Lompat ke konten utama

Kata Papua

Ibu-Ibu di Padang Sumatera Barat Dukung Penuh Doakan Ganjar Menjadi Presiden 2024 - Kata Papua

Ibu-Ibu di Padang Sumatera Barat Dukung Penuh Doakan Ganjar Menjadi Presiden 2024

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Oleh : Oleh : Raifa Pratista

Ganjar Pranowo didukung oleh banyak pihak, termasuk ibu-ibu di Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Mereka mendoakan Ganjar agar terpilih menjadi presiden selanjutnya. Para ibu mendukung Ganjar karena dianggap sangat layak memimpin Indonesia dan perhatian kepada rakyat kecil.

Ganjar Pranowo adalah calon presiden yang cocok untuk memimpin negeri ini, karena beliau bertekad untuk menghapus kemiskinan, tak hanya di Jawa Tengah tetapi juga di Indonesia. Tak heran beliau memiliki banyak pendukung, termasuk para ibu yang bermukim di Padang, Sumatera Barat.

Para ibu di Sumbar membuat kelompok pendukung bernama Mak Ganjar di Sumatera Barat. Nour, koordinator Mak Ganjar Sumbar menyatakan bahwa relawan Mak Ganjar berlatar-belakang agama berbeda tetapi bersatu mendoakan kemajuan dan kemakmuran Indonesia, dan agar dibimbing Tuhan Yang Maha Esa dalam memilih pemimpin yang tepat. Lima pemuka agama dihadirkan untuk secara bergantian memanjatkan doa.

Para ibu tersebut menilai Ganjar Pranowo adalah pemimpin yang tepat karena dinilai nasionalis, merakyat, dan konsisten kinerjanya. Ganjar dinilai mereka selalu tampil jujur apa adanya, sangat ramah terhadap rakyat kecil, serta sangat terbuka terhadap masyarakat dari berbagai kalangan, termasuk para ibu.

Nour menambahkan, ia pribadi sangat suka dengan program-programnya Pak Ganjar saat memimpin Jawa Tengah. Salah satunya program Lapak Ganjar. Sebagai informasi, Lapak Ganjar adalah ajang promosi online khusus untuk produk UMKM. Ganjar mengiklankan produk yang telah mendaftar program Lapak Ganjar, melalui akun media sosial pribadinya.

Beliau mempromosikan produk tersebut secara gratis.
Dalam artian, para ibu di Sumbar mendeklarasikan dukungannya untuk Ganjar Pranowo karena yakin bahwa beliau bisa membawa Indonesia jadi lebih maju. Ganjar adalah sosok yang merakyat dan mengerti apa saja kebutuhan masyarakat.

Ganjar memiliki program Lapak Ganjar yang berguna untuk mempromosikan produk UMKM sehingga menolong pengusaha kelas kecil dan menengah. Apalagi peserta Lapak Ganjar tak hanya berasal dari Jawa Tengah, tetapi juga seluruh Indonesia. Hal ini membuktikan bahwa beliau ingin membantu lebih banyak orang.

Kemudian, Ganjar punya slogan yakni ‘Tuanku ya Rakyat, Jabatan Cuma Mandat’. Jelas sekali bahwa slogan itu mampu menjadi sebuah tolok ukur bahwa sosoknya merupakan pemimpin yang memiliki moralitas sangat tinggi.
Sikap Ganjar yang sangat merakyat terlihat ketika beliau sering ‘blusukan’ atau mendatangi masyarakat ke kampungnya. Ganjar dengan santai berbincang dengan masyarakat desa dan bertanya apa saja keluhan mereka. Bahkan Ganjar juga menyempatkan diri untuk bercanda dengan anak-anak. Oleh karena itu para ibu di Sumbar makin yakin untuk mendoakan Ganjar Pranowo menjadi Presiden Indonesia yang berikutnya.
Sementara itu, relawan Mak Ganjar Sumbar mengadakan acara yang bertujuan mengedukasi masyarakat sekitar. Sukarelawan Mak Ganjar berupaya untuk terus menghadirkan manfaat di setiap kegiatannya, terutama bagi kaum ibu-ibu.
Kali ini simpatisan Ganjar Pranowo tersebut mengajak kaum ibu di Jalan Sapek Raya Kampung Jambak, Kelurahan Batipuh Panjang, Kecamatan Koto Tangah, Padang untuk berkarya lewat pelatihan merajut. Koordinator Wilayah (Korwil) Mak Ganjar Sumbar Ulfa Yulida mengatakan pelatihan ini sebagai bentuk komitmen pihaknya dalam mendorong pemberdayaan peran perempuan di bidang ekonomi.
Ulfa melanjutkan, banyak manfaat lain yang bisa diperoleh saat mengisi waktu luang dengan kegiatan merajut. Di antaranya menghilangkan stres, melatih otot, mengembangkan kognitif otak, serta dapat meningkatkan kepercayaan diri. Dengan merajut bisa mencari inspirasi-inspirasi, baru nanti hasil rajutannya bisa buat diri sendiri, ataupun bisa juga untuk menjadi produk home industry untuk meningkatkan UMKM dan pemberdayaan wanita.
Ulfa berharap nantinya mak-mak di daerah itu mampu berkreasi sedemikian rupa agar meningkatkan produksi dari hasil karyanya berupa rajutan tas, gantungan kunci, tempat tisu dan lain sebagainya. Nantinya karya ini akan diperjualbelikan di toko suvenir agar pangsa pasarnya makin meluas. Selain itu, hasil rajutan yang bagus nantinya juga akan berpengaruh pada minat masyarakat pada produk rajutan. Sukarelawan Mak Ganjar mengadakan pelatihan merajut bersama kaum ibu yang ada di Kota Padang, Sumatera Barat.
Dalam artian, tak hanya Ganjar yang pro pada pengusaha UMKM. Namun juga para relawannya. Para Mak Ganjar bersatu demi memberdayakan perempuan agar bisa kuat secara ekonomi. Dengan memiliki keterampilan maka mereka bisa merajut dan menjual hasilnya, sehingga bisa membantu untuk membeli kebutuhan dapur. Dengan cara ini maka perekonomian keluarga akan tetap aman karena pemasukannya lebih banyak.
Para ibu di Sumbar mendeklarasikan dukungan untuk Ganjar Pranowo dan mereka selalu berdoa agar beliau terpilih menjadi presiden di Pemilu mendatang. Ganjar didukung karena dekat dengan rakyat, sederhana, dan mampu mengatasi berbagai permasalahan di Indonesia. Relawan Mak Ganjar juga mengadakan acara pemberdayaan perempuan agar lebih kuat secara ekonomi dan maju bersama.

)* Penulis adalah kontributor Jendela Baca Nusantar

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

LENSA SR: Sekolah Rakyat Dikelola Lebih Terbuka 

Oleh: Rania Zafirah Kehadiran Sekolah Rakyat memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan. Seiring pelaksanaan program tersebut, kebutuhan terhadap informasi yang akurat, mudah diakses, dan dapat dipertanggungjawabkan semakin penting. Penguatan tata kelola informasi diperlukan agar masyarakat memperoleh pemahaman yang jelas mengenai perkembangan Sekolah Rakyat. Menjawab kebutuhan tersebut, Kementerian Sosial (Kemensos) mengembangkan LENSA SR (Layanan Ekosistem Narasi Sekolah Rakyat yang Adaptif) sebagai upaya memperkuat tata kelola informasi terkait Sekolah Rakyat. Sistem tersebut dirancang untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat valid, terintegrasi, dan konsisten. Hingga Mei 2026, Kemensos mencatat sebanyak 5.299 pertanyaan dan aduan yang masuk melalui media sosial. Sebagian besar pertanyaan masyarakat berkaitan dengan lokasi, jadwal, serta ketersediaan Sekolah Rakyat. Tingginya jumlah pertanyaan tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang jelas mengenai pelaksanaan program. Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Komunikasi dan Media Massa, Fatkhurohman LENSA SR dikembangkan untuk mengintegrasikan informasi dari tingkat pusat hingga daerah. Integrasi tersebut penting karena pelaksanaan Sekolah Rakyat melibatkan berbagai unsur dan berlangsung di sejumlah wilayah. Melalui LENSA SR, informasi yang diterima tidak serta-merta digunakan sebagai bahan publikasi. Informasi tersebut terlebih dahulu dikumpulkan dari berbagai sumber dan dikonfirmasi kepada unit yang memiliki kewenangan atau substansi terkait. Sumber informasi yang digunakan mencakup media massa, media sosial, PPID, SP4N-LAPOR!, Command Center 171, laporan Sentra dan Balai, pengelola Sekolah Rakyat, pemerintah daerah, serta informasi yang diperoleh dari lapangan. Keragaman sumber tersebut memungkinkan pemerintah memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai perkembangan dan persoalan yang muncul di lapangan. Selanjutnya, informasi tersebut melalui proses pemeriksaan guna memastikan keakuratan, keterbaruan, konfirmasi, dan pertanggungjawabannya. Setelah dinyatakan sesuai, informasi kemudian diolah menjadi narasi serta rekomendasi respons berdasarkan tingkat kebutuhan. Proses ini menunjukkan bahwa penyampaian informasi tidak hanya berorientasi pada kecepatan, tetapi juga mengutamakan validitas. LENSA SR menerapkan enam tahapan mekanisme, yakni tangkap dan klasifikasi isu, validasi substansi, pengolahan isu dan narasi, rekomendasi respons dan tindak lanjut, diseminasi, serta monitoring dan pembelajaran organisasi. Rangkaian tersebut membentuk siklus pengelolaan informasi yang memungkinkan setiap isu ditangani secara sistematis, mulai dari informasi diterima hingga evaluasi terhadap respons yang diberikan. Kehadiran sistem tersebut juga membuka ruang bagi pertanyaan dan aduan masyarakat untuk menjadi bahan evaluasi. Informasi yang diterima dapat dipetakan berdasarkan isu sehingga pemerintah memiliki dasar untuk memperkuat komunikasi publik sesuai kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, komunikasi tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga bagian dari proses pembelajaran dalam pelaksanaan program. Untuk memastikan keseragaman informasi, LENSA SR dilengkapi dengan Living FAQ, bank narasi, narasi kunci, talking points, template klarifikasi, template bantahan hoaks, bahan pimpinan, serta checklist data-safe dan child-safe. Perangkat tersebut menjadi rujukan agar informasi yang disampaikan melalui berbagai kanal tetap mengacu pada substansi yang sama. Ketersediaan template klarifikasi dan bantahan hoaks juga relevan di tengah arus informasi digital yang berkembang cepat. Masyarakat membutuhkan rujukan yang jelas untuk membedakan informasi yang telah dikonfirmasi dengan informasi yang belum memiliki dasar. Pengelolaan informasi secara terstruktur dapat membantu mencegah kesimpangsiuran sekaligus memperkuat akses masyarakat terhadap informasi resmi. Keterbukaan informasi juga berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap penerima manfaat. Sekolah Rakyat berkaitan langsung dengan anak-anak dan keluarga rentan sehingga penyampaian informasi perlu memperhatikan keamanan dan martabat mereka. Karena itu, prinsip data-safe dan child-safe menjadi bagian dari sistem LENSA SR. Kementerian Sosial berharap LENSA SR dapat menjadi model tata kelola informasi yang nantinya diterapkan pada berbagai program Kemensos lainnya. Sistem tersebut dapat semakin mempermudah masyarakat dalam memperoleh informasi sekaligus mencegah beredarnya informasi yang tidak benar. Harapan tersebut menunjukkan bahwa penguatan tata kelola informasi tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan komunikasi Sekolah Rakyat. Pengalaman yang dibangun melalui LENSA SR juga dapat menjadi dasar pengembangan pola komunikasi publik yang lebih terintegrasi pada berbagai program Kemensos lainnya. Tingginya perhatian masyarakat terhadap Sekolah Rakyat menjadi momentum untuk membangun komunikasi yang semakin terbuka. Ketika masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai lokasi, jadwal, maupun ketersediaan sekolah melalui sumber yang jelas, pemahaman terhadap program dapat terbentuk secara lebih baik. Melalui LENSA SR, Kemensos menargetkan informasi mengenai Sekolah Rakyat tidak sekadar disampaikan secara cepat, tetapi juga telah terkonfirmasi, konsisten, dapat ditelusuri, serta tetap memperhatikan keamanan dan martabat anak maupun keluarga rentan. Pada akhirnya, LENSA SR menjadi bagian dari penguatan tata