Kata Papua

Pemerintah Turunkan Harga Gas Industri untuk Selamatkan Buruh - Kata Papua

Pemerintah Turunkan Harga Gas Industri untuk Selamatkan Buruh

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Pemerintah Turunkan Harga Gas Industri untuk Selamatkan Buruh

Jakarta – Pemerintah kembali menunjukkan komitmennya dalam melindungi buruh melalui kebijakan penurunan harga liquefied natural gas (LNG) bagi sektor industri. Kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga keberlangsungan industri sekaligus mencegah pemutusan hubungan kerja (PHK) yang mengancam puluhan ribu buruh..

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, mengatakan respons cepat pemerintah menjadi bukti nyata keberpihakan terhadap aspirasi serikat pekerja dan nasib para buruh. Menurutnya, keputusan tersebut memberikan harapan bagi industri untuk tetap beroperasi sekaligus menjaga stabilitas lapangan pekerjaan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Kami menyampaikan apresiasi luar biasa atas keputusan cepat pemerintah yang mengambil kebijakan menurunkan harga gas industri,” kata Andi Gani

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Menurutnya, penurunan harga gas industri merupakan langkah krusial dalam menyelamatkan puluhan ribu buruh dari ancaman PHK. Ia menjelaskan bahwa kebijakan tersebut lahir melalui komunikasi dan koordinasi yang intensif antara serikat pekerja dengan pemerintah serta DPR RI, sehingga mampu menghasilkan solusi yang mengakomodasi kepentingan dunia usaha sekaligus perlindungan terhadap buruh.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Saya sangat bahagia dan bersyukur perjuangan ini tidak sia-sia,” ujarnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ia mengungkapkan bahwa tingginya harga gas industri sebelumnya berpotensi memicu gelombang PHK yang cukup besar. Berdasarkan catatan KSPSI, sekitar 55 ribu buruh berada dalam posisi rentan apabila biaya energi industri tidak segera ditangani.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Kami mencatat potensi ancaman PHK sebesar 55 ribu buruh, dan bahkan sudah terjadi PHK di PT Granito Keramik,” ungkapnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dengan adanya penurunan harga gas industri, Andi Gani berharap perusahaan-perusahaan yang sebelumnya menghadapi tekanan biaya operasional dapat kembali meningkatkan aktivitas produksinya. Ia optimistis kebijakan pemerintah akan mendorong perusahaan membatalkan rencana penutupan usaha maupun PHK massal sehingga kesejahteraan buruh tetap terjaga.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Saya sangat berharap dengan turunnya harga gas industri dapat menyelamatkan industri yang berencana menutup usahanya. Kemudian bisa menyelamatkan nasib puluhan ribu buruh yang terancam PHK massal,” katanya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Andi Gani juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto atas koordinasi lintas kementerian dan lembaga yang dinilai berhasil menghadirkan solusi konkret bagi dunia usaha dan serikat pekerja.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Secara khusus terimakasih luar biasa untuk Presiden Prabowo Subianto, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Kapolri, Mensesneg, Menaker, Menteri ESDM yang secara intensif berkomunikasi mencari jalan keluar,” pungkas Andi Gani.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa pemerintah resmi menurunkan harga LNG untuk industri menjadi USD 13 per MMBTU dari sebelumnya USD 20–23 per MMBTU.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kebijakan tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan perlindungan terhadap keberlangsungan industri dan keberlanjutan lapangan pekerjaan sebagai prioritas utama.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Atas dasar arahan Bapak Presiden bahwa Presiden berkepentingan betul untuk menjaga industri dan lapangan pekerjaan maka kami diperintahkan, masukan dari industri itu kurang lebih sekitar USD 15-16 per MMBTU. Tapi setelah kita menghitung dan kami sudah perkenankan ke Bapak Presiden diturunkan menjadi USD 13 per MMBTU. Jadi dari USD 20-23 per MMBTU sekarang diturunkan menjadi USD 13 per MMBTU,” ujar Bahlil.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kebijakan tersebut diharapkan menjadi momentum bagi dunia industri untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat perlindungan terhadap buruh melalui terciptanya iklim usaha yang semakin kondusif.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

CKG, TBC, dan Pentingnya Menjangkau Kelompok Berisiko 

CKG, TBC, dan Pentingnya Menjangkau Kelompok Berisiko Oleh Ananda Rusdian Upaya membangun bangsa yang sehat tidak cukup dilakukan melalui pelayanan kesehatan yang berpusat di fasilitas kesehatan formal semata. Tetapi negara juga hadir menjangkau kelompok-kelompok yang berada dalam posisi rentan, baik karena kondisi sosial, lingkungan hidup, maupun keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan. Untuk itu, peluncuran Kick-Off Nasional Skrining Tuberkulosis (TB) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di 532 lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan di seluruh Indonesia dipandang sebagai langkah strategis sekaligus berkeadilan. Kebijakan ini menunjukkan bahwa hak atas kesehatan menjangkau seluruh warga negara, termasuk warga binaan pemasyarakatan yang selama ini kerap luput dari perhatian publik.                           Program ini menegaskan bahwa pemerintah mulai menempatkan kesehatan sebagai hak dasar yang harus diakses oleh semua orang tanpa kecuali. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa arahan Presiden adalah agar program kesehatan menyasar seluruh masyarakat, termasuk ratusan ribu warga binaan di lapas dan rutan. Pernyataan itu penting karena memperlihatkan perubahan cara pandang negara bahwa warga binaan bukan sekadar objek pembinaan hukum, melainkan tetap subjek pembangunan yang berhak memperoleh perlindungan kesehatan secara layak.