. Melalui LENSA SR, informasi yang diterima tidak serta-merta digunakan sebagai bahan publikasi. Informasi tersebut terlebih dahulu dikumpulkan dari berbagai sumber dan dikonfirmasi kepada unit yang memiliki kewenangan atau substansi terkait. Sumber informasi yang digunakan mencakup media massa, media sosial, PPID, SP4N-LAPOR!, Command Center 171, laporan Sentra dan Balai, pengelola Sekolah Rakyat, pemerintah daerah, serta informasi yang diperoleh dari lapangan. Keragaman sumber tersebut memungkinkan pemerintah memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai perkembangan dan persoalan yang muncul di lapangan. Selanjutnya, informasi tersebut melalui proses pemeriksaan guna memastikan keakuratan, keterbaruan, konfirmasi, dan pertanggungjawabannya. Setelah dinyatakan sesuai, informasi kemudian diolah menjadi narasi serta rekomendasi respons berdasarkan tingkat kebutuhan. Proses ini menunjukkan bahwa penyampaian informasi tidak hanya berorientasi pada kecepatan, tetapi juga mengutamakan validitas. LENSA SR menerapkan enam tahapan mekanisme, yakni tangkap dan klasifikasi isu, validasi substansi, pengolahan isu dan narasi, rekomendasi respons dan tindak lanjut, diseminasi, serta monitoring dan pembelajaran organisasi. Rangkaian tersebut membentuk siklus pengelolaan informasi yang memungkinkan setiap isu ditangani secara sistematis, mulai dari informasi diterima hingga evaluasi terhadap respons yang diberikan. Kehadiran sistem tersebut juga membuka ruang bagi pertanyaan dan aduan masyarakat untuk menjadi bahan evaluasi. Informasi yang diterima dapat dipetakan berdasarkan isu sehingga pemerintah memiliki dasar untuk memperkuat komunikasi publik sesuai kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, komunikasi tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga bagian dari proses pembelajaran dalam pelaksanaan program. Untuk memastikan keseragaman informasi, LENSA SR dilengkapi dengan Living FAQ, bank narasi, narasi kunci, talking points, template klarifikasi, template bantahan hoaks, bahan pimpinan, serta checklist data-safe dan child-safe. Perangkat tersebut menjadi rujukan agar informasi yang disampaikan melalui berbagai kanal tetap mengacu pada substansi yang sama. Ketersediaan template klarifikasi dan bantahan hoaks juga relevan di tengah arus informasi digital yang berkembang cepat. Masyarakat membutuhkan rujukan yang jelas untuk membedakan informasi yang telah dikonfirmasi dengan informasi yang belum memiliki dasar. Pengelolaan informasi secara terstruktur dapat membantu mencegah kesimpangsiuran sekaligus memperkuat akses masyarakat terhadap informasi resmi. Keterbukaan informasi juga berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap penerima manfaat. Sekolah Rakyat berkaitan langsung dengan anak-anak dan keluarga rentan sehingga penyampaian informasi perlu memperhatikan keamanan dan martabat mereka. Karena itu, prinsip data-safe dan child-safe menjadi bagian dari sistem LENSA SR. Kementerian Sosial berharap LENSA SR dapat menjadi model tata kelola informasi yang nantinya diterapkan pada berbagai program Kemensos lainnya. Sistem tersebut dapat semakin mempermudah masyarakat dalam memperoleh informasi sekaligus mencegah beredarnya informasi yang tidak benar. Harapan tersebut menunjukkan bahwa penguatan tata kelola informasi tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan komunikasi Sekolah Rakyat. Pengalaman yang dibangun melalui LENSA SR juga dapat menjadi dasar pengembangan pola komunikasi publik yang lebih terintegrasi pada berbagai program Kemensos lainnya. Tingginya perhatian masyarakat terhadap Sekolah Rakyat menjadi momentum untuk membangun komunikasi yang semakin terbuka. Ketika masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai lokasi, jadwal, maupun ketersediaan sekolah melalui sumber yang jelas, pemahaman terhadap program dapat terbentuk secara lebih baik. Melalui LENSA SR, Kemensos menargetkan informasi mengenai Sekolah Rakyat tidak sekadar disampaikan secara cepat, tetapi juga telah terkonfirmasi, konsisten, dapat ditelusuri, serta tetap memperhatikan keamanan dan martabat anak maupun keluarga rentan. Pada akhirnya, LENSA SR menjadi bagian dari penguatan tata