Lompat ke konten utama

Kata Papua

Pembukaan P20 Momentum Percepat Kebangkitan Global - Kata Papua

Pembukaan P20 Momentum Percepat Kebangkitan Global

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Pembukaan P20 Momentum Percepat Kebangkitan Global
Oleh : Putri Ganeswari )*

Pembukaan P20 merupakan sebuah momentum terbaik untuk bisa lebih mempercepat kebangkitan global secara bersama-sama. Seluruh negara delegasi diharapkan bisa turut serta mendorong terus aksi nyata untuk merespon segala permasalahan dunia.
Seluruh persiapan untuk pembukaan forum internasional The 8th G20 Parliamentary Speaker Summit (P20) sudah dilakukan dengan sangat baik oleh Indonesia selaku tuan rumah. Bahkan untuk pengecekan persiapan akhir, langsung didatangi oleh Ketua DPR RI, Puan Maharani dan dirinya sempat mengendarai Hyundai Ionic 5, mobil listrik yang akan digunakan sebagai kendaraan bagi delegasi P20.
Penggunaan mobil listrik tersebut memang sudah sangat sejalan dengan salah satu tema utama penyelenggaraan P20, yakni mengenai pembangunan yang berkelanjutan dan juga ekonomi hijau. Dengan itu, DPR RI memang sangat menunjukkan betapa kuatnya komitmen dan andil Indonesia sebagai tuan rumah mengenai upaya pengurangan emisi.
Terkonfirmasi secara resmi, terdapat 24 negara yang hadir dalam P20 di Jakarta tersebut, yang mana terdiri atas 29 chambers dan 2 organisasi Internasional. Menurut Puan, terdapat total 347 orang yang menjadi peserta P20 dengan rincian 19 ketua parlemen, 14 wakil ketua parlemen, 30 anggota parlemen, 3 pimpinan organisasi internasional, serta 12 Sekretaris Jenderal dan 14 orang Duta Besar.
Salah satu acara yang langsung melibatkan para delegasi adalah penanaman pohon, yang mana menjadi simbol dukungan P20 untuk benar-benar bisa mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan. Bukan hanya itu, namun DPR RI sendiri menunjukkan aksi nyatanya dengan memberikan praktik perubahan penggunaan energi, yakni adanya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang dibangun untuk memenuhi tambahan kebutuhan listrik di lingkungan parlemen.
Lebih lanjut, Puan juga menegaskan bahwa selaku tuan rumah, DPR RI pastinya terus menunjukkan dan memberikan wajah terbaiknya di hadapan seluruh pimpinan parlemen negara anggota G20 yang hadir dalam gelaran P20 tersebut. Menurutnya hal itu adalah momn yang sangat istimewa dan dirinya terus memastikan supaya semua delegasi dan tamu yang datang merasa nyaman saat mengikuti acara.
Untuk diketahui, memang dalam gelaran P20, seluruh negara anggota G20 tentunya diundang dalam acara tersebut, termasuk juga beberapa delegasi lainnya. Dengan segala persiapan yang sudah dilakukan sebagik mungkin oleh Indonesia, bahkan tidak sedikit anggota delegasi yang mengaku bahwa penetapan standar yang digunakan oleh DPR RI sangatlah tinggi dalam acara tersebut dan sangat pantas untuk diberikan apresiasi tinggi.
Termasuk salah satunya adalah mengenai protokol COVID-19 karena memang saat ini kondisi masih dalam masa pandemi yang belum benar-benar berakhir. Di saat masih ada beberapa negara yang terus berjuang melawan pandemi, Indonesia terbukti sukses dalam penanganan dan pengendalian pandemi, sehingga sepatutnya bisa dijadikan contoh oleh negara lain, khususnya untuk penyelenggaraan event internasional.
Selain itu, Indonesia sendiri juga dinilai telah berhasil menampilkan keramahtamahan, yang memang menjadi salah satu andalan dalam setiap menyelenggarakan pertemuan. Hal itu membuat para delegasi menjadi jauh lebih optimis bahwa semua persoalan global bisa diatasi secara bersama-sama dengan kerja sama yang baik antar seluruh pihak.
Tidak hanya itu, akan tetapi Indonesia dinilai telah memberikan seluruh pelayanannya dengan sangat baik bahkan menciptakan kesan khusus di hati para delegasi sehingga mereka memiliki ketertarikan sendiri untuk datang kembali ke Tanah Air dan menikmati keindahan alam Nusantara untuk melakukan pariwisata.
Sementara itu, Puan Maharani juga menyatakan bahwa penyelenggaraan P20 akan menjadi momentum terbaik dalam rangka penguatan kolaborasi untuk bisa menghadapi seluruh tantangan global pada masa mendatang. Tema besar yang diangkat adalah ‘Stronger Parliament for Sustainable Recovery’, yang mana sejalan pula dengan tema Presidensi G20, yakni ‘Recover Together, Recover Stronger’.
Dalam P20 sendiri membahas empat isu prioritas yakni soal akselerasi pembangunan berkelanjutan dan ekonomi hijau, ketahanan pangan dan energi, serta tantangan ekonomi, kemudian mengenai parlemen yang efektif dan demokrasi dinamis, hingga terkait inklusi sosial, kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.
Ketua DPR RI menyatakan bahwa seluruh isu yang diangkat dalam P20 tersebut memang sudah sangat relevan dalam rangka percepatan pemulihan global, utamanya ketika pascapandemi COVID-19. Termasuk di dalamnya untuk bisa menghadapi berbagai macam permasalahan aktual global yang saat ini dihadapi. Menurutnya memang sangat diperlukan komitmen bersama dari setiap negara delegasi untuk bisa lebih membangun hubungan baik.
Hasil dari penyelenggaraan forum P20, diharapkan akan bisa ada sebuah penetapan kesepakatan bersama yang terus mendorong seluruh pihak melakukan aksi nyata dalam merespon berbagai masalah global. Kesepakatan tersebut khususnya adalah berkomitmen untuk membangun dunia yang jauh lebih sehat dan aman serta damai.
Pembukaan forum internasional P20 yang dilakukan langsung di Indonesia selaku tuan rumah, memang telah sangat sukses dilakukan. Hal tersebut merupakan buah dari keseriusan dan komitmen DPR RI dalam menjalankan seluruh persiapannya selama ini. Selain itu, dengan dibukanya P20, maka juga akan menjadi momentum terbaik untuk mempercepat kebangkitan global.

)* Penulis adalah kontributor ruang Baca Nusantara

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Pemerataan SDM Koperasi Merah Putih Menjaga Operasional yang Lebih Kuat

Oleh : Antonius Utomo Pemerataan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu faktor kunci dalam memastikan keberhasilan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang saat ini terus berkembang di berbagai daerah di Indonesia. Di tengah upaya pemerintah memperkuat ekonomi kerakyatan melalui koperasi, keberadaan SDM yang kompeten, merata, dan memiliki kapasitas manajerial yang baik menjadi fondasi penting agar setiap koperasi mampu menjalankan fungsi pelayanan, distribusi, hingga pengembangan usaha secara optimal. Program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah tidak hanya berfokus pada pembentukan kelembagaan, tetapi juga menempatkan penguatan kualitas pengurus, pengawas, dan pengelola koperasi sebagai prioritas utama. Langkah ini menjadi penting karena koperasi yang tumbuh secara cepat membutuhkan sumber daya manusia yang mampu mengelola organisasi secara profesional, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Pemerataan SDM yang berkualitas akan memastikan tidak ada kesenjangan kapasitas antarwilayah sehingga seluruh koperasi dapat berkembang dengan standar yang relatif setara. Dalam berbagai kesempatan, pemerintah menegaskan bahwa keberhasilan Koperasi Merah Putih tidak hanya ditentukan oleh modal usaha maupun infrastruktur pendukung, tetapi juga oleh kualitas individu yang menjalankan operasional koperasi setiap hari. Oleh karena itu, berbagai program pelatihan, pendampingan, serta peningkatan kompetensi terus dilakukan guna memperkuat kemampuan pengurus dalam bidang manajemen usaha, tata kelola keuangan, digitalisasi layanan, hingga pengembangan jejaring bisnis. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menciptakan koperasi yang sehat dan berkelanjutan. Pemerataan SDM juga memiliki peran strategis dalam menjaga konsistensi layanan kepada masyarakat. Dengan kapasitas yang merata, setiap koperasi dapat memberikan pelayanan yang lebih profesional, cepat, dan akuntabel. Masyarakat sebagai anggota koperasi akan memperoleh manfaat yang lebih besar karena pengelolaan usaha berjalan secara efektif serta mampu merespons kebutuhan ekonomi lokal dengan lebih tepat. Kondisi ini pada akhirnya akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap koperasi sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi yang nyata. Langkah pemerintah mendorong pelatihan dan pengembangan SDM sejalan dengan pentingnya investasi pada kualitas sumber daya manusia sebagai penopang keberlanjutan organisasi. Berbagai lembaga dan institusi juga menempatkan program pengembangan SDM sebagai instrumen utama dalam meningkatkan kinerja dan daya saing organisasi. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah lembaga tidak hanya bergantung pada sistem yang dibangun, tetapi juga pada kualitas manusia yang mengelolanya. Keberadaan SDM yang merata juga akan memperkuat koordinasi antar-Koperasi Merah Putih di berbagai daerah. Dengan standar kompetensi yang relatif sama, proses berbagi pengalaman, transfer pengetahuan, dan kolaborasi usaha dapat berjalan lebih efektif. Setiap koperasi memiliki peluang untuk belajar dari praktik terbaik yang diterapkan di daerah lain, sehingga tercipta ekosistem koperasi yang saling mendukung dan tumbuh bersama. Sinergi semacam ini sangat penting untuk membangun ketahanan ekonomi masyarakat dari tingkat lokal hingga nasional. Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengatakan  para manajer KDKMP yang telah mendapatkan surat keputusan (SK) penempatan di luar domisili agar menerimanya. Penempatan lintas daerah untuk mengisi kebutuhan SDM di wilayah yang pembangunan KDKMP-nya telah selesai. KDKMP yang telah selesai pembangunanya membutuhkan manajer untuk segera beroperasi. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan manajer akan mendapatkan gaji antara Rp6,3 juta-8,3 juta yang terdiri dari komponen gaji dan tunjangan sesuai dengan UMK setempat. Gaji tersebut diberikan karena manajer mempunyai tanggung jawab yang berat untuk mengembangkan ekosistem desa. Para manajer ini akan mengelola koperasi sebagai infrastruktur pemerintah untuk menangani subsidi bantuan pemerintah dan mengembangkan ekonomi desa. Selain itu, pemerataan SDM dapat mendorong lahirnya kepemimpinan koperasi yang adaptif dan visioner. Pengurus yang memiliki pemahaman kuat mengenai tata kelola organisasi akan lebih mampu menyusun strategi pengembangan usaha yang sesuai dengan potensi daerah masing-masing. Mereka juga dapat mengidentifikasi peluang ekonomi baru yang dapat memberikan nilai tambah bagi anggota koperasi. Dengan demikian, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga ekonomi, tetapi juga menjadi motor penggerak pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Ke depan, penguatan SDM Koperasi Merah Putih perlu terus dilakukan secara berkelanjutan. Pelatihan yang terstruktur, sistem sertifikasi kompetensi, pemanfaatan teknologi pembelajaran digital, serta pendampingan langsung di lapangan dapat menjadi instrumen yang efektif untuk menjaga kualitas pengelolaan koperasi. Langkah tersebut akan memastikan bahwa setiap koperasi memiliki kapasitas yang cukup untuk menghadapi berbagai tantangan sekaligus memanfaatkan peluang yang tersedia. Pemerataan SDM pada akhirnya bukan sekadar upaya meningkatkan kemampuan individu, melainkan