Kata Papua

Leaders Retreat 2026 Perkuat Kerja Sama Investasi, Energi, dan Ekonomi Digital - Kata Papua

Leaders Retreat 2026 Perkuat Kerja Sama Investasi, Energi, dan Ekonomi Digital

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Leaders Retreat 2026 Perkuat Kerja Sama Investasi, Energi, dan Ekonomi Digital

JAKARTA — Indonesia dan Singapura memperkuat kemitraan ekonomi strategis melalui Leaders’ Retreat 2026 di Istana Merdeka, Jakarta. Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menghasilkan 26 kesepakatan yang mencakup kerja sama antarpemerintah maupun antarpelaku usaha.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Presiden Prabowo mengatakan hubungan Indonesia dan Singapura memiliki nilai strategis karena dibangun atas kepentingan bersama dalam menjaga stabilitas, perdamaian, dan kemakmuran kawasan. Menurutnya, hasil pertemuan tersebut menunjukkan semakin eratnya hubungan bilateral kedua negara.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Di tengah tantangan ekonomi global dan dinamika geopolitik, kedua negara berkomitmen mempercepat implementasi berbagai proyek strategis untuk meningkatkan daya saing ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan kawasan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sebanyak 26 kesepakatan yang dicapai terdiri atas 18 kerja sama antarpemerintah (government-to-government) dan delapan kerja sama antarpelaku usaha (business-to-business). Kerja sama tersebut mencakup sektor perdagangan, investasi, perdagangan listrik lintas batas, energi, ekonomi digital, pengembangan ekosistem digital, serta keamanan siber.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Presiden Prabowo menyatakan seluruh capaian tersebut mencerminkan semakin luas dan mendalamnya kemitraan Indonesia dan Singapura. Pemerintah juga menunjuk BPI Danantara untuk mendukung implementasi sejumlah proyek strategis, termasuk kerja sama perdagangan listrik lintas batas sebagai bagian dari pengembangan energi berkelanjutan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Selain bidang ekonomi, kedua negara menyepakati peningkatan kerja sama di sektor ketahanan pangan, rantai pasok, pengembangan sumber daya manusia, serta implementasi kerja sama pertahanan. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif sekaligus memperkuat konektivitas ekonomi di Asia Tenggara.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pertemuan juga membahas berbagai isu regional dan global, termasuk pentingnya menjaga stabilitas kawasan melalui dialog dan diplomasi. Indonesia dan Singapura kembali menegaskan komitmen memperkuat sentralitas ASEAN serta menjaga keamanan dan keterbukaan Selat Malaka sebagai jalur pelayaran internasional yang strategis bagi perdagangan dunia.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Presiden Prabowo menegaskan bahwa kerja sama kedua negara diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi Indonesia dan Singapura, tetapi juga berkontribusi terhadap stabilitas, pertumbuhan, dan kemakmuran kawasan Asia Tenggara. Melalui Leaders’ Retreat 2026, kedua negara juga menegaskan komitmen memperkuat hubungan bilateral menjelang peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Singapura pada 2027.___

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Sawah Terlindungi, Gudang Siap, Distribusi Lancar: Arah Baru Ketahanan pangan

Sawah Terlindungi, Gudang Siap, Distribusi Lancar: Arah Baru Ketahanan pangan Oleh: Ahmad Fauzan Nugraha Ketahanan pangan merupakan fondasi utama bagi kedaulatan sebuah bangsa. Di tengah meningkatnya tekanan perubahan iklim, gejolak geopolitik, serta dinamika rantai pasok global, kemampuan suatu negara menjamin ketersediaan pangan menjadi indikator penting kekuatan nasional. Karena itu, langkah pemerintah membangun sistem pangan yang terintegrasi, mulai dari perlindungan lahan pertanian, perluasan areal tanam, penguatan infrastruktur penyimpanan, hingga distribusi yang lebih efisien, merupakan arah kebijakan yang patut diapresiasi. Pendekatan yang menyeluruh tersebut menunjukkan bahwa swasembada pangan tidak cukup diwujudkan hanya dengan meningkatkan produksi, tetapi juga membutuhkan tata kelola yang mampu menjaga keberlanjutan pasokan dari hulu hingga hilir.