Kata Papua

Program Papua Terang Perkuat Akses Air Bersih dan Listrik Demi Kesejahteraan Masyarakat Pegunungan - Kata Papua

Program Papua Terang Perkuat Akses Air Bersih dan Listrik Demi Kesejahteraan Masyarakat Pegunungan

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Program Papua Terang Perkuat Akses Air Bersih dan Listrik Demi Kesejahteraan Masyarakat Pegunungan

*Jakarta* – Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan program papua terang yang diimplementasikan di Wamena Papua Pegunungan untuk memperkuat akses air bersih dan listrik agar dapat meningkatkan kesejahteraan Masyarakat Pegunungan. Selain itu juga, program tersebut menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah pegunungan Papua.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hal tersebut disampaikan Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak saat bertemu awak media di Jakarta.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Menurut KASAD, upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Papua melalui pembangunan fasilitas dasar yang sangat dibutuhkan warga. Salah satunya adalah penyediaan akses air bersih dan listrik yang kini tengah dipersiapkan TNI Angkatan Darat di wilayah Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ditambahkannya, untuk mendukung program tersebut, TNI AD telah mengirim berbagai peralatan dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Peralatan itu akan digunakan untuk membangun titik-titik sumber air bersih serta sumber energi listrik bagi masyarakat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Pembangunan tersebut merupakan bagian dari program TNI Manunggal Air dan Papua Terang”, katanya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ia mengungkapkan bahwa sejumlah peralatan telah dikirim untuk mendukung pembangunan sumber air bersih, di antaranya satu unit mesin bor air hidrolik, satu unit diesel pompa sirkulasi air, perangkat sirkulasi air, puluhan batang stang bor, berbagai jenis selang, mata bor khusus, serta perlengkapan teknis lainnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Selain itu, TNI AD juga mengirim dinamo dan turbo generator untuk mendukung penyediaan listrik di wilayah sasaran.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Setelah infrastruktur listrik terpasang, TNI AD berencana mengirim berbagai perangkat elektronik yang dapat dimanfaatkan masyarakat dalam kegiatan pendidikan, sosial, maupun keagamaan”, tuturnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Pengiriman berupa 12 unit televisi, 12 unit parabola, 24 unit radio mini bluetooth serta 24 unit speaker portabel lengkap dengan mikrofon yang akan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pendidikan, sosial, dan keagamaan masyarakat,” ucapnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Maruli menjelaskan bahwa pengiriman perangkat elektronik tersebut akan dilakukan pada penerbangan berikutnya karena keterbatasan kapasitas pesawat yang digunakan sebelumnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Melalui program ini, TNI AD berharap masyarakat di wilayah Papua, khususnya Wamena dan sekitarnya, dapat memperoleh akses yang lebih mudah terhadap air bersih dan listrik sehingga mendukung kebutuhan sehari-hari serta meningkatkan kesejahteraan warga.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

CKG, TBC, dan Pentingnya Menjangkau Kelompok Berisiko 

CKG, TBC, dan Pentingnya Menjangkau Kelompok Berisiko Oleh Ananda Rusdian Upaya membangun bangsa yang sehat tidak cukup dilakukan melalui pelayanan kesehatan yang berpusat di fasilitas kesehatan formal semata. Tetapi negara juga hadir menjangkau kelompok-kelompok yang berada dalam posisi rentan, baik karena kondisi sosial, lingkungan hidup, maupun keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan. Untuk itu, peluncuran Kick-Off Nasional Skrining Tuberkulosis (TB) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di 532 lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan di seluruh Indonesia dipandang sebagai langkah strategis sekaligus berkeadilan. Kebijakan ini menunjukkan bahwa hak atas kesehatan menjangkau seluruh warga negara, termasuk warga binaan pemasyarakatan yang selama ini kerap luput dari perhatian publik.                           Program ini menegaskan bahwa pemerintah mulai menempatkan kesehatan sebagai hak dasar yang harus diakses oleh semua orang tanpa kecuali. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa arahan Presiden adalah agar program kesehatan menyasar seluruh masyarakat, termasuk ratusan ribu warga binaan di lapas dan rutan. Pernyataan itu penting karena memperlihatkan perubahan cara pandang negara bahwa warga binaan bukan sekadar objek pembinaan hukum, melainkan tetap subjek pembangunan yang berhak memperoleh perlindungan kesehatan secara layak.