Lompat ke konten utama

Kata Papua

Kesadaran Politik Masyarakat di Pilkada 2024 Tingkatkan Kualitas Demokrasi Lokal - Kata Papua

Kesadaran Politik Masyarakat di Pilkada 2024 Tingkatkan Kualitas Demokrasi Lokal

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Kesadaran politik masyarakat dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 merupakan cara untuk menguatkan demokrasi lokal di berbagai daerah. Berbagai inisiatif, termasuk sosialisasi dan pendidikan politik, telah digelar pemerintah daerah untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menentukan pemimpin daerah mereka.

Terkait hal itu, Penjabat Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, Muhammad Zainal Arifin, menyatakan bahwa partisipasi masyarakat merupakan pilar utama demokrasi.

“Demokrasi adalah anugerah tak ternilai. Partisipasi aktif masyarakat, terutama dalam Pemilu dan Pilkada, merupakan kesempatan kita untuk menentukan arah pembangunan daerah melalui pemimpin yang amanah dan kompeten,” kata Zainal Arifin.

Zainal juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menggerakkan perubahan daerah, mendorong mereka untuk aktif terlibat dan mencari informasi tentang isu politik yang relevan.

Senada, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jepara terus berupaya meningkatkan kesadaran warga dalam menggunakan hak pilih mereka. Hal itu disampaikan oleh Komisioner KPU Jepara, Muhammadun.

“Kami berkomitmen untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam setiap tahapan pemilu. Kesadaran masyarakat untuk hadir di Tempat Pemungutan Suara (TPS) semakin meningkat. Data pemilu sebelumnya menunjukkan bahwa partisipasi pemilih naik dari 83 persen pada 2019 menjadi 85 persen pada 2024. Ini adalah indikator positif bahwa warga semakin menyadari pentingnya suara mereka dalam proses demokrasi,” ujarnya.

Muhammadun juga menekankan bahwa kehadiran warga saat Pilkada bukan hanya sekedar hak, tetapi juga merupakan langkah penting dalam menentukan masa depan daerah.

“Setiap suara memiliki makna dan pengaruh yang besar dalam memilih pemimpin yang tepat. Kami ingin masyarakat memahami bahwa pemilu adalah momen penting untuk menyampaikan harapan dan aspirasi mereka,” pungkas Muhammadun.

Peningkatan partisipasi pemilih melalui kesadaran politik yang lebih baik diharapkan dapat menciptakan Pilkada yang demokratis, aman, dan bermartabat. Dengan upaya sosialisasi yang terus digalakkan, partisipasi masyarakat pada Pilkada 2024 diyakini akan berkontribusi signifikan terhadap kualitas demokrasi lokal yang lebih baik di Indonesia.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Kampung Nelayan Merah Putih: Negara Hadir Angkat Hidup Warga Pesisir

Oleh: Bagas Nurahman Kehadiran negara di tengah masyarakat pesisir terus diperkuat melalui Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas kehidupan nelayan melalui pembangunan kawasan yang lebih layak, penyediaan sarana pendukung perikanan, hingga bantuan kapal penangkap ikan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mengangkat produktivitas dan kesejahteraan warga pesisir secara berkelanjutan. Pemerintah kini mematangkan percepatan pembangunan 100 Kampung Nelayan tahap pertama di berbagai daerah. Selain pembangunan kawasan, dukungan juga diberikan melalui pendistribusian bantuan kapal bagi para nelayan. Rangkaian program tersebut menunjukkan upaya pemerintah menghadirkan solusi yang tidak hanya berorientasi pada perbaikan lingkungan tempat tinggal, tetapi juga memperkuat kemampuan masyarakat pesisir dalam mengembangkan kegiatan ekonomi. Pembahasan mengenai perkembangan program tersebut dilakukan dalam pertemuan antara Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono serta Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani di Hambalang, Kabupaten Bogor, Selasa, 1 September 2026. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari koordinasi pemerintah untuk memastikan program strategis sektor kelautan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat. Bagi masyarakat pesisir, pembangunan Kampung Nelayan memiliki arti penting karena kawasan tempat tinggal memiliki hubungan erat dengan aktivitas ekonomi sehari-hari. Karena itu, pemerintah mendorong pembangunan yang mampu menghadirkan lingkungan yang lebih tertata sekaligus mendukung kegiatan nelayan. Pendekatan tersebut diharapkan menciptakan kawasan pesisir yang lebih produktif, nyaman, dan memiliki fasilitas yang memadai. Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya mengatakan perkembangan pembangunan Kampung Nelayan menjadi salah satu perhatian pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Pembangunan kawasan diarahkan untuk mendukung aktivitas masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih layak dan produktif. Dukungan terhadap nelayan juga diperkuat melalui penyediaan kapal yang dapat menunjang kegiatan mereka di laut. Bantuan kapal menjadi salah satu bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap produktivitas nelayan. Ketersediaan sarana melaut yang lebih memadai dapat membantu nelayan menjalankan aktivitas penangkapan ikan dengan lebih optimal. Dengan meningkatnya kapasitas produksi, manfaat ekonomi diharapkan dapat dirasakan tidak hanya oleh nelayan, tetapi juga oleh keluarga dan masyarakat yang bergantung pada sektor perikanan. Konsep KNMP sendiri dikembangkan berdasarkan peninjauan langsung ke berbagai kampung nelayan sejak 2020. Hasil peninjauan menunjukkan masih terdapat kebutuhan terhadap penataan kawasan dan sarana penunjang aktivitas perikanan. Pemerintah kemudian mendorong pembangunan yang disusun berdasarkan kondisi serta kebutuhan nyata masyarakat di setiap wilayah. Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono mengatakan pentingnya menjadikan produktivitas sebagai dasar dalam meningkatkan taraf hidup nelayan. Dengan pendekatan tersebut, pembangunan Kampung Nelayan tidak berhenti pada perbaikan rumah atau lingkungan, tetapi diarahkan untuk membentuk ekosistem ekonomi yang mampu meningkatkan penghasilan dan kemandirian masyarakat. Pengembangan di Biak menjadi salah satu gambaran bagaimana kebutuhan masyarakat menjadi dasar perencanaan KNMP. Kawasan tersebut dikembangkan dengan memperhatikan berbagai fasilitas pendukung, seperti stasiun pengisian bahan bakar nelayan, pabrik es, cold storage, bengkel, balai pertemuan, kawasan kuliner, hingga kantor pengelola. Kehadiran fasilitas yang saling terhubung diharapkan dapat memperlancar rantai kegiatan perikanan dari proses melaut hingga pengelolaan hasil tangkapan. Pemerintah menargetkan pembangunan 5.000 kampung nelayan hingga 2029. Target tersebut memperlihatkan besarnya perhatian pemerintah terhadap masyarakat pesisir sekaligus potensi sektor kelautan sebagai salah satu kekuatan ekonomi nasional. Pengembangan kampung nelayan juga berjalan seiring dengan program budi daya tematik yang mempertimbangkan pemanfaatan teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS) untuk meningkatkan efisiensi produksi. Penguatan masyarakat pesisir juga berkaitan dengan agenda swasembada protein. Sektor kelautan dan perikanan memiliki peran penting dalam menyediakan sumber pangan sekaligus membuka peluang ekonomi. Pengembangan sektor tersebut diharapkan mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat serta memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian nasional. Agar manfaat program benar-benar diterima masyarakat, pemerintah memperkuat sinergi lintas kementerian serta sistem pengawasan. Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan Ashaf mengatakan pentingnya pelaksanaan program yang tepat sasaran, objektif, dan didukung sistem pengawasan yang terukur. Koordinasi internal terus diperkuat agar pembangunan dapat berlangsung cepat, tepat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Melalui Kampung Nelayan Merah Putih, kehadiran negara diwujudkan melalui pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat pesisir. Rumah dan lingkungan yang lebih tertata, fasilitas perikanan yang semakin lengkap, bantuan kapal, serta penguatan teknologi menjadi bagian dari langkah terpadu untuk meningkatkan produktivitas nelayan. Program tersebut pada akhirnya tidak hanya membangun kawasan, tetapi