Kata Papua

Pemerintah Komitmen Jaga Perekonomian Tumbuh Stabil dan Inklusif - Kata Papua

Pemerintah Komitmen Jaga Perekonomian Tumbuh Stabil dan Inklusif

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Pemerintah Komitmen Jaga Perekonomian Tumbuh Stabil dan Inklusif

Oleh: Silvia AP

Perekonomian pada sebuah negara merupakan landasan yang mendasari kehidupan masyarakatnya. Ketika perekonomian kuat dan inklusif, ini menciptakan peluang bagi seluruh lapisan masyarakat untuk berkembang dan berkontribusi. Dalam konteks Indonesia, upaya untuk memperkuat perekonomian nasional telah menjadi fokus utama pemerintah dan para pemangku kepentingan lainnya. Salah satu pendekatan yang semakin mendapat apresiasi adalah kolaborasi dalam membangun semangat ekonomi inklusif.

Kolaborasi merupakan kunci penting dalam mewujudkan perekonomian inklusif. Hal ini dapat melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, sektor swasta, organisasi non-pemerintah (LSM), akademisi, dan masyarakat sipil. Adapun Pemerintah memiliki peran sentral dalam memfasilitasi kolaborasi tersebut.

Dalam rangka mendukung pencapaian Visi Indonesia Emas Tahun 2045, Pemerintah telah mencanangkan strategi transformasi ekonomi dengan menetapkan sejumlah arah pembangunan mulai dari ilmu pengetahuan dan teknologi, inovasi, dan produktivitas, ekonomi hijau, transformasi digital, integrasi ekonomi domestik dan global, hingga urban and inclusive economy. Untuk pertumbuhan yang kuat dan inklusif, maka Indonesia harus terintegrasi pada rantai pasok kawasan dan global. Karena itu, keamanan dan stabilitas menjadi penting agar rantai pasok tidak terganggu.

Adapun, langkah-langkah kebijakan yang didukung oleh regulasi yang memadai dapat menciptakan landasan yang kokoh untuk berbagai pihak terlibat dalam memperkuat perekonomian. Misalnya, pemerintah dapat memberikan insentif bagi investasi yang berkelanjutan dan inklusif, memastikan adanya akses yang adil terhadap sumber daya ekonomi, pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta menciptakan program-program pelatihan dan pengembangan untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Surakarta, Jateng mengajak para pelaku UMKM di Solo Raya berkontribusi memperkuat sektor ekonomi kreatif. Pada penutupan acara Kemitraan Nasional Rantai Pasok Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kenarok) di Solo, Sandiaga membahas berbagai strategi pentingnya pengembangan talenta digital juga inisiatif untuk meningkatkan daya saing sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia, khususnya Kota Solo.
Menparenkraf mengatakan indeks kinerja pariwisata atau travel tourism development index (TTDI) Indonesia naik 10 peringkat, yakni dari peringkat 32 menjadi 22 dunia. Capaian tersebut tidak lepas dari program-program pemerintah yang memprioritaskan kebijakan dalam mendukung pariwisata.
Sementara itu, Ketua Kadin Kota Surakarta, Ferry Septha Indrianto mengatakan untuk memastikan kualitas produk UMKM di Solo, Kadin tengah mengembangkan Rumah Kurasi Surakarta. Diharapkan, rumah dapat menjadi standar kualitas produk baik untuk mode, kerajinan, maupun kuliner. Pihaknya juga menyoroti berbagai jenis usaha lokal yang menjadi bagian penting dari rantai pasok, termasuk kerja sama antara UMKM dan hotel yang diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal.
Kemudian, sektor swasta juga memegang peran penting dalam kolaborasi ini. Perusahaan-perusahaan besar dapat memainkan peran strategis dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) ke dalam operasi mereka. Hal ini bisa berupa investasi dalam program-program pendidikan dan pelatihan, menciptakan lapangan kerja yang inklusif, atau membangun rantai pasokan yang berkelanjutan dan inklusif dengan melibatkan UKM lokal.
LSM dan masyarakat sipil juga memiliki kontribusi yang tak tergantikan dalam kolaborasi ekonomi inklusif. Mereka dapat menjadi suara bagi yang kurang terwakili dalam proses pembangunan ekonomi, serta mendorong akuntabilitas dan transparansi dalam praktik bisnis serta kebijakan pemerintah. Dengan memobilisasi dukungan masyarakat, LSM dapat memperkuat tekanan untuk perubahan positif dan memastikan bahwa kepentingan seluruh masyarakat menjadi prioritas utama.
Peran akademisi juga penting untuk menyediakan penelitian dan wawasan yang mendalam tentang berbagai aspek ekonomi inklusif, membantu merancang kebijakan yang berbasis bukti, dan menyediakan pendidikan juga pelatihan untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan masyarakat dalam menghadapi tantangan ekonomi.
Penting juga untuk memastikan bahwa kolaborasi ini berlangsung dengan cara yang transparan dan akuntabel. Hal ini akan memastikan bahwa kepentingan semua pihak dipertimbangkan dengan adil, dan bahwa hasil dari kolaborasi tersebut benar-benar menciptakan nilai tambah bagi seluruh masyarakat, bukan hanya segelintir pihak.
Bank Indonesia (BI) sudah siap bersinergi dengan pemerintahan baru untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Deputi Gubernur Bank Indonesia, Juda Agung mengungkapkan upaya untuk menjaga pertumbuhan ekonomi itu dilakukan dalam rangka menjaga pertumbuhan kredit nasional.
Menurut Juda, jika kredit berkembang dengan baik, maka pertumbuhan ekonomi pun bakal terkerek naik. Namun sebaliknya, jika kredit perbankan tertahan, maka pertumbuhan ekonomi juga akan ikut merosot. Maka itu, ketika ekonomi nasional berkembang dengan baik, Bank Indonesia akan memberikan likuiditas untuk menyalurkan kredit.
Dengan mengatasi tantangan-tantangan ini dan memperkuat sinergi dan kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan, Indonesia berpotensi untuk memperkuat perekonomiannya secara signifikan dalam beberapa tahun mendatang. Dengan memprioritaskan inklusivitas dan berfokus pada pembangunan yang berkelanjutan, kita dapat menciptakan masa depan yang lebih cerah dan lebih adil bagi semua orang.

)* Penulis adalah kontributor Jendela Baca Nusantara

 

 

 

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn

Most Popular

Categories

Related Post

Uncategorized
Mengecam Kelicikan KST Papua Jadikan Masyarakat Papua Tameng Hidup Oleh : Clara Anastasya Wompere Kelompok separatis dan teroris (KST) di Papua merupakan gerombolan kriminal dan pengacau yang sangat licik. Bagaimana tidak, pasalnya mereka dengan sangat tegas menggunakan warga yang merupakan masyarakat orang asli Papua (OAP) untuk menjadi tameng hidup pada saat terjadinya baku tembak dengan pihak aparat keamanan dari personel gabungan ketika mereka sedang terpojok. Satuan Tugas (Satgas) Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Batalyon Infanteri 133 Yudha Sakti terlibat baku tembak dengan gerombolan separatis tersebut, yang mana juga termasuk ke dalam Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kampung Ayata, Kabupaten Maybrat. Dalam baku tembak itu, sebanyak ratusan warga setempat berhasil dievakuasi oleh aparat keamanan untuk bisa menghindarkan mereka dari adanya upaya ataupun potensi akan intimidasi dari kelompok separatis. Seluruh warga telah dievakuasi ke tempat yang aman agar bisa menghindarkan mereka dari KST Papua. Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Letnan Kolonel (Letkol) Infanteri Andika Ganesha Sakti yang memimpin langsung Satgas tersebut berhasil menggagalkan upaya pengibaran bendera Bintang Kejora yang hendak dilakukan oleh kelompok separatis dan teroris dari Organisasi Papua Merdeka itu di Dusun Aimasa Lama, Kampung Ayata, Distrik Aifat Timur Tengah. Diketahui bahwa aksi pengibaran bendera Bintang Kejora tersebut dilakukan dalam rangka untuk memperingati Hari Manifesto Politik Papua Merdeka pada tanggal 1 Desember. Sempat terjadi baku tembak antara gerombolan separatis itu dengan pihak aparat keamanan dari Satgas TNI. Baku tembak tersebut terjadi saat aparat keamanan hendak berupaya untuk menggagalkan rencana pengibaran Bendera Bintang Kejora yang dilakukan oleh kelompok penentang ideologi negara itu. Mereka semua bahkan sempat sangat terdesak karena adanya tindakan tegas yang dilakukan oleh aparat keamanan. Akan tetapi, tatkala sedang terdesak, alih-alih menyerahkan diri, justru KST Papua melakukan cara licik lainnya, yakni melakukan intimidasi kepada warga setempat untuk menjadikan mereka sebagai tameng hidup pada saat baku tembak tersebut terjadi. Sontak, mengetahui adanya kelicikan yang dilakukan oleh gerombolan teroris dari Bumi Cenderawasih itu, aparat keamanan pun langsung bergerak dengan cepat dan dengan sangat hati-hati untuk melakukan penyelamatan kepada para penduduk kampung demi bisa menghindari jatuhnya korban jiwa dari masyarakat sipil. Pergerakan tempur yang dilakukan oleh pihak Satgas TNI sendiri kemudian membuahkan hasil yang sangat optimal, yakni aparat keamanan pada akhirnya berhasil memukul mundur KST Papua dan membuat mereka semua langsung melarikan diri masuk ke arah hutan dan perbukitan. Tentu saja upaya yang dilakukan oleh aparat keamanan tidak hanya berhenti sampai di situ saja, melainkan pihak Satgas TNI langsung mengerahkan sejumlah drone untuk melakukan pemantauan dari udara mengenai pergerakan yang dilakukan oleh gerombolan separatis tersebut. Dari hasil pantauan yang dilakukan melalui drone di udara, ternyata diketahui bahwa KST Papua yang melakukan penyerangan dan sempat melakukan kontak tembak dengan aparat keamanan bahkan hingga menjadikan warga sipil sebagai tameng hidup itu berjumlah sekitar delapan orang yang merupakan pimpinan dari Manfred Fatem. Mereka semua juga terlihat membawa beberapa pucuk senjata api. Terkait hasil pemantauan dan juga penyelidikan yang langsung dilakukan oleh aparat keamanan setelah sempat terjadinya kontak tembak hingga membuat KST Papua terpojok dan melarikan diri itu, Letkol Infanteri Andika Ganesha Sakti kemudian menuturkan bahwa ditemukan rencana dari pihak gerombolan teroris tersebut selain melakukan pengibaran akan bendera Bintang Kejora, namun mereka juga hendak menyusun rencana untuk melakukan penyerangan kepada aparat keamanan serta melakukan aksi teror yang dapat mengganggu kenyamanan serta kedamaian dari masyarakat setempat. Meski begitu, namun untuk saat ini, situasi akan keamanan dan kondusifitas di Kampung Ayata sendiri sudah secara sepenuhnya dikuasai oleh aparat keamanan dari personel gabungan yang terdiri dari TNI dan juga Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), yang mana seluruh aparat keamanan itu jelas akan tetap terus hadir bagi masyarakat untuk bisa memberikan rasa aman kepada warga setempat di Bumi Cenderawasih. Guna bisa memastikan upaya memberikan kenyamanan dan mendatangkan keamanan bagi masyarakat setempat di Papua hingga mereka semua bisa merasa aman, aparat TNI dari Satgas Yonif 133 Yudha Sakti juga memberikan bantuan logistik berupa makanan dan juga dukungan pelayanan kesehatan yang ditujukan bagi sebanyak ratusan penduduk. Lebih lanjut, pihak pasukan aparat keamanan juga sampai saat ini masih terus berupaya untuk melakukan pemburuan kepada para pelaku dari kelompok separatis dan teroris Papua itu serta membuat parameter akan pengamanan di sekitar wilayah perkampungan agar tidak sampai disusupi lagi oleh KST pimpinan Manfred Fatem. Sebenarnya gerombolan teroris dari KST Papua tersebut sama sekali tidak berdaya, pasalnya mereka hanya bisa melancarkan aksi yang sangat licik ketika sedang terpojok dalam baku tembak melawan aparat keamanan Republik Indonesia. Mereka dengan sangat tega bahkan menggunakan warga sipil yang tidak berdosa sebagai tameng hidup. )* Penulis adalah Mahasiswa Papua Tinggal di Yogyakart
On Key

Related Posts