Kata Papua

Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Berkualitas melalui Sekolah Rakyat - Kata Papua

Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Berkualitas melalui Sekolah Rakyat

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Berkualitas melalui Sekolah Rakyat

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat komitmen dalam memperluas akses pendidikan berkualitas melalui program Sekolah Rakyat yang ditujukan bagi masyarakat kurang mampu. Program ini diharapkan mampu menjangkau seluruh wilayah Indonesia, mulai dari kota hingga pelosok desa, sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan nasional.

 

Presiden Prabowo Subianto menargetkan agar setiap kota dan kabupaten memiliki minimal satu Sekolah Rakyat, sehingga tidak ada lagi kesenjangan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

 

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengungkapkan bahwa arahan tersebut merupakan instruksi langsung dari Presiden yang harus direalisasikan secara bertahap. Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat telah menyiapkan skema pembangunan berkelanjutan guna memastikan program ini dapat menjangkau seluruh daerah.

 

“Presiden meminta setiap kota dan kabupaten minimal memiliki satu Sekolah Rakyat. Ini adalah perintah yang harus dilaksanakan, tinggal menyesuaikan dengan tahapan pembangunan yang berjalan,” ujarnya.

 

Saat ini, pembangunan Sekolah Rakyat telah memasuki tahap kedua yang mencakup 104 titik di berbagai wilayah Indonesia. Sekolah-sekolah tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ajaran baru 2026, menggantikan fasilitas rintisan yang telah digunakan sejak pertengahan 2025.

 

Pemerintah juga membuka peluang bagi daerah yang belum terakomodasi pada tahap kedua untuk masuk dalam tahap pembangunan berikutnya, dengan catatan kesiapan administrasi dan legalitas lahan telah terpenuhi.

 

Agus menjelaskan bahwa kesiapan lahan menjadi salah satu faktor penting dalam percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di daerah. Pemerintah daerah diharapkan dapat menyediakan lahan yang telah bersertifikat atas nama pemerintah daerah agar proses pembangunan dapat segera dilakukan.

 

“Jika suatu daerah belum masuk tahap kedua, masih ada peluang di tahap ketiga, selama persyaratan lahan sudah jelas dan siap dibangun,” katanya.

 

Program ini juga sejalan dengan target besar pemerintah dalam menekan angka kemiskinan ekstrem. Melalui akses pendidikan yang lebih merata, diharapkan anak-anak dari keluarga kurang mampu memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan taraf hidup mereka di masa depan. Agus menyebutkan bahwa pemerintah menargetkan angka kemiskinan nasional dapat ditekan hingga di bawah 2 persen pada tahun 2029.

 

“Program-program prioritas seperti Sekolah Rakyat harus dimanfaatkan secara optimal oleh daerah untuk mencapai target pengentasan kemiskinan,” tuturnya.

 

Dengan cakupan yang semakin luas dan dukungan lintas sektor, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan keadilan sosial di bidang pendidikan, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden 

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden         Oleh: Fajar Dwi Santoso         Taklimat Presiden dalam Sidang Kabinet Paripurna kembali memperlihatkan arah kebijakan pemerintah yang tidak hanya berfokus pada pencapaian pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penguatan kualitas sumber daya manusia dan reformasi tata kelola pemerintahan. Di hadapan jajaran kabinet, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan nasional harus menyentuh persoalan mendasar masyarakat, mulai dari pemenuhan gizi anak hingga penyederhanaan birokrasi melalui digitalisasi layanan publik. Kedua agenda tersebut saling berkaitan sebagai fondasi menuju Indonesia yang lebih produktif, inklusif, dan berdaya saing.                           Komitmen pemerintah terhadap peningkatan kualitas generasi penerus kembali ditegaskan melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Presiden memandang program tersebut bukan sekadar kebijakan sosial, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia unggul. Menurut Presiden, masih tingginya angka stunting dan masih adanya anak-anak yang belum memperoleh asupan makanan yang memadai menjadi alasan utama mengapa negara harus hadir secara langsung melalui program pemenuhan gizi.