Lompat ke konten utama

Kata Papua

Pemerintah Fokus Ciptakan Pemilu Damai di Tengah Resesi - Kata Papua

Pemerintah Fokus Ciptakan Pemilu Damai di Tengah Resesi

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Oleh : Ridwan Putra Khalan

Pemerintah RI terus berfokus untuk bisa menciptakan gelaran Pemilihan Umum (Pemilu) di tahun 2024 mendatang dengan damai, meski di tengah ancaman risiko resesi akibat kondisi perekonomian dunia yang serba tidak pasti seperti sekarang ini.

Kondisi di tahun 2023 ini memang penuh akan ketidakpastian, bahkan Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), yang juga menjabat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia (Menkeu RI), Sri Mulyani Indrawati memperkirakan bahwa negara-negara maju seperti di Amerika Serikat (AS) dan juga Eropa akan masuk ke dalam jurang resesi tersebut.

Dalam konferensi pers yang dilakukannya di Aula Mezzaninen Kementerian Keuangan, Sri Mulyani menyatakan bahwa ke depan, ekonomi global memang diperkirakan akan tumbuh dengan lebih lambat. Hal tersebut menurutnya adalah diakibatkan dari fragmentasi yang muncul akibat kondisi geopolitik dan juga masih adanya risiko resesi.

Di sisi lain, International Monetary Fund (IMF) juga telah memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi di Amerika Serikat tersebut hanya akan mencapai pada angka 1,4 persen saja pada tahun 2023 ini. Sementara itu, untuk di kawasan Eropa menurut IMF diperkirakan perekonomiannya hanya akan mencapai angka 0,7 persen saja pada tahun ini.

Hal tersebut terus menurun jika dibandingkan dengan bagaimana proyeksi terakhir yang dimiliki oleh Komisi Eropa, yang mana memiliki pertumbuhan ekonomi pada tahun 2022 lalu, yang diramal yakni sebesar 3,2 persen secara tahunan (yoy), angka tersebut sebenarnya juga sudah mengalami perlambatan apabila dibandingkan dengan realisasi pada tahun 2021 silam yang sebesar 5,3 persen secara tahunan (yoy).
Dikarenakan pada tahun 2023 ini memang ekonomi dunia sedang diramalkan akan jatuh ke dalam jurang resesi, maka sudah banyak negara yang kini melakukan sejumlah persiapkan untuk bisa mengantisipasi agar tekanan yang diterima oleh negara mereka tidak terlalu berat dan semakin membuat rakyat menjadi sengsara, termasuk upaya antisipasi tersebut terus dilakukan oleh Pemerintah Republik Indonesia (RI).
Diketahui bahwa Presiden RI, Joko Widodo akan melakukan pengelolaan dana sebesar Rp 3.061,2 triliun, yang mana hal tersebut telah tertera dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) yang baru saja disetujui menjadi Undang-Undang (UU) dalam gelaran Sidang Paripurna oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI).
Terkait hal tersebut, Presiden Jokowi mengaku bahwa dirinya selalu menyampaikan kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani bahwa APBN yang dimiliki oleh Indonesia harus terus dihemat dan dijaga dengan sangat hati-hati agar tidak terlalu banyak dikeluarkan untuk kepentingan yang kurang mendesak. Menurut Presiden Jokowi, pengeluaran APBN harus dilakukan untuk keperluan yang produktif dan memang harus memunculkan return yang jelas.
Sementara itu, Menkeu RI, Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bahwa dana belanja memang akan difokuskan oleh pemerintah kepada beberapa hal yang penting saja, seperti peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), dilakukan untuk mendukung persiapan Pemilihan Umum (Pemilu) yang damai di Indonesia pada tahun 2024 mendatang, kemudian juga diperuntukkan bagi akselerasi pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), serta menyelesaikan beragam proyek infrastruktur strategis yang memang bermanfaat bagi masyarakat dan perekonomian nasional.
Mengenai upaya untuk menciptakan adanya pesta demokrasi dan kontestasi pemilu yang damai, Pemerintah juga menggandeng beberapa stakeholder terkait bahkan hingga di tingkat daerah, salah satunya adalah di Yogyakarta. Pejabat Walikota Yogyakarta, Sumadi meminta kepada seluruh masyarakat untuk bisa ikut bekerjasama dalam menciptakan Pemilu pada tahun 2024 mendatang dengan damai.
Dirinya berharap supaya dalam penyelenggaraan Pemilu 2024 tersebut tidak diwarnai dengan adanya politisasi agama, kemudian juga tidak diwarnai dengan adanya isu-isu SARA (suku, agama, ras dan antargolongan) hingga supaya tidak terjadi politik uang. Menurutnya, seluruh pihak memang harus terus berupaya untuk menciptakan kondisi aman dan nyaman saat penyelenggaraan pesta demokrasi tersebut. Sehingga adanya Pemilu tahun 2024 mampu terhindar dari informasi hoax dan mampu meningkatkan partisipasi pemilih sesuai dengan kemauan mereka.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bakesbangpol Yogyakarta, Budi Santosa menyatakan bahwa iphaknya juga telah memiliki rangkaian antisipasi dalam Pemilu di tahun 2024 mendatang agar bisa berjalan dengan damai, yakni dengan cara menyelenggarakan pendidikan politik bagi anak sekolah hingga pada tingkat keluarga. Menurutnya, hal tersebut dilakukan untuk bisa memberikan edukasi mengenai politik, utamanya dalam menyikapi Pemilu 2024.
Meski di tengah adanya ancaman risiko dan potensi resesi akibat kondisi perekonomian global yang serba tidak pasti seperti sekarang ini, namun Pemerintah RI terus berupaya agar berjalannya pesta demokrasi di Tanah Air, yakni Pemilu tahun 2024 mendatang sama sekali tidak terpengaruh oleh ancaman tersebut sehingga terus berfokus untuk menciptakan kondisi Pemilu yang damai.

)* Penulis adalah kontributor Ruang Baca Nusantara

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

LENSA SR: Sekolah Rakyat Dikelola Lebih Terbuka 

Oleh: Rania Zafirah Kehadiran Sekolah Rakyat memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan. Seiring pelaksanaan program tersebut, kebutuhan terhadap informasi yang akurat, mudah diakses, dan dapat dipertanggungjawabkan semakin penting. Penguatan tata kelola informasi diperlukan agar masyarakat memperoleh pemahaman yang jelas mengenai perkembangan Sekolah Rakyat. Menjawab kebutuhan tersebut, Kementerian Sosial (Kemensos) mengembangkan LENSA SR (Layanan Ekosistem Narasi Sekolah Rakyat yang Adaptif) sebagai upaya memperkuat tata kelola informasi terkait Sekolah Rakyat. Sistem tersebut dirancang untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat valid, terintegrasi, dan konsisten. Hingga Mei 2026, Kemensos mencatat sebanyak 5.299 pertanyaan dan aduan yang masuk melalui media sosial. Sebagian besar pertanyaan masyarakat berkaitan dengan lokasi, jadwal, serta ketersediaan Sekolah Rakyat. Tingginya jumlah pertanyaan tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang jelas mengenai pelaksanaan program. Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Komunikasi dan Media Massa, Fatkhurohman LENSA SR dikembangkan untuk mengintegrasikan informasi dari tingkat pusat hingga daerah. Integrasi tersebut penting karena pelaksanaan Sekolah Rakyat melibatkan berbagai unsur dan berlangsung di sejumlah wilayah. Melalui LENSA SR, informasi yang diterima tidak serta-merta digunakan sebagai bahan publikasi. Informasi tersebut terlebih dahulu dikumpulkan dari berbagai sumber dan dikonfirmasi kepada unit yang memiliki kewenangan atau substansi terkait. Sumber informasi yang digunakan mencakup media massa, media sosial, PPID, SP4N-LAPOR!, Command Center 171, laporan Sentra dan Balai, pengelola Sekolah Rakyat, pemerintah daerah, serta informasi yang diperoleh dari lapangan. Keragaman sumber tersebut memungkinkan pemerintah memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai perkembangan dan persoalan yang muncul di lapangan. Selanjutnya, informasi tersebut melalui proses pemeriksaan guna memastikan keakuratan, keterbaruan, konfirmasi, dan pertanggungjawabannya. Setelah dinyatakan sesuai, informasi kemudian diolah menjadi narasi serta rekomendasi respons berdasarkan tingkat kebutuhan. Proses ini menunjukkan bahwa penyampaian informasi tidak hanya berorientasi pada kecepatan, tetapi juga mengutamakan validitas. LENSA SR menerapkan enam tahapan mekanisme, yakni tangkap dan klasifikasi isu, validasi substansi, pengolahan isu dan narasi, rekomendasi respons dan tindak lanjut, diseminasi, serta monitoring dan pembelajaran organisasi. Rangkaian tersebut membentuk siklus pengelolaan informasi yang memungkinkan setiap isu ditangani secara sistematis, mulai dari informasi diterima hingga evaluasi terhadap respons yang diberikan. Kehadiran sistem tersebut juga membuka ruang bagi pertanyaan dan aduan masyarakat untuk menjadi bahan evaluasi. Informasi yang diterima dapat dipetakan berdasarkan isu sehingga pemerintah memiliki dasar untuk memperkuat komunikasi publik sesuai kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, komunikasi tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga bagian dari proses pembelajaran dalam pelaksanaan program. Untuk memastikan keseragaman informasi, LENSA SR dilengkapi dengan Living FAQ, bank narasi, narasi kunci, talking points, template klarifikasi, template bantahan hoaks, bahan pimpinan, serta checklist data-safe dan child-safe. Perangkat tersebut menjadi rujukan agar informasi yang disampaikan melalui berbagai kanal tetap mengacu pada substansi yang sama. Ketersediaan template klarifikasi dan bantahan hoaks juga relevan di tengah arus informasi digital yang berkembang cepat. Masyarakat membutuhkan rujukan yang jelas untuk membedakan informasi yang telah dikonfirmasi dengan informasi yang belum memiliki dasar. Pengelolaan informasi secara terstruktur dapat membantu mencegah kesimpangsiuran sekaligus memperkuat akses masyarakat terhadap informasi resmi. Keterbukaan informasi juga berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap penerima manfaat. Sekolah Rakyat berkaitan langsung dengan anak-anak dan keluarga rentan sehingga penyampaian informasi perlu memperhatikan keamanan dan martabat mereka. Karena itu, prinsip data-safe dan child-safe menjadi bagian dari sistem LENSA SR. Kementerian Sosial berharap LENSA SR dapat menjadi model tata kelola informasi yang nantinya diterapkan pada berbagai program Kemensos lainnya. Sistem tersebut dapat semakin mempermudah masyarakat dalam memperoleh informasi sekaligus mencegah beredarnya informasi yang tidak benar. Harapan tersebut menunjukkan bahwa penguatan tata kelola informasi tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan komunikasi Sekolah Rakyat. Pengalaman yang dibangun melalui LENSA SR juga dapat menjadi dasar pengembangan pola komunikasi publik yang lebih terintegrasi pada berbagai program Kemensos lainnya. Tingginya perhatian masyarakat terhadap Sekolah Rakyat menjadi momentum untuk membangun komunikasi yang semakin terbuka. Ketika masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai lokasi, jadwal, maupun ketersediaan sekolah melalui sumber yang jelas, pemahaman terhadap program dapat terbentuk secara lebih baik. Melalui LENSA SR, Kemensos menargetkan informasi mengenai Sekolah Rakyat tidak sekadar disampaikan secara cepat, tetapi juga telah terkonfirmasi, konsisten, dapat ditelusuri, serta tetap memperhatikan keamanan dan martabat anak maupun keluarga rentan. Pada akhirnya, LENSA SR menjadi bagian dari penguatan tata