Lompat ke konten utama

Kata Papua

Rakernas PDIP Fokus Pada Kemenangan Rakyat - Kata Papua

Rakernas PDIP Fokus Pada Kemenangan Rakyat

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Oleh: Aisyah Lubis

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV pada 28 September hingga 1 Oktober 2023. Rakernas ini membahas berbagai hal, seperti persiapan Pemilu 2024 dan soliditas kader. Namun, satu hal yang menarik adalah bahwa pada Rakernas kali ini, PDIP banyak berfokus pada isu pangan.

Fokus yang nampak pada Rakernas PDIP kali ini penting untuk kepentingan rakyat. Apalagi, PDIP merupakan partai politik yang lahir dari rakyat dan untuk rakyat. Oleh karena itu, PDIP telah menunjukkan upayanya mengutamakan kepentingan rakyat dalam setiap kebijakan dan programnya.

Rakernas IV PDIP sendiri mengangkat tema “Kedaulatan Pangan Untuk Kesejahteraan Rakyat”. Tema tersebut menunjukkan bahwa PDIP menjadi partai yang punya narasi tentang masa depan, tidak hanya mengurus tentang pencapresan semata.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto menegaskan pentingnya pangan bagi kehidupan bangsa. Bahkan isu tersebut juga menurutnya menyangkut tentang martabat bangsa.

Rakernas IV diharapkan dapat menjadi momentum bagi PDI Perjuangan untuk menunjukkan komitmennya terhadap rakyat Indonesia. PDI Perjuangan menawarkan suatu narasi tentang masa depan yang inklusif dan berkeadilan, yang dapat dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia, tanpa memandang latar belakang.

Ketika para Capres dan Cawapres, mengekspos narasi berbasis kepintaran dalam memainkan kata-kata yang bernuansa ambisius mengejar kekuasaaan tanpa narasi tentang konsepsi masa depan, maka sebagaimana menurut Hasti, Capres dan Cawapres seperti ini hanyalah aktor politik yang siap melakukan apapun demi elektoral.

Tetapi PDIP tidak demikian. PDIP membangun Indonesia Raya melalui penguatan partai politik yang bersekutu dengan ilmu pengetahuan, riset dan teknologi. PDIP menyadari bahwa untuk membangun Indonesia Raya yang maju dan sejahtera, diperlukan kerja keras dan komitmen yang tinggi. PDIP juga menyadari bahwa ilmu pengetahuan, riset dan teknologi merupakan kunci untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan.

PDIP percaya bahwa dengan memperkuat partai politik yang bersekutu dengan ilmu pengetahuan, riset dan teknologi, Indonesia akan dapat mencapai kemajuan dan kesejahteraan yang lebih cepat. PDIP menyadari bahwa membangun Indonesia Raya yang maju dan sejahtera merupakan tugas yang tidak mudah. Diperlukan kerja keras dan komitmen yang tinggi dari seluruh komponen bangsa.

PDIP juga menyadari bahwa ilmu pengetahuan, riset dan teknologi merupakan kunci untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan. Ilmu pengetahuan, riset dan teknologi dapat digunakan untuk memecahkan berbagai masalah yang dihadapi bangsa Indonesia, seperti kemiskinan, kelaparan, dan penyakit.

Oleh karena itu, PDIP berkomitmen untuk memperkuat partai politik yang bersekutu dengan ilmu pengetahuan, riset dan teknologi. PDIP percaya bahwa dengan memperkuat partai politik yang bersekutu dengan ilmu pengetahuan, riset dan teknologi, Indonesia akan dapat mencapai kemajuan dan kesejahteraan yang lebih cepat.

Banyak pihak pun tentunya berharap Rakernas PDIP kali ini dapat menghasilkan keputusan-keputusan yang dapat membawa Indonesia ke arah yang lebih baik dan tetap berfokus pada kemenangan rakyat.

Dalam rangka mewujudkannya, PDIP juga telah menunjukkan komitmen meningkatkan kesejahteraan rakyat, meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan lapangan kerja, menjaga kedaulatan pangan untuk menjamin ketersediaan pangan bagi rakyat Indonesia, serta memperkuat demokrasi dengan meningkatkan partisipasi rakyat dalam proses demokrasi.

PDIP menyuarakan fokus pada kedaulatan pangan sebagaimana Indonesia merupakan negara agraris. Kedaulatan pangan merupakan hal yang penting untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. PDIP harus fokus pada program-program yang dapat meningkatkan produksi pangan dalam negeri. Program-program tersebut dapat berupa peningkatan produktivitas pertanian, subsidi pupuk, dan bantuan untuk petani.

Kemenangan rakyat adalah kemenangan bagi semua orang Indonesia. Kemenangan rakyat berarti tercapainya kesejahteraan, keadilan, dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia. Untuk mencapai kemenangan rakyat, PDIP harus terus fokus pada program-program yang dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat. Program-program tersebut dapat berupa peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan lapangan kerja.

Selain itu, PDIP juga harus tetap fokus pada penguatan demokrasi. PDIP harus menjadi partai politik yang pro-demokrasi dan mendorong partisipasi rakyat dalam proses demokrasi.

Peneliti Utama Politik BRIN, Siti Zuhro pun sempat memberikan penilaian terhadap PDIP yang menurutnya tidak perlu berbuat banyak sebagai partai wong cilik, karena kesolidan PDIP lah yang akan mengantarkan pada kemenangan dalam Pilpres 2024.

Sekali lagi, PDIP tidak boleh hanya fokus pada dukungan terhadap pemerintahan. PDIP juga harus fokus pada kepentingan rakyat. Konsolidasi internal juga tetap harus dirawat. PDIP harus memastikan bahwa seluruh kadernya solid dan berkomitmen untuk memenangkan Pemilu 2024.

PDIP dapat memanfaatkan momentum Rakernas kali ini dalam merealisasikan identitas partai politik yang peduli dan berjuang untuk kepentingan rakyat.

Rakernas PDIP kali ini pasti dapat menghasilkan keputusan-keputusan yang konkret untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat,termasuk program-program yang dapat dirasakan langsung oleh rakyat, seperti peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan lapangan kerja.

PDIP dapat menjadi partai politik yang besar dan kuat jika partai ini benar-benar fokus pada kepentingan rakyat. PDIP harus menjadi partai politik yang menjadi harapan bagi rakyat Indonesia.

)* Penulis adalah diaspora Indonesia di Belgi

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

LENSA SR: Sekolah Rakyat Dikelola Lebih Terbuka 

Oleh: Rania Zafirah Kehadiran Sekolah Rakyat memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan. Seiring pelaksanaan program tersebut, kebutuhan terhadap informasi yang akurat, mudah diakses, dan dapat dipertanggungjawabkan semakin penting. Penguatan tata kelola informasi diperlukan agar masyarakat memperoleh pemahaman yang jelas mengenai perkembangan Sekolah Rakyat. Menjawab kebutuhan tersebut, Kementerian Sosial (Kemensos) mengembangkan LENSA SR (Layanan Ekosistem Narasi Sekolah Rakyat yang Adaptif) sebagai upaya memperkuat tata kelola informasi terkait Sekolah Rakyat. Sistem tersebut dirancang untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat valid, terintegrasi, dan konsisten. Hingga Mei 2026, Kemensos mencatat sebanyak 5.299 pertanyaan dan aduan yang masuk melalui media sosial. Sebagian besar pertanyaan masyarakat berkaitan dengan lokasi, jadwal, serta ketersediaan Sekolah Rakyat. Tingginya jumlah pertanyaan tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang jelas mengenai pelaksanaan program. Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Komunikasi dan Media Massa, Fatkhurohman LENSA SR dikembangkan untuk mengintegrasikan informasi dari tingkat pusat hingga daerah. Integrasi tersebut penting karena pelaksanaan Sekolah Rakyat melibatkan berbagai unsur dan berlangsung di sejumlah wilayah. Melalui LENSA SR, informasi yang diterima tidak serta-merta digunakan sebagai bahan publikasi. Informasi tersebut terlebih dahulu dikumpulkan dari berbagai sumber dan dikonfirmasi kepada unit yang memiliki kewenangan atau substansi terkait. Sumber informasi yang digunakan mencakup media massa, media sosial, PPID, SP4N-LAPOR!, Command Center 171, laporan Sentra dan Balai, pengelola Sekolah Rakyat, pemerintah daerah, serta informasi yang diperoleh dari lapangan. Keragaman sumber tersebut memungkinkan pemerintah memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai perkembangan dan persoalan yang muncul di lapangan. Selanjutnya, informasi tersebut melalui proses pemeriksaan guna memastikan keakuratan, keterbaruan, konfirmasi, dan pertanggungjawabannya. Setelah dinyatakan sesuai, informasi kemudian diolah menjadi narasi serta rekomendasi respons berdasarkan tingkat kebutuhan. Proses ini menunjukkan bahwa penyampaian informasi tidak hanya berorientasi pada kecepatan, tetapi juga mengutamakan validitas. LENSA SR menerapkan enam tahapan mekanisme, yakni tangkap dan klasifikasi isu, validasi substansi, pengolahan isu dan narasi, rekomendasi respons dan tindak lanjut, diseminasi, serta monitoring dan pembelajaran organisasi. Rangkaian tersebut membentuk siklus pengelolaan informasi yang memungkinkan setiap isu ditangani secara sistematis, mulai dari informasi diterima hingga evaluasi terhadap respons yang diberikan. Kehadiran sistem tersebut juga membuka ruang bagi pertanyaan dan aduan masyarakat untuk menjadi bahan evaluasi. Informasi yang diterima dapat dipetakan berdasarkan isu sehingga pemerintah memiliki dasar untuk memperkuat komunikasi publik sesuai kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, komunikasi tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga bagian dari proses pembelajaran dalam pelaksanaan program. Untuk memastikan keseragaman informasi, LENSA SR dilengkapi dengan Living FAQ, bank narasi, narasi kunci, talking points, template klarifikasi, template bantahan hoaks, bahan pimpinan, serta checklist data-safe dan child-safe. Perangkat tersebut menjadi rujukan agar informasi yang disampaikan melalui berbagai kanal tetap mengacu pada substansi yang sama. Ketersediaan template klarifikasi dan bantahan hoaks juga relevan di tengah arus informasi digital yang berkembang cepat. Masyarakat membutuhkan rujukan yang jelas untuk membedakan informasi yang telah dikonfirmasi dengan informasi yang belum memiliki dasar. Pengelolaan informasi secara terstruktur dapat membantu mencegah kesimpangsiuran sekaligus memperkuat akses masyarakat terhadap informasi resmi. Keterbukaan informasi juga berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap penerima manfaat. Sekolah Rakyat berkaitan langsung dengan anak-anak dan keluarga rentan sehingga penyampaian informasi perlu memperhatikan keamanan dan martabat mereka. Karena itu, prinsip data-safe dan child-safe menjadi bagian dari sistem LENSA SR. Kementerian Sosial berharap LENSA SR dapat menjadi model tata kelola informasi yang nantinya diterapkan pada berbagai program Kemensos lainnya. Sistem tersebut dapat semakin mempermudah masyarakat dalam memperoleh informasi sekaligus mencegah beredarnya informasi yang tidak benar. Harapan tersebut menunjukkan bahwa penguatan tata kelola informasi tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan komunikasi Sekolah Rakyat. Pengalaman yang dibangun melalui LENSA SR juga dapat menjadi dasar pengembangan pola komunikasi publik yang lebih terintegrasi pada berbagai program Kemensos lainnya. Tingginya perhatian masyarakat terhadap Sekolah Rakyat menjadi momentum untuk membangun komunikasi yang semakin terbuka. Ketika masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai lokasi, jadwal, maupun ketersediaan sekolah melalui sumber yang jelas, pemahaman terhadap program dapat terbentuk secara lebih baik. Melalui LENSA SR, Kemensos menargetkan informasi mengenai Sekolah Rakyat tidak sekadar disampaikan secara cepat, tetapi juga telah terkonfirmasi, konsisten, dapat ditelusuri, serta tetap memperhatikan keamanan dan martabat anak maupun keluarga rentan. Pada akhirnya, LENSA SR menjadi bagian dari penguatan tata