Kata Papua

Pemerintah Integrasikan Bansos dan Koperasi Desa Merah Putih Guna Perkuat Ekonomi Rakyat - Kata Papua

Pemerintah Integrasikan Bansos dan Koperasi Desa Merah Putih Guna Perkuat Ekonomi Rakyat

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Pemerintah Integrasikan Bansos dan Koperasi Desa Merah Putih Guna Perkuat Ekonomi Rakyat

 

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat strategi pembangunan ekonomi rakyat dengan mengintegrasikan program bantuan sosial (bansos) dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Integrasi ini dirancang untuk memastikan bahwa bansos tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga menjadi pintu masuk penguatan ekonomi produktif masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. Melalui pendekatan ini, pemerintah ingin mendorong kemandirian ekonomi warga sekaligus mengurangi ketergantungan jangka panjang terhadap bantuan langsung.

 

 

 

 

 

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menjelaskan, selama ini bansos berperan penting sebagai jaring pengaman sosial, terutama bagi kelompok rentan. Namun, tanpa penguatan aspek produktif, bansos kerap berhenti pada pemenuhan kebutuhan sesaat. Dengan keterlibatan Koperasi Desa Merah Putih, bansos diharapkan dapat dikaitkan dengan kegiatan ekonomi seperti usaha mikro, pengelolaan pangan lokal, hingga distribusi kebutuhan pokok yang dikelola secara kolektif oleh masyarakat. Skema ini membuka ruang agar penerima bansos juga menjadi pelaku ekonomi yang aktif.

 

 

 

 

 

“Bantuan sosial selama ini menjadi jaring pengaman bagi masyarakat rentan, tetapi ke depan tidak boleh berhenti pada pemenuhan kebutuhan sesaat. Karena itu, integrasi bansos dengan Koperasi Desa Merah Putih dapat melibatkannya dalam kegiatan ekonomi produktif, mulai dari usaha mikro, pengelolaan pangan lokal, hingga distribusi kebutuhan pokok”, ujarnya.

 

 

 

 

 

Koperasi Desa Merah Putih diposisikan sebagai simpul kelembagaan ekonomi rakyat yang dekat dengan warga. Koperasi tidak hanya berfungsi sebagai wadah simpan pinjam, tetapi juga sebagai pusat produksi, distribusi, dan pemasaran hasil usaha masyarakat desa. Integrasi dengan bansos memungkinkan koperasi memiliki basis anggota yang lebih kuat, sekaligus memperluas skala usaha yang berdampak langsung pada perputaran ekonomi lokal.

 

 

 

 

 

Menteri Koperasi, Ferry Juliantono menjelaskan pemerintah menilai integrasi ini sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan ekonomi nasional dari bawah. Desa dan kelurahan menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi, terutama di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian. Dengan ekonomi lokal yang kuat, daya beli masyarakat dapat terjaga, lapangan kerja tercipta, dan kesenjangan sosial dapat ditekan secara bertahap.

 

 

 

 

 

“Integrasi bantuan sosial dengan Koperasi Desa Merah Putih merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional dari level paling dasar. Desa dan kelurahan memiliki peran krusial dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi, terlebih di tengah ketidakpastian global. Ketika ekonomi lokal tumbuh dan menguat, daya beli masyarakat akan terjaga, kesempatan kerja semakin terbuka, dan kesenjangan sosial dapat dikurangi secara bertahap,” ungkapnya

 

 

 

 

 

Selain itu, integrasi bansos dan koperasi juga diarahkan untuk meningkatkan akuntabilitas dan efektivitas program. Data penerima bansos dapat disinergikan dengan keanggotaan koperasi, sehingga penyaluran bantuan lebih tepat sasaran dan berkelanjutan. Pendampingan, pelatihan, serta literasi keuangan menjadi bagian penting agar masyarakat mampu mengelola bantuan dan usaha secara sehat.

 

 

 

 

 

Ke depan, pemerintah berharap model ini menjadi tonggak transformasi kebijakan sosial menuju kebijakan pemberdayaan. Bansos tidak lagi dipandang semata sebagai beban fiskal, melainkan sebagai investasi sosial untuk menumbuhkan ekonomi rakyat. Dengan dukungan koperasi yang kuat dan partisipasi aktif masyarakat, integrasi ini diharapkan mampu mempercepat terwujudnya kesejahteraan yang inklusif dan berkeadilan.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts