Kata Papua

Proyek PSEL Tahap Dua Diperkuat melalui Delapan Mitra Pilihan Danantara - Kata Papua

Proyek PSEL Tahap Dua Diperkuat melalui Delapan Mitra Pilihan Danantara

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Proyek PSEL Tahap Dua Diperkuat melalui Delapan Mitra Pilihan Danantara

Jakarta – PT Danantara Investment Management (DIM) bersama PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) menetapkan delapan mitra usaha untuk mengembangkan dan mengelola proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) tahap kedua. Penetapan tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat pembangunan fasilitas pengelolaan sampah berbasis energi di delapan kawasan yang mencakup 20 kabupaten/kota di Indonesia melalui proses seleksi yang mengedepankan transparansi dan tata kelola yang baik.

 

Director Investment DIM sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Denera, Fadli Rahman, mengatakan seluruh proses seleksi dilakukan secara objektif dengan mengacu pada prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan praktik terbaik internasional.

 

 

 

 

“Proses pemilihan mitra kami laksanakan secara transparan dan objektif dengan berpedoman pada prinsip tata kelola yang baik serta mengikuti standar praktik terbaik yang berlaku secara internasional,” kata Fadli Rahman.

 

 

 

 

Fadli menjelaskan bahwa evaluasi mencakup pengalaman dalam proyek PSEL, kemampuan finansial, kesiapan implementasi dan komersial, strategi pengelolaan risiko, komitmen jangka panjang, serta rekam jejak pelaksanaan proyek di Indonesia. Untuk menjaga independensi proses, DIM juga melibatkan penasihat teknis, hukum, dan komersial yang bekerja secara independen selama tahapan evaluasi berlangsung.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Untuk menjaga independensi serta memastikan kualitas hasil seleksi, kami melibatkan konsultan teknis, hukum, dan komersial yang bersifat independen guna mengawal seluruh tahapan evaluasi,” ujarnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Delapan mitra yang ditetapkan secara bersyarat akan mengembangkan proyek PSEL di Medan Raya, Kabupaten Bekasi, Lampung Raya, Serang Raya, Semarang Raya, Surabaya Raya, Bogor Raya 2, dan Yogyakarta Raya. Komposisi mitra terdiri atas empat konsorsium yang dipimpin perusahaan Indonesia, dua konsorsium yang dipimpin perusahaan asal Prancis, serta dua konsorsium yang dipimpin perusahaan China. Seluruhnya bekerja sama dengan mitra teknologi internasional guna mempercepat pembangunan proyek sekaligus mendukung transfer teknologi bagi industri nasional.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Seluruh konsorsium menggandeng mitra teknologi kelas dunia agar pelaksanaan proyek dapat berlangsung lebih cepat sekaligus mendorong transfer teknologi dan meningkatkan kapasitas industri nasional,” tutur Fadli.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dari 85 Daftar Penyedia Terseleksi, sebanyak 68 pengajuan masuk untuk delapan lokasi proyek. Setiap lokasi telah memiliki mitra utama dan mitra cadangan. Mitra utama akan menerima Conditional Letter of Award (CLoA) dan wajib memenuhi sejumlah persyaratan sebelum ditetapkan secara definitif.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sementara itu, Chief Executive Officer DIM, Pandu Sjahrir, menilai kehadiran perusahaan Waste-to-Energy berskala global menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap Indonesia.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Masuknya perusahaan-perusahaan Waste-to-Energy berskala global menjadi kesempatan besar bagi Indonesia untuk mempercepat alih teknologi, meningkatkan kemampuan industri nasional, serta memperkuat ekosistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” ujar Pandu.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts