Kata Papua

Kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis dan Italia Perkuat Kemitraan Strategis Global - Kata Papua

Kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis dan Italia Perkuat Kemitraan Strategis Global

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis dan Italia Perkuat Kemitraan Strategis Global

Jakarta – Kunjungan kenegaraan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke Prancis menjadi momentum penting dalam memperkuat posisi Indonesia di panggung global sekaligus mempererat kemitraan strategis dengan negara-negara sahabat. Dalam lawatan resmi yang berlangsung di Paris, Presiden Prabowo bertemu langsung dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk membahas berbagai isu strategis di bidang pertahanan, energi bersih, pendidikan, riset, investasi, hingga kerja sama ekonomi.

Dalam pertemuan bilateral di Istana Élysée, kedua pemimpin negara menegaskan komitmen untuk memperkuat hubungan Indonesia–Prancis melalui Comprehensive Strategic Partnership. Presiden Prabowo menilai kerja sama yang erat antara kedua negara sangat penting di tengah situasi global yang masih diwarnai ketidakpastian, konflik, dan berbagai tantangan geopolitik.

Prabowo menegaskan Indonesia akan terus mengedepankan diplomasi dan perdamaian sebagai prinsip utama dalam hubungan internasional. Menurutnya, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membuat dunia semakin terhubung sehingga konflik dan peperangan tidak lagi membawa manfaat bagi siapa pun. Ia juga optimistis kemitraan strategis Indonesia dan Prancis akan menghasilkan kerja sama yang lebih konkret, seimbang, dan berdampak luas bagi kedua negara.

Hasil kunjungan tersebut ditandai dengan tercapainya empat kesepakatan komersial baru yang difokuskan pada sektor ketahanan energi, perdagangan, dan kerja sama pertahanan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut capaian tersebut sebagai hasil konkret dari pertemuan kedua kepala negara.

Selain itu, Presiden Prabowo dan Presiden Macron turut menghadiri peluncuran France–Indonesia High Level Business Council yang mempertemukan 30 pimpinan industri dan perusahaan dari kedua negara dengan total kapitalisasi pasar gabungan mencapai 1,3 triliun dolar Amerika Serikat. Forum ini diharapkan memperkuat hubungan bisnis dan investasi sekaligus mengawal implementasi berbagai kesepakatan yang telah dibangun sebelumnya.

Kunjungan Presiden Prabowo juga mendapat sambutan kenegaraan penuh kehormatan dari Pemerintah Prancis, mulai dari upacara resmi di Les Invalides hingga penyambutan di Istana Élysée. Menurut Teddy, penghormatan tersebut mencerminkan eratnya hubungan bilateral kedua negara.

Usai menyelesaikan agenda di Prancis, Presiden Prabowo melanjutkan lawatan luar negerinya ke Roma, Italia, untuk menjalani sejumlah agenda singkat sebelum kembali ke Tanah Air. Rangkaian kunjungan tersebut menunjukkan komitmen Indonesia dalam memperkuat kerja sama internasional, memperluas kemitraan strategis, serta meningkatkan peran aktif Indonesia dalam menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.*Kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis dan Italia Perkuat Kemitraan Strategis Global*

 

Jakarta – Kunjungan kenegaraan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke Prancis menjadi momentum penting dalam memperkuat posisi Indonesia di panggung global sekaligus mempererat kemitraan strategis dengan negara-negara sahabat. Dalam lawatan resmi yang berlangsung di Paris, Presiden Prabowo bertemu langsung dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk membahas berbagai isu strategis di bidang pertahanan, energi bersih, pendidikan, riset, investasi, hingga kerja sama ekonomi.

 

Dalam pertemuan bilateral di Istana Élysée, kedua pemimpin negara menegaskan komitmen untuk memperkuat hubungan Indonesia–Prancis melalui Comprehensive Strategic Partnership. Presiden Prabowo menilai kerja sama yang erat antara kedua negara sangat penting di tengah situasi global yang masih diwarnai ketidakpastian, konflik, dan berbagai tantangan geopolitik.

 

Prabowo menegaskan Indonesia akan terus mengedepankan diplomasi dan perdamaian sebagai prinsip utama dalam hubungan internasional. Menurutnya, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membuat dunia semakin terhubung sehingga konflik dan peperangan tidak lagi membawa manfaat bagi siapa pun. Ia juga optimistis kemitraan strategis Indonesia dan Prancis akan menghasilkan kerja sama yang lebih konkret, seimbang, dan berdampak luas bagi kedua negara.

 

Hasil kunjungan tersebut ditandai dengan tercapainya empat kesepakatan komersial baru yang difokuskan pada sektor ketahanan energi, perdagangan, dan kerja sama pertahanan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut capaian tersebut sebagai hasil konkret dari pertemuan kedua kepala negara.

 

Selain itu, Presiden Prabowo dan Presiden Macron turut menghadiri peluncuran France–Indonesia High Level Business Council yang mempertemukan 30 pimpinan industri dan perusahaan dari kedua negara dengan total kapitalisasi pasar gabungan mencapai 1,3 triliun dolar Amerika Serikat. Forum ini diharapkan memperkuat hubungan bisnis dan investasi sekaligus mengawal implementasi berbagai kesepakatan yang telah dibangun sebelumnya.

 

Kunjungan Presiden Prabowo juga mendapat sambutan kenegaraan penuh kehormatan dari Pemerintah Prancis, mulai dari upacara resmi di Les Invalides hingga penyambutan di Istana Élysée. Menurut Teddy, penghormatan tersebut mencerminkan eratnya hubungan bilateral kedua negara.

 

Usai menyelesaikan agenda di Prancis, Presiden Prabowo melanjutkan lawatan luar negerinya ke Roma, Italia, untuk menjalani sejumlah agenda singkat sebelum kembali ke Tanah Air. Rangkaian kunjungan tersebut menunjukkan komitmen Indonesia dalam memperkuat kerja sama internasional, memperluas kemitraan strategis, serta meningkatkan peran aktif Indonesia dalam menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Tokoh Adat Papua Serukan Mahasiswa Tolak Provokasi Demo Reformasi Jilid II 

Tokoh Adat Papua Serukan Mahasiswa Tolak Provokasi Demo Reformasi Jilid II Oleh : Yohanes Wandikbo Munculnya provokasi aksi yang mengatasnamakan Reformasi Jilid II di sejumlah daerah perlu disikapi secara bijak, khususnya oleh kalangan mahasiswa dikenal sebagai kelompok intelektual dan agen perubahan. Di Papua, seruan untuk menjaga stabilitas dan menghindari tindakan provokatif mendapat perhatian dari berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh adat yang mengingatkan pentingnya mengedepankan dialog serta penyampaian aspirasi secara damai. Pesan tersebut menjadi relevan mengingat Papua saat ini sedang berada dalam fase penting pembangunan yang membutuhkan suasana aman dan kondusif.         Setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat di muka umum selama dilakukan sesuai aturan yang berlaku. Namun, demokrasi juga menuntut tanggung jawab. Aspirasi yang disampaikan secara damai akan memberikan ruang bagi terbangunnya komunikasi yang sehat antara masyarakat dan pemerintah. Sebaliknya, aksi yang disertai provokasi, kekerasan, atau tindakan anarkis justru berpotensi merugikan kepentingan masyarakat luas.         Dalam konteks tersebut, Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua Pegunungan sekaligus Ketua Asosiasi Kepala Suku se-Papua Pegunungan, Malaikat Alpius Tabuni, mengingatkan mahasiswa agar tidak terjebak dalam pola demonstrasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, penyampaian aspirasi harus dilakukan secara profesional dan tetap mengedepankan kepentingan bersama. Pandangan tersebut mencerminkan harapan agar ruang demokrasi tetap terjaga tanpa mengorbankan stabilitas yang selama ini terus dibangun.         Papua memiliki pengalaman panjang terkait dampak sosial dan ekonomi yang muncul ketika situasi keamanan terganggu. Berbagai aktivitas masyarakat dapat terhenti, mulai dari kegiatan pendidikan, perdagangan, pelayanan publik, hingga aktivitas ekonomi lainnya. Karena itu, upaya menjaga ketertiban bukan sekadar persoalan keamanan semata, melainkan bagian dari ikhtiar untuk melindungi kepentingan masyarakat yang lebih luas.