Lompat ke konten utama

Kata Papua

Paket Stimulus Fiskal Semester II-2026 Didorong untuk Jaga Daya Beli dan Perputaran Ekonomi - Kata Papua

Paket Stimulus Fiskal Semester II-2026 Didorong untuk Jaga Daya Beli dan Perputaran Ekonomi

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Jakarta – Pemerintah menyiapkan Paket Stimulus Fiskal Semester II-2026 sebagai langkah menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat perputaran ekonomi nasional. Stimulus tersebut disusun melalui berbagai insentif yang menyasar mobilitas masyarakat, penguatan tenaga kerja, hingga dukungan terhadap sektor kreatif dan pendidikan vokasi.

“Diskon transportasi dan juga diskon untuk angkutan udara ini selama liburan sekolah nanti dan juga untuk Nataru,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta.

Ia menjelaskan, pemerintah mengalokasikan anggaran untuk diskon tiket transportasi selama musim libur sekolah dan periode Natal-Tahun Baru 2026. Pada masa libur sekolah, pemerintah menyiapkan Rp190 miliar yang ditargetkan menjangkau sekitar 3,07 juta orang. Sementara untuk momentum Natal dan Tahun Baru, disediakan Rp161,4 miliar dengan sasaran 2,87 juta penerima manfaat.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan stimulus berupa Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) khusus tiket pesawat. Insentif tersebut bernilai Rp472,7 miliar untuk masa libur sekolah dengan target 2,3 juta penumpang dan Rp722 miliar untuk periode Natal-Tahun Baru yang menyasar sekitar 3,7 juta penumpang.

“Jadi itu yang tadi dibahas dan ini semuanya diharapkan bisa menjadi stimulus di kuartal ke-2,” ujar Airlangga.

Tak hanya berfokus pada mobilitas masyarakat, paket stimulus juga diarahkan untuk memperkuat kualitas tenaga kerja nasional. Pemerintah menyiapkan program magang nasional mulai Juli 2026 dengan target 150 ribu peserta dan dukungan anggaran Rp4,14 triliun. Di samping itu, program vokasi nasional akan menyasar 220 ribu lulusan SMK serta 50 ribu korban pemutusan hubungan kerja (PHK) dengan alokasi Rp2,12 triliun.

Pemerintah juga memberikan perhatian kepada sektor kreatif melalui insentif pajak penghasilan final sebesar 1,5 persen bagi para penulis. Total paket stimulus Semester II-2026 diperkirakan mencapai Rp7,8 triliun, di luar insentif PPh final bagi penulis.

Langah tersebut mendapatkan apresiasi dari Anggota Komisi V DPR RI, Sofwan Dedy Ardyanto. Ia menyebut kebijakan pemerintah untuk mendorong mobilitas masyarakat dengan merilis paket stimulus ekonomi khususnya di sektor transportasi publik merupakan kebijakan yang tepat.

“Kami mendukung dan mengapresiasi langkah pemerintah tersebut, karena dalam situasi ekonomi yang melambat seperti ini, diskon dan insentif di sektor transportasi akan meningkatkan mobilitas masyarakat yang pada akhirnya berdampak pada kenaikan belanja konsumsi,” ungkapnya.

Menurut Sofwan, momentum pemberian stimulus pada musim liburan merupakan langkah tepat karena berpotensi menggerakkan masyarakat kelas menengah untuk melakukan perjalanan sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi di berbagai daerah.

“Setidaknya kebijakan ini bisa mendongkrak kembali daya beli masyarakat yang sedang merosot,” pungkas dia.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn

Most Popular

Categories

Related Post

Uncategorized
Mengecam Kelicikan KST Papua Jadikan Masyarakat Papua Tameng Hidup Oleh : Clara Anastasya Wompere Kelompok separatis dan teroris (KST) di Papua merupakan gerombolan kriminal dan pengacau yang sangat licik. Bagaimana tidak, pasalnya mereka dengan sangat tegas menggunakan warga yang merupakan masyarakat orang asli Papua (OAP) untuk menjadi tameng hidup pada saat terjadinya baku tembak dengan pihak aparat keamanan dari personel gabungan ketika mereka sedang terpojok. Satuan Tugas (Satgas) Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Batalyon Infanteri 133 Yudha Sakti terlibat baku tembak dengan gerombolan separatis tersebut, yang mana juga termasuk ke dalam Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kampung Ayata, Kabupaten Maybrat. Dalam baku tembak itu, sebanyak ratusan warga setempat berhasil dievakuasi oleh aparat keamanan untuk bisa menghindarkan mereka dari adanya upaya ataupun potensi akan intimidasi dari kelompok separatis. Seluruh warga telah dievakuasi ke tempat yang aman agar bisa menghindarkan mereka dari KST Papua. Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Letnan Kolonel (Letkol) Infanteri Andika Ganesha Sakti yang memimpin langsung Satgas tersebut berhasil menggagalkan upaya pengibaran bendera Bintang Kejora yang hendak dilakukan oleh kelompok separatis dan teroris dari Organisasi Papua Merdeka itu di Dusun Aimasa Lama, Kampung Ayata, Distrik Aifat Timur Tengah. Diketahui bahwa aksi pengibaran bendera Bintang Kejora tersebut dilakukan dalam rangka untuk memperingati Hari Manifesto Politik Papua Merdeka pada tanggal 1 Desember. Sempat terjadi baku tembak antara gerombolan separatis itu dengan pihak aparat keamanan dari Satgas TNI. Baku tembak tersebut terjadi saat aparat keamanan hendak berupaya untuk menggagalkan rencana pengibaran Bendera Bintang Kejora yang dilakukan oleh kelompok penentang ideologi negara itu. Mereka semua bahkan sempat sangat terdesak karena adanya tindakan tegas yang dilakukan oleh aparat keamanan. Akan tetapi, tatkala sedang terdesak, alih-alih menyerahkan diri, justru KST Papua melakukan cara licik lainnya, yakni melakukan intimidasi kepada warga setempat untuk menjadikan mereka sebagai tameng hidup pada saat baku tembak tersebut terjadi. Sontak, mengetahui adanya kelicikan yang dilakukan oleh gerombolan teroris dari Bumi Cenderawasih itu, aparat keamanan pun langsung bergerak dengan cepat dan dengan sangat hati-hati untuk melakukan penyelamatan kepada para penduduk kampung demi bisa menghindari jatuhnya korban jiwa dari masyarakat sipil. Pergerakan tempur yang dilakukan oleh pihak Satgas TNI sendiri kemudian membuahkan hasil yang sangat optimal, yakni aparat keamanan pada akhirnya berhasil memukul mundur KST Papua dan membuat mereka semua langsung melarikan diri masuk ke arah hutan dan perbukitan. Tentu saja upaya yang dilakukan oleh aparat keamanan tidak hanya berhenti sampai di situ saja, melainkan pihak Satgas TNI langsung mengerahkan sejumlah drone untuk melakukan pemantauan dari udara mengenai pergerakan yang dilakukan oleh gerombolan separatis tersebut. Dari hasil pantauan yang dilakukan melalui drone di udara, ternyata diketahui bahwa KST Papua yang melakukan penyerangan dan sempat melakukan kontak tembak dengan aparat keamanan bahkan hingga menjadikan warga sipil sebagai tameng hidup itu berjumlah sekitar delapan orang yang merupakan pimpinan dari Manfred Fatem. Mereka semua juga terlihat membawa beberapa pucuk senjata api. Terkait hasil pemantauan dan juga penyelidikan yang langsung dilakukan oleh aparat keamanan setelah sempat terjadinya kontak tembak hingga membuat KST Papua terpojok dan melarikan diri itu, Letkol Infanteri Andika Ganesha Sakti kemudian menuturkan bahwa ditemukan rencana dari pihak gerombolan teroris tersebut selain melakukan pengibaran akan bendera Bintang Kejora, namun mereka juga hendak menyusun rencana untuk melakukan penyerangan kepada aparat keamanan serta melakukan aksi teror yang dapat mengganggu kenyamanan serta kedamaian dari masyarakat setempat. Meski begitu, namun untuk saat ini, situasi akan keamanan dan kondusifitas di Kampung Ayata sendiri sudah secara sepenuhnya dikuasai oleh aparat keamanan dari personel gabungan yang terdiri dari TNI dan juga Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), yang mana seluruh aparat keamanan itu jelas akan tetap terus hadir bagi masyarakat untuk bisa memberikan rasa aman kepada warga setempat di Bumi Cenderawasih. Guna bisa memastikan upaya memberikan kenyamanan dan mendatangkan keamanan bagi masyarakat setempat di Papua hingga mereka semua bisa merasa aman, aparat TNI dari Satgas Yonif 133 Yudha Sakti juga memberikan bantuan logistik berupa makanan dan juga dukungan pelayanan kesehatan yang ditujukan bagi sebanyak ratusan penduduk. Lebih lanjut, pihak pasukan aparat keamanan juga sampai saat ini masih terus berupaya untuk melakukan pemburuan kepada para pelaku dari kelompok separatis dan teroris Papua itu serta membuat parameter akan pengamanan di sekitar wilayah perkampungan agar tidak sampai disusupi lagi oleh KST pimpinan Manfred Fatem. Sebenarnya gerombolan teroris dari KST Papua tersebut sama sekali tidak berdaya, pasalnya mereka hanya bisa melancarkan aksi yang sangat licik ketika sedang terpojok dalam baku tembak melawan aparat keamanan Republik Indonesia. Mereka dengan sangat tega bahkan menggunakan warga sipil yang tidak berdosa sebagai tameng hidup. )* Penulis adalah Mahasiswa Papua Tinggal di Yogyakart
On Key

Related Posts