RSUD dan Puskesmas Terdampak Bencana Sumatra Kembali Beroperasi
Jakarta – Pemerintah memastikan layanan kesehatan di wilayah terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra kembali pulih dan beroperasi secara optimal. Sejumlah rumah sakit umum daerah (RSUD) dan pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) yang sebelumnya sempat terhenti akibat bencana kini kembali melayani masyarakat.
Langkah ini menjadi bagian dari percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi yang dilakukan pemerintah pusat bersama pemerintah daerah demi menjamin hak dasar masyarakat atas layanan kesehatan.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan seluruh Puskesmas di area terdampak bencana akan kembali beroperasi pada bulan ini. Ia menjelaskan, dari total 152 Puskesmas yang sempat terdampak dan berhenti beroperasi, saat ini hanya tersisa dua unit yang masih dalam tahap perbaikan.
“Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum saat ini sedang mempercepat pembangunan sisa dua Puskesmas tersebut,” kata Budi.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Kementerian PU atas dukungan percepatan pembangunan fasilitas kesehatan tersebut.
“Dan saya terima kasih sekali ke Pak Menteri PU, karena yang dua itu sudah mulai dibangun sejak dua minggu yang lalu dan diharapkan bulan ini bisa selesai dan bisa beroperasi kembali,” imbuhnya.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra, Muhammad Tito Karnavian, menyampaikan bahwa layanan kesehatan di tiga provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, telah kembali beroperasi 100 persen. Ia menegaskan, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolaboratif antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta berbagai pihak terkait.
“Saya mengucapkan terima kasih banyak atas nama Satgas dan juga atas nama Dewan Pengarah karena kerja keras Bapak-Ibu sekalian, kementerian dan lembaga, kemudian juga pemerintah daerah, provinsi, kabupaten, kota, serta semua non-pemerintah yang hadir juga di sana,” ujar Tito.
Berdasarkan data Satgas, dari 87 RSUD terdampak bencana, sebelumnya terdapat sembilan RSUD yang sempat berhenti beroperasi, terdiri atas delapan RSUD di Aceh dan satu RSUD di Sumatra Utara. Kini, seluruh RSUD tersebut telah kembali beroperasi secara normal.
Adapun dari 867 Puskesmas terdampak, sebanyak 865 unit telah beroperasi normal, sementara dua Puskesmas lainnya masih memberikan layanan di lokasi sementara sambil menunggu pembangunan gedung baru.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menegaskan bahwa seluruh rumah sakit pemerintah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat telah kembali beroperasi pascabencana.
“Dari sisi pelayanan kesehatan, seluruh rumah sakit pemerintah di Aceh telah beroperasi,” ujarnya.
Untuk memperkuat layanan, pemerintah juga menambah personel tenaga kesehatan di sejumlah wilayah, terutama daerah dengan akses yang masih terbatas.
“Kementerian Kesehatan telah mengirimkan tambahan tenaga kesehatan untuk memperkuat layanan, khususnya di wilayah yang akses daratnya masih terbatas,” kata Abdul.
Selain itu, BNPB turut menyampaikan apresiasi kepada para relawan dan organisasi kemasyarakatan yang terlibat aktif dalam penanganan bencana.
“Terima kasih kepada seluruh relawan dan organisasi masyarakat yang terus membuka layanan kesehatan gratis serta layanan psikososial, baik di Aceh maupun di Sumatra Barat,” tutupnya.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus memastikan pemulihan layanan kesehatan berjalan cepat, merata, dan berkelanjutan bagi masyarakat terdampak bencana.






