MBG Dinilai Berada di Jalur yang Tepat, Perkuat Pemenuhan Gizi Generasi
Jakarta — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai berjalan di jalur yang tepat dalam memperkuat pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan. Berbagai pihak menilai implementasi program ini menunjukkan kemajuan signifikan dalam mendukung kualitas sumber daya manusia menuju Generasi Emas 2045.
Presiden Prabowo Subianto mengatakan program MBG sebagai prioritas utama karena menyasar persoalan mendasar, yakni kondisi gizi anak-anak di berbagai daerah.
“Saya yakin saya berada di jalan yang benar. Uang kita ada. Uang kita ada. Saya pertaruhkan kepemimpinan saya 2029, kita lihat,” tuturnya.
Ia juga mengeklaim program tersebut memiliki dampak ekonomi jangka panjang yang signifikan, merujuk pada kajian lembaga internasional.
Menurut Prabowo, manfaat tersebut tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga menyangkut pembangunan kualitas sumber daya manusia.
“Jadi, _this is strategic._ Ini untuk _human capital_ kita,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua LabSosio-LPPSP FISIP UI, Hari Nugroho, menegaskan bahwa penerimaan masyarakat terhadap program ini sangat positif.
“MBG membantu meringankan beban ekonomi keluarga dan menghemat uang jajan anak. Bagi orang tua yang sibuk bekerja di pagi hari, program ini menjadi solusi praktis untuk memastikan anak tetap mendapat makanan bergizi di sekolah,” ujarnya.
Program ini menjawab persoalan dasar yang selama ini kerap dihadapi keluarga rentan. Hampir separuh siswa, yakni 48,5 persen, tercatat jarang atau bahkan tidak sarapan sebelum berangkat ke sekolah. Dengan adanya MBG, 85,8 persen siswa dilaporkan selalu menghabiskan makanan yang disediakan.
Peneliti RISED, M. Fajar Rakhmadi, menyebut dukungan terhadap program ini sangat kuat, terutama dari kelompok rumah tangga yang paling membutuhkan.
“Sebanyak 81 persen orang tua dari rumah tangga rentan mendukung keberlanjutan MBG. Dukungan ini tidak hanya terkait penghematan biaya, tetapi juga memberikan rasa aman dan kepastian bahwa anak mereka memperoleh gizi yang cukup selama berada di sekolah,” jelasnya.
Dampak positif MBG juga dirasakan dalam aspek non-gizi. Anak-anak dinilai lebih bersemangat mengikuti kegiatan belajar, lebih siap menerima pelajaran, dan memiliki kondisi fisik serta mental yang lebih baik selama di sekolah.
Pemerintah pun berkomitmen untuk memastikan program ini berjalan optimal demi menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi.



