Lompat ke konten utama

Kata Papua

Pembangunan Infrastruktur Perkuat Daya Saing - Kata Papua

Pembangunan Infrastruktur Perkuat Daya Saing

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Pembangunan Infrastruktur Perkuat Daya Saing
Oleh : Saiful Anwar )*
Pembangunan infrastruktur merupakan hal yang perlu dilakukan, tidak hanya untuk mempermudah masyarakat beraktifitas, namun pembangunan infrastruktur juga dapat meningkatkan daya saing untuk bisa berkompetisi di level global.
Infrastruktur seperti jalan tol, Bandara, pelabuhan dan semua fasilitas pendukung lain adalah kunci untuk membuat barang-barang lokal bisa memiliki daya saing.
Jalan tol akan membuat mobilitas barang dan orang menjadi lebih cepat, hal ini tentu saja akan menjadikan pelaku mampu melakukan efisiensi baik dari segi waktu dan biaya. Di mana hal tersebut nantinya biasa menekan biaya produksi yang akhirnya membuat harga barang menjadi lebih terjangkau (murah).
Misalnya dengan beroperasinya Tol Cibitung-Cilincing, barang-barang yang berasal dari kawasan industri dan logistik di Bekasi dan Karawang akan bergerak jauh lebih cepat menuju Pelabuhan Tanjung Priok. Begitu pula sebaliknya, komoditas yang berangkat dari pelabuhan menuju kawasan industri dan logistik juga akan lebih cepat sehingga tercipta efisiensi dan efektivitas.
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menuturkan alasan dirinya menekankan pembangunan fisik di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini dilakukan karena, pembangunan fasilitas untuk publik dapat memberikan akselerasi terhadap pemberdayaan manusia di daerah-daerah terpencil dan terdepan di seluruh Indonesia.
Dengan adanya infrastruktur tersebut, Jokowi ingin agar produk-produk dan barang-barang yang ada Indonesia dapat agar bersaing bila diadu kompetisi dengan produk negara lain. Sehingga daya saing kita akan menjadi lebih baik dan lebih kuat.
Guru Besar dan Ekonom UI Fithra Faisal menyebutkan, bahwa infrastruktur yang dibangun telah memberikan dampak positif untuk sisi sosial maupun ekonomi. Beberapa proyek yang dimaksud seperti proyek ketenagalistrikan yang sudah berhasil memberikan penerangan pada 1,7 juta rumah tangga baru, proyek air bersih dan irigasi yang telah mampu meningkatkan kapasitas air hingga 10.140 liter/detik. Proyek tersebut telah memenuhi kebutuhan air bersih untuk 1,5 juta rumah tangga atau 5,8 juta jiwa. Selain itu, proyek irigasi juga mampu mengairi 96 ribu hektare persawahan.
Pembangunan infrastruktur merupakan bukti kepedulian pemerintah terhadap nasib bangsa yang menginginkan kemajuan, sudah sepatutnya masyarakat juga menyambut baik pembangunan yang terus dilakukan oleh pemerintah.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menjelaskan bahwa manfaat pembangunan infrastruktur akan mempercepat pengembangan yang selama ini sudah dilakukan seperti pembangunan jalan tol, bandara hingga pelabuhan.
Dalam kesempatan lain pada acara pengukuhan Guru Besar Universitas Indonesia (UI), Mohammed Ali Berawi selaku Guru Besar Ilmu Teknik Sipil memaparkan empat pembahasan pembangunan infrastruktur. Dirinya memaparkan pentingnya perencanaan pembangunan infrastruktur bernilai tambah untuk meningkatkan kelayakan proyek. Ali melakukan beberapa kajian dan penelitian pada proyek infrastruktur.
Penelitian berupa mengembangkan desain konseptual infrastruktur terpadu yang disebut Public Railways and Stormwater Infrastruktur (PRASTI) Tunnel, pembangunan jembatan selat sunda, dan pengembangan kota cerdas untuk Ibu Kota Negara (IKN). PRASTI Tunnel merupakan sebuah konsep pembangunan terowongan bawah tanah untuk jalur kereta yang direncanakan terintegrasi dengan saluran pengendalian banjir.
Sehingga diharapkan mampu memberikan nilai efisiensi dan efektivitas tinggi bagi pembangunan megaproyek infrastruktur. PRASTI Tunel berfungsi sebagai infrastruktur komersial dalam rangka mengurai kemacetan sekaligus sebagai infrastruktur sosial yang dapat mengendalikan banjir di Jakarta. Yakni dengan mengintegrasikan tiga fungsi utama dalam satu terowongan yang terdiri dari fasilitas transportasi publik, kereta api bandara dan pengendali banjir (stormwater).
Sebagai negara kepulauan tentunya Indonesia membutuhkan konektivitas yang baik untuk melancarkan pergerakan manusia maupun distribusi logistik ke seluruh wilayah Indonesia sampai ke daerah terpencil, terluar, tertinggal dan perbatasan (3TP). Sehingga dibutuhkan pembangunan infrastruktur di sektor transportasi demi efisiensi logistik.
Saat ini transportasi angkutan barang menggunakan moda angkutan jalan masih menjadi yang paling dominan dalam sistem logistik di Indonesia. Dari data Ditjen Hubdat Kemenhub tercatat peran angkutan logistik melalui jalan raya mencapai 80-90 persen, sisanya menggunakan moda transportasi lain.
Pada kesempatan berbeda, Menteri BUMN Erick Thohir yang mengembangkan Indonesia Investmen Authority (INA) yakni pembangunan infrasktruktur dengan investasi bukan dengan utang ataupun APBN. Pembangunan Infrastruktur tidak hanya menunjang aktivitas masyarakat saja, tetapi juga pembangunan infrastruktur yang baik tentu saja dapat menarik minat investor untuk menanamkan modal atau berinvestasi ke Indonesia.
)* Penulis adalah kontributor Persada Insitute

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Kampung Nelayan Merah Putih: Negara Hadir Angkat Hidup Warga Pesisir

Oleh: Bagas Nurahman Kehadiran negara di tengah masyarakat pesisir terus diperkuat melalui Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas kehidupan nelayan melalui pembangunan kawasan yang lebih layak, penyediaan sarana pendukung perikanan, hingga bantuan kapal penangkap ikan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mengangkat produktivitas dan kesejahteraan warga pesisir secara berkelanjutan. Pemerintah kini mematangkan percepatan pembangunan 100 Kampung Nelayan tahap pertama di berbagai daerah. Selain pembangunan kawasan, dukungan juga diberikan melalui pendistribusian bantuan kapal bagi para nelayan. Rangkaian program tersebut menunjukkan upaya pemerintah menghadirkan solusi yang tidak hanya berorientasi pada perbaikan lingkungan tempat tinggal, tetapi juga memperkuat kemampuan masyarakat pesisir dalam mengembangkan kegiatan ekonomi. Pembahasan mengenai perkembangan program tersebut dilakukan dalam pertemuan antara Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono serta Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani di Hambalang, Kabupaten Bogor, Selasa, 1 September 2026. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari koordinasi pemerintah untuk memastikan program strategis sektor kelautan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat. Bagi masyarakat pesisir, pembangunan Kampung Nelayan memiliki arti penting karena kawasan tempat tinggal memiliki hubungan erat dengan aktivitas ekonomi sehari-hari. Karena itu, pemerintah mendorong pembangunan yang mampu menghadirkan lingkungan yang lebih tertata sekaligus mendukung kegiatan nelayan. Pendekatan tersebut diharapkan menciptakan kawasan pesisir yang lebih produktif, nyaman, dan memiliki fasilitas yang memadai. Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya mengatakan perkembangan pembangunan Kampung Nelayan menjadi salah satu perhatian pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Pembangunan kawasan diarahkan untuk mendukung aktivitas masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih layak dan produktif. Dukungan terhadap nelayan juga diperkuat melalui penyediaan kapal yang dapat menunjang kegiatan mereka di laut. Bantuan kapal menjadi salah satu bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap produktivitas nelayan. Ketersediaan sarana melaut yang lebih memadai dapat membantu nelayan menjalankan aktivitas penangkapan ikan dengan lebih optimal. Dengan meningkatnya kapasitas produksi, manfaat ekonomi diharapkan dapat dirasakan tidak hanya oleh nelayan, tetapi juga oleh keluarga dan masyarakat yang bergantung pada sektor perikanan. Konsep KNMP sendiri dikembangkan berdasarkan peninjauan langsung ke berbagai kampung nelayan sejak 2020. Hasil peninjauan menunjukkan masih terdapat kebutuhan terhadap penataan kawasan dan sarana penunjang aktivitas perikanan. Pemerintah kemudian mendorong pembangunan yang disusun berdasarkan kondisi serta kebutuhan nyata masyarakat di setiap wilayah. Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono mengatakan pentingnya menjadikan produktivitas sebagai dasar dalam meningkatkan taraf hidup nelayan. Dengan pendekatan tersebut, pembangunan Kampung Nelayan tidak berhenti pada perbaikan rumah atau lingkungan, tetapi diarahkan untuk membentuk ekosistem ekonomi yang mampu meningkatkan penghasilan dan kemandirian masyarakat. Pengembangan di Biak menjadi salah satu gambaran bagaimana kebutuhan masyarakat menjadi dasar perencanaan KNMP. Kawasan tersebut dikembangkan dengan memperhatikan berbagai fasilitas pendukung, seperti stasiun pengisian bahan bakar nelayan, pabrik es, cold storage, bengkel, balai pertemuan, kawasan kuliner, hingga kantor pengelola. Kehadiran fasilitas yang saling terhubung diharapkan dapat memperlancar rantai kegiatan perikanan dari proses melaut hingga pengelolaan hasil tangkapan. Pemerintah menargetkan pembangunan 5.000 kampung nelayan hingga 2029. Target tersebut memperlihatkan besarnya perhatian pemerintah terhadap masyarakat pesisir sekaligus potensi sektor kelautan sebagai salah satu kekuatan ekonomi nasional. Pengembangan kampung nelayan juga berjalan seiring dengan program budi daya tematik yang mempertimbangkan pemanfaatan teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS) untuk meningkatkan efisiensi produksi. Penguatan masyarakat pesisir juga berkaitan dengan agenda swasembada protein. Sektor kelautan dan perikanan memiliki peran penting dalam menyediakan sumber pangan sekaligus membuka peluang ekonomi. Pengembangan sektor tersebut diharapkan mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat serta memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian nasional. Agar manfaat program benar-benar diterima masyarakat, pemerintah memperkuat sinergi lintas kementerian serta sistem pengawasan. Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan Ashaf mengatakan pentingnya pelaksanaan program yang tepat sasaran, objektif, dan didukung sistem pengawasan yang terukur. Koordinasi internal terus diperkuat agar pembangunan dapat berlangsung cepat, tepat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Melalui Kampung Nelayan Merah Putih, kehadiran negara diwujudkan melalui pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat pesisir. Rumah dan lingkungan yang lebih tertata, fasilitas perikanan yang semakin lengkap, bantuan kapal, serta penguatan teknologi menjadi bagian dari langkah terpadu untuk meningkatkan produktivitas nelayan. Program tersebut pada akhirnya tidak hanya membangun kawasan, tetapi