Kata Papua

KTT ASEAN 2023 Momentum Promosi Wisata dan UMKM Lokal - Kata Papua

KTT ASEAN 2023 Momentum Promosi Wisata dan UMKM Lokal

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

KTT ASEAN 2023 Momentum Promosi Wisata dan UMKM Lokal

Labuan Bajo – Badan Pelaksana Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores atau BPOPLBF akan mengakomodir produk-produk UMKM lokal dalam perhelatan KTT ASEAN 2023.

Direktur Utama BPOLBF Shana Fatina menyebutkan, BPOLBF sebagai salah satu unsur panitia lokal telah mengusulkan produk UMKM lokal kepada panitia nasional Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Setneg agar dapat ditampilkan kepada para delegasi peserta ASEAN Summit ke-42.

Lebih lanjut, Shana menjelaskan sejumlah tarian lokal juga dipersiapkan menyambut para delegasi yang diperkirakan mencapai 500 orang. Kepada para delegasi ini juga nantinya direncanakan untuk disuguhi makanan khas NTT seperti Nasi Kolo (nasi yang dimasak dalam batang bambu), rebok (makanan terbuat dari tepung jagung atau beras), songkol (sejenis makanan yang terbuat dari tepung singkong dan dimasak menggunakan batang bambu).

“Sudah kita diskusikan bersama Pemprov dan didorong menjadi highlight local content NTT,” tuturnya.

Shana pun mengimbau agar pada saat pelaksanaan ASEAN Summit nanti, para pelaku UMKM mampu menyiapkan produk produknya melebihi hari hari biasa.

“Kita ingin mengimbau teman – teman UMKM menyiapkan produknya juga, jangan sampai udah di belanja barangnya habis. Karena itu pernah terjadi juga. Perlu juga perhatian kita bagaimana agar produknya ini ready saat dibeli,” sebut Shana.

Shana juga menambahkan, gelaran ASEAN Summit diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat di Kabupaten Manggarai Barat secara khusus dan masyarakat NTT pada umumnya.

Kehadiran para delegasi dari 11 anggota negara ASEAN diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi baik bagi para pelaku wisata, UMKM lokal serta masyarakat pada umumnya.

Untuk itu menyambut gelaran ASEAN Summit mendatang pihaknya bersama sejumlah stakeholder terkait akan menggelar kegiatan pesta rakyat yang bertujuan memberikan kesempatan bagi UMKM lokal untuk menampilkan produk-produk yang dimiliki.

Pada kesempatan berbeda, Presiden Jokowi menilai penyelenggaraan ASEAN Summit 2023 ini juga sekaligus untuk ajang promosi Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super prioritas. Salah satunya yakni, Desa Golo Mori yang memiliki pemandangan yang bagus dan indah.

“Yang paling penting ini nanti juga kita ingin mempromosikan juga Labuan Bajo sebagai destinasi super prioritas,” ujarnya.

“Di Golo Mori ini bagus, kita lihat yang di Labuan Bajo juga bagus saya kira. Ya semuanya ditengok kanan, tengok kiri, semuanya bagus dan indah,” sambung Jokowi.

Salah satu alasan Presiden Jokowi menunjuk Labuan Bajo sebagai tuan rumah KTT ASEAN Summit 2023 adalah untuk memulihkan industri pariwisata di Indonesia Timur pasca diterpa pandemi Covid-19.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Tokoh Adat Papua Serukan Mahasiswa Tolak Provokasi Demo Reformasi Jilid II 

Tokoh Adat Papua Serukan Mahasiswa Tolak Provokasi Demo Reformasi Jilid II Oleh : Yohanes Wandikbo Munculnya provokasi aksi yang mengatasnamakan Reformasi Jilid II di sejumlah daerah perlu disikapi secara bijak, khususnya oleh kalangan mahasiswa dikenal sebagai kelompok intelektual dan agen perubahan. Di Papua, seruan untuk menjaga stabilitas dan menghindari tindakan provokatif mendapat perhatian dari berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh adat yang mengingatkan pentingnya mengedepankan dialog serta penyampaian aspirasi secara damai. Pesan tersebut menjadi relevan mengingat Papua saat ini sedang berada dalam fase penting pembangunan yang membutuhkan suasana aman dan kondusif.         Setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat di muka umum selama dilakukan sesuai aturan yang berlaku. Namun, demokrasi juga menuntut tanggung jawab. Aspirasi yang disampaikan secara damai akan memberikan ruang bagi terbangunnya komunikasi yang sehat antara masyarakat dan pemerintah. Sebaliknya, aksi yang disertai provokasi, kekerasan, atau tindakan anarkis justru berpotensi merugikan kepentingan masyarakat luas.         Dalam konteks tersebut, Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua Pegunungan sekaligus Ketua Asosiasi Kepala Suku se-Papua Pegunungan, Malaikat Alpius Tabuni, mengingatkan mahasiswa agar tidak terjebak dalam pola demonstrasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, penyampaian aspirasi harus dilakukan secara profesional dan tetap mengedepankan kepentingan bersama. Pandangan tersebut mencerminkan harapan agar ruang demokrasi tetap terjaga tanpa mengorbankan stabilitas yang selama ini terus dibangun.         Papua memiliki pengalaman panjang terkait dampak sosial dan ekonomi yang muncul ketika situasi keamanan terganggu. Berbagai aktivitas masyarakat dapat terhenti, mulai dari kegiatan pendidikan, perdagangan, pelayanan publik, hingga aktivitas ekonomi lainnya. Karena itu, upaya menjaga ketertiban bukan sekadar persoalan keamanan semata, melainkan bagian dari ikhtiar untuk melindungi kepentingan masyarakat yang lebih luas.