Kata Papua

Penyediaan Air di IKN Terapkan Smart Water Management System - Kata Papua

Penyediaan Air di IKN Terapkan Smart Water Management System

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Penyediaan Air di IKN Terapkan Smart Water Management System

Oleh: Gavin Asadit

Penyediaan air di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara menerapkan prinsip smart water management system untuk penyediaa air minumnya serta pengelolaan air limbah domerstik dan persampahan di sana.

Kepala Sub Direktorat Wilayah I Direktorat Sanitasi Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Sandhi Eko Bramono menjelaskan bahwa teknologi berupa smart water management system tersebut menggunakan data terkini secara real time, sehingga semakin memudahkan untuk mengukur kuantitas, kualitas hingga efisiensi penggunaan air.

Bukan hanya itu, namun dengan penggunaan teknologi smart water system itu mampu memudahkan pemantauan keamanan akan infrastruktur sumber daya air, penanganan risiko bencana alam yang berkaitan dengan air, seperti banjir da kekeringan.

Terlebih, air yang diperoleh untuk kebutuhan di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara sendiri juga merupakan potable water, yakni merupakan penyediaan air minum mulai dari perencanaan sumber air baku, transmisi air baku dari intake ke instalasi pengolahan air (IPA), teknologi IPA yang efektif, transmisi air olahan (air minum) dari lokasi IPA ke reservoir sampah distribusi air minum kepada masyarakat dan daerah pelayanan.

Sebagaimana dalam Lampiran Undang-Undang (UU) Nomor 3 Tahun 2022 tentang Rencana Induk IKN, pengelolaan sumber daya air perkotaan memang bertujuan untuk memberikan keamanan akan akses air minum yang andal, sistem sanitasi yang layak, perlindungan sumber air dari polusi dan juga pengurangan risiko banjir dalam satu sistem pengelolaan air terpadu.

Strategi pengelolaan air secara terpadu untuk melayani IKN sendiri diperlukan dalam memenuhi kebutuhan pengembangan dan kendala yang akan dihadapi oleh pembangunan Ibu Kota Negara tersebut.

Pendekatan pengelolaan air secara terpadu yang menggabungkan pengelolaan penggunaan aor, limpasan air hujan dan pengolahan air limbah, dengan mengadopsi pendekatan terintegrasi antara sistem pengelolaan air secara tradisional.

Seluruhnya bertujuan untuk semakin meningkatkan efisiensi sumber daya secara keseluruhan dengan pertimbangan yang cermat dalam penggunaannya, dan juga kontribusinya dalam sistem ekonoli dengan tetap menghormati batasan alam.

Hasil utama pemanfaatan pengelolaan air terpadu itu adalah mampu menyediakan akses yang aman dan andal atas air minum, sanitasi yang efektif, serta mampu melindungi saluran air dari polusi.

Sederhananya, nanti air keran yang digunakan di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara akan memiliki kualitas air minum, jadi air yang keluar bisa langsung diminum. Hal tersebut terjadi lantaran penggunaan sejumlah teknologi canggih.

Menurut Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Dijital Orotita IKN (OIKN), Muhammed Ali Berawi bahwa untuk mengontrol seluruh pengelolaan air dengan kualtas yang aman untuk bisa dinimun dan digunakan, maka Supervisor Control and Data Acquisition (SCADA) juga memungkinkan untuk kontrol secara jarah jauh.

Sehingga mulai dari Bendungan Sepaku Semoi sampai dengan Sepaku Intake kemudian masuk ke IPAL, instalasi pengolahan air, selanjutnya masuk ke jaringan pipa air minum, masuk ke reservoir wilayah KIPP, kemudian masuk ke jaringan air minum ke gedung-gedung. Seluruhnya dilakukan melalui pemanfaatan teknologi smart water management system.

Selain itu, untuk terus menjaga kualitas dan kuantitas air, maka terjadi pula penggunaan teknologi smart water quality monitoring. Lalu untuk mengontrol seluruh kebutuhan air di IKN akan digunakan teknologi smart water metering.

Semua teknologi tersebut jelas sangat membantu, karena ada pula teknologi yang sensornya mampu mengetahui kualitas dari airnya, termasuk bagaimana seluruh zat yang terdapat di dalam air tersebut. Pemanfaatan semua teknologi sangat canggih tersebut sangat memudahkan bagi seluruh pihak, termasuk pemerintah untuk melakukan pengelolaan air minum.

Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Myrna Safitri, menggarisbawahi pentingnya pengelolaan air dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN). IKN diharapkan menjadi “kota spons” atau “water resilience city,” di mana pengelolaan air menjadi kunci utama.

Konsep tersebut mengacu kepada kota yang mampu mengelola air dengan sangat baik, termasuk juga menyimpannya dan mengalirkannya sesuai dengan kebutuhan seluruh penduduk di wilayah itu.

Tentu saja kondisi wilayah di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara memiliki sumber air yang sangat melimpah, dan kunci keberhasilan akan penggunaan teknologi serta arah kebijakan yang tepat adalah dalam pengelolaan air.

Bahkan bagi IKN sendiri, persoalan air menjadi sangat penting karena pemerintah ingin membangun ibu kota sebagai water resilience city, sehingga wilayah tersebut sebagai kota sons sebagaimana telah tertuang dalam beberapa peraturan perundang-undangan termasuk juga perencanaan induk.

Smart water management system yang diterapkan dalam IKN Nusantara memang menjadi sebuah terobosan yang sangat inovatif dari Pemerintah Republik Indonesia sehingga menghadirkan sebuah gebrakan dalam membangun ibu kota yang sangat canggih bahkan patut dicontoh oleh berbagai negara lainnya.

)* Penulis adalah Pemerhati Masalah Sosial dan Kemasyarakatan

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Tokoh Adat Papua Serukan Mahasiswa Tolak Provokasi Demo Reformasi Jilid II 

Tokoh Adat Papua Serukan Mahasiswa Tolak Provokasi Demo Reformasi Jilid II Oleh : Yohanes Wandikbo Munculnya provokasi aksi yang mengatasnamakan Reformasi Jilid II di sejumlah daerah perlu disikapi secara bijak, khususnya oleh kalangan mahasiswa dikenal sebagai kelompok intelektual dan agen perubahan. Di Papua, seruan untuk menjaga stabilitas dan menghindari tindakan provokatif mendapat perhatian dari berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh adat yang mengingatkan pentingnya mengedepankan dialog serta penyampaian aspirasi secara damai. Pesan tersebut menjadi relevan mengingat Papua saat ini sedang berada dalam fase penting pembangunan yang membutuhkan suasana aman dan kondusif.         Setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat di muka umum selama dilakukan sesuai aturan yang berlaku. Namun, demokrasi juga menuntut tanggung jawab. Aspirasi yang disampaikan secara damai akan memberikan ruang bagi terbangunnya komunikasi yang sehat antara masyarakat dan pemerintah. Sebaliknya, aksi yang disertai provokasi, kekerasan, atau tindakan anarkis justru berpotensi merugikan kepentingan masyarakat luas.         Dalam konteks tersebut, Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua Pegunungan sekaligus Ketua Asosiasi Kepala Suku se-Papua Pegunungan, Malaikat Alpius Tabuni, mengingatkan mahasiswa agar tidak terjebak dalam pola demonstrasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, penyampaian aspirasi harus dilakukan secara profesional dan tetap mengedepankan kepentingan bersama. Pandangan tersebut mencerminkan harapan agar ruang demokrasi tetap terjaga tanpa mengorbankan stabilitas yang selama ini terus dibangun.         Papua memiliki pengalaman panjang terkait dampak sosial dan ekonomi yang muncul ketika situasi keamanan terganggu. Berbagai aktivitas masyarakat dapat terhenti, mulai dari kegiatan pendidikan, perdagangan, pelayanan publik, hingga aktivitas ekonomi lainnya. Karena itu, upaya menjaga ketertiban bukan sekadar persoalan keamanan semata, melainkan bagian dari ikhtiar untuk melindungi kepentingan masyarakat yang lebih luas.