Kata Papua

Program Gentengisasi Dimulai, Pembiayaan Perbankan Diperkuat - Kata Papua

Program Gentengisasi Dimulai, Pembiayaan Perbankan Diperkuat

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Program Gentengisasi Dimulai, Pembiayaan Perbankan Diperkuat

Jakarta – Pemerintah resmi memulai pelaksanaan Program Gentengisasi pada tahun 2026 sebagai bagian dari upaya strategis meningkatkan kualitas hunian rakyat sekaligus memperkuat perekonomian lokal.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Sri Haryati menegaskan bahwa penataan dilakukan dengan pendekatan kolaboratif yang melibatkan pemerintah daerah, masyarakat, dan sektor swasta.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ia menyampaikan bahwa pemerintah ingin memastikan program ini memberikan dampak ekonomi langsung, khususnya bagi pelaku UMKM yang rumahnya juga difungsikan sebagai tempat usaha.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Program ini bukan hanya mengganti atap, tetapi menata kawasan agar lebih sehat, produktif, dan memiliki nilai tambah ekonomi bagi warganya,” ujar Sri Haryati.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ia menambahkan bahwa model percontohan di Menteng Tenggulun akan menjadi referensi untuk implementasi di berbagai daerah lain dengan karakteristik serupa.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Program yang digagas Presiden Prabowo Subianto ini, bertujuan mengganti atap berbahan seng atau material sejenis dengan genteng yang lebih layak, sejuk, dan tahan lama, serta mendorong penataan kawasan permukiman agar lebih sehat dan tertata.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pelaksanaan tahap awal Program Gentengisasi dimulai di kawasan padat penduduk Menteng Tenggulun, Jakarta Pusat, sebagai proyek percontohan nasional. Sebanyak 52 rumah menjadi sasaran awal penataan, tidak hanya melalui penggantian atap seng menjadi genteng yang lebih layak, tetapi juga melalui pembenahan sanitasi, pencahayaan, dan tata lingkungan. Pemerintah menilai pendekatan berbasis kawasan ini penting agar intervensi yang dilakukan bersifat menyeluruh dan berdampak jangka panjang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Presiden Prabowo sebelumnya menegaskan visi besar gentengisasi dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Bogor. Ia menyampaikan bahwa penggunaan atap seng yang panas dan mudah berkarat tidak lagi sesuai dengan konsep hunian yang nyaman dan berestetika.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Saya ingin semua atap Indonesia memakai genteng. Jadi ini nanti gerakannya adalah gerakan, proyeknya adalah proyek gentengisasi seluruh Indonesia,” kata Presiden.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Untuk memastikan keberlanjutan program, pemerintah juga memperkuat dukungan pembiayaan melalui sektor perbankan. Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Hery Gunardi, menyatakan bahwa BRI siap mendukung Program Gentengisasi melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ia menjelaskan bahwa perbankan akan berperan sebagai fasilitator pembiayaan antara pengrajin genteng UMKM dengan pengembang maupun pengguna akhir, sehingga rantai pasok dapat berjalan efektif dan terstruktur.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Kalau sudah ada kontrak antara pengrajin dan pembeli atau penggunanya, BRI akan berada di tengah sebagai fasilitator pembiayaan,” ujar Hery.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Program Gentengisasi menjadi bagian dari transformasi sosial dan ekonomi masyarakat. Melalui peningkatan kualitas hunian, pemberdayaan UMKM, serta dukungan pembiayaan perbankan, program ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan permukiman yang lebih layak dan sehat.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden 

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden         Oleh: Fajar Dwi Santoso         Taklimat Presiden dalam Sidang Kabinet Paripurna kembali memperlihatkan arah kebijakan pemerintah yang tidak hanya berfokus pada pencapaian pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penguatan kualitas sumber daya manusia dan reformasi tata kelola pemerintahan. Di hadapan jajaran kabinet, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan nasional harus menyentuh persoalan mendasar masyarakat, mulai dari pemenuhan gizi anak hingga penyederhanaan birokrasi melalui digitalisasi layanan publik. Kedua agenda tersebut saling berkaitan sebagai fondasi menuju Indonesia yang lebih produktif, inklusif, dan berdaya saing.                           Komitmen pemerintah terhadap peningkatan kualitas generasi penerus kembali ditegaskan melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Presiden memandang program tersebut bukan sekadar kebijakan sosial, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia unggul. Menurut Presiden, masih tingginya angka stunting dan masih adanya anak-anak yang belum memperoleh asupan makanan yang memadai menjadi alasan utama mengapa negara harus hadir secara langsung melalui program pemenuhan gizi.