Kata Papua

Pemerintah Targetkan Pengusaha Muda di Papua Ikut Tol Laut - Kata Papua

Pemerintah Targetkan Pengusaha Muda di Papua Ikut Tol Laut

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Pemerintah Targetkan Pengusaha Muda di Papua Ikut Tol Laut

Pemerintah membidik pengusaha muda di Papua ikut serta mendistribusikan barangnya dalam proyek konektivitas tol laut.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas (KSOP) Pelabuhan Kelas II Jayapura Taher Laitupa mengatakan selaku regulator dan pelaksana program Tol Laut harus ikut berinovasi dalam mengglorifikasikan program tol laut dengan cara terjun langsung ke kalangan pengusaha agar memasarkan produk yang yangdihasilkan. Oleh karena itu, lanjutnya, para pengusaha harus lebih dulu mengenal ekosistem Tol Laut dalam dunia dunia pelayaran.

“Kami melakukan sosialisasi pembekalan Tol Laut dan pendampingan bagi para pelaku usaha baru di Kabupaten Supiori serta MoU di atas kapal KM Logistik Nusantara 2 di Pelabuhan Korido,” katanya melalui siaran pers, dikutip, Jumat (18/6/2021).

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Diversifikasi Gas sebagai Strategi Besar Kemandirian Energi Indonesia

Diversifikasi Gas sebagai Strategi Besar Kemandirian Energi Indonesia Oleh: Rina Oktavia Ketahanan energi menjadi salah satu faktor penentu kekuatan ekonomi suatu negara. Di tengah ketidakpastian geopolitik global, fluktuasi harga energi, dan gangguan rantai pasok internasional, Indonesia dituntut untuk memperkuat fondasi energi nasional agar tidak terlalu bergantung pada impor. Dalam konteks tersebut, diversifikasi energi berbasis gas muncul sebagai strategi besar yang mampu memperkuat kemandirian energi Indonesia sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional.         Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden RI, Prabowo Subianto bergerak cepat merespons dinamika global yang berpotensi memengaruhi sektor energi nasional. Presiden memberikan arahan untuk mempercepat pengembangan sumber energi alternatif sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi dan mengurangi ketergantungan terhadap energi impor. Langkah ini menunjukkan bahwa sektor energi ditempatkan sebagai prioritas strategis dalam pembangunan nasional.         Diversifikasi energi menjadi kebutuhan mendesak mengingat ketergantungan terhadap satu jenis energi dapat menimbulkan risiko besar ketika terjadi gejolak global. Indonesia selama ini masih menghadapi tantangan tingginya impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) untuk memenuhi kebutuhan domestik. Oleh karena itu, pengembangan dan pemanfaatan gas bumi nasional menjadi solusi yang semakin relevan dalam membangun sistem energi yang lebih mandiri dan berkelanjutan.         Pemerintah telah menetapkan sejumlah agenda prioritas di sektor energi. Salah satu langkah utama yang didorong adalah percepatan konversi energi dari Liquefied Petroleum Gas (LPG) menuju Compressed Natural Gas (CNG). Program ini menjadi bagian penting dari strategi diversifikasi energi nasional karena memanfaatkan sumber daya gas domestik yang melimpah dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia.         Pemanfaatan CNG memiliki nilai strategis yang besar bagi Indonesia. Selain mampu mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG, penggunaan gas domestik juga dapat meningkatkan efisiensi energi dan memperkuat ketahanan pasokan nasional. Diversifikasi gas tidak hanya berfungsi sebagai alternatif energi, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk menjaga stabilitas ekonomi ketika pasar energi global mengalami gejolak.