Lompat ke konten utama

Kata Papua

Sukarelawan Ganjar Sejati Dukung Pengembangan Bisnis Masyarakat di Era Digital - Kata Papua

Sukarelawan Ganjar Sejati Dukung Pengembangan Bisnis Masyarakat di Era Digital

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

INDRAMAYU — Sukarelawan Ganjar Sejati mendukung penuh pengembangan bisnis dari masyarakat khususnya di era serba digital seperti sekarang ini.

Pada sebuah kesempatan, mereka mengajak kepada para orang tua agar tidak minder dan mampu memanfaatkan penggunaan media sosial di tengah kemajuan teknologi digitalisasi.

Upaya tersebut dilakukan dengan menggelar pelatihan digital marketing bagi para bapak-bapak dan ibu-ibu di Desa Kopyah, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Koordinator Daerah Ganjar Sejati Kabupaten Indramayu, Sugiyanto menjelaskan bahwa para pendukung pemimpin berambut putih yang mayoritas dari anak muda itu hendak membagikan ilmu mereka dalam hak bermedia sosial.

“Kami menggelar kegiatan digital marketing. Alasannya, kami anak muda ingin berbagi ilmu untuk bapak-bapak dan ibu-ibu agar bisa berdagang melalui media sosial,” ujarnya.

Lebih lanjut, meski para peserta dalam pelatihan itu sudah tidak muda lagi, namun semangat belajar yang dimiliki masyarakat sangat tinggi.

“Terbukti dari antusias masyarakat mengikuti kegiatan ini sangat tinggi. Mereka mau belajar supaya tidak tertinggal, di era digitalisasi,” kata Sugiyanto.

Salah satu pemateri dalam kegiatan itu, Ayu Fuzhiyanti berharap bahwa dengan pelaksanaan pelatihan yang digelar oleh para sukarelawan Capres dari PDI Perjuangan tersebut mampu mengembangkan kemampuan warga dalam berbisnis di era digital.

“Harapannya juga agar tidak berkecil hati, karena sudah tua biasanya tidak bisa menggunakan media sosial. Ke depannya tidak perlu minder, walaupun sudah tua tapi jiwanya harus semangat,” katanya.

Ayu kemudian menambahkan bahwa materi yang disampaikan dalam pelatihan tersebut adalah meliputi penggunaan media sosial hingga bagaimana trik promosi berjualan.

“Tadi bapak-bapak dan ibu-ibu datang diajarkan bagaimana cara menggunakan media sosial yang ada sekarang di masyarakat. Lalu juga bagaimana cara jualan dengan mudah tanpa ada stok barang atau modal, serta cara mempromosikannya,” kata dia.

Sementara itu, memang Ganjar Pranowo sendiri memiliki komitmen yang sangat kuat dalam mendukung penuh bagaimana pertumbuhan akan industri kreatif, dirinya berjanji terus mendorong perbaikan regulasi di sektor tersebut.

Menurut pemimpin kelahiran Kabupaten Karanganyar itu, bahwa transformasi digital merupakan salah satu pilar yang terus dipiroritaskan. Terlebih, industri digital di Tanah Air memang memiliki potensi yang sangat besar.

“Sebenarnya hilirirasi kita masih seputar sumber daya alam dan ini juga belum tuntas,” terang Ganjar.

Menurut pemimpin berusia 54 tahun itu, memang masih ada pekerjaan besar lain seperti pada sektor kelautan, kehutanan, perikanan dan pertanian yang seluruhnya beririsan dengan industri digital.

“Sektornya banyak termasuk industri digital,” kata Ganj

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

LENSA SR: Sekolah Rakyat Dikelola Lebih Terbuka 

Oleh: Rania Zafirah Kehadiran Sekolah Rakyat memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan. Seiring pelaksanaan program tersebut, kebutuhan terhadap informasi yang akurat, mudah diakses, dan dapat dipertanggungjawabkan semakin penting. Penguatan tata kelola informasi diperlukan agar masyarakat memperoleh pemahaman yang jelas mengenai perkembangan Sekolah Rakyat. Menjawab kebutuhan tersebut, Kementerian Sosial (Kemensos) mengembangkan LENSA SR (Layanan Ekosistem Narasi Sekolah Rakyat yang Adaptif) sebagai upaya memperkuat tata kelola informasi terkait Sekolah Rakyat. Sistem tersebut dirancang untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat valid, terintegrasi, dan konsisten. Hingga Mei 2026, Kemensos mencatat sebanyak 5.299 pertanyaan dan aduan yang masuk melalui media sosial. Sebagian besar pertanyaan masyarakat berkaitan dengan lokasi, jadwal, serta ketersediaan Sekolah Rakyat. Tingginya jumlah pertanyaan tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang jelas mengenai pelaksanaan program. Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Komunikasi dan Media Massa, Fatkhurohman LENSA SR dikembangkan untuk mengintegrasikan informasi dari tingkat pusat hingga daerah. Integrasi tersebut penting karena pelaksanaan Sekolah Rakyat melibatkan berbagai unsur dan berlangsung di sejumlah wilayah. Melalui LENSA SR, informasi yang diterima tidak serta-merta digunakan sebagai bahan publikasi. Informasi tersebut terlebih dahulu dikumpulkan dari berbagai sumber dan dikonfirmasi kepada unit yang memiliki kewenangan atau substansi terkait. Sumber informasi yang digunakan mencakup media massa, media sosial, PPID, SP4N-LAPOR!, Command Center 171, laporan Sentra dan Balai, pengelola Sekolah Rakyat, pemerintah daerah, serta informasi yang diperoleh dari lapangan. Keragaman sumber tersebut memungkinkan pemerintah memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai perkembangan dan persoalan yang muncul di lapangan. Selanjutnya, informasi tersebut melalui proses pemeriksaan guna memastikan keakuratan, keterbaruan, konfirmasi, dan pertanggungjawabannya. Setelah dinyatakan sesuai, informasi kemudian diolah menjadi narasi serta rekomendasi respons berdasarkan tingkat kebutuhan. Proses ini menunjukkan bahwa penyampaian informasi tidak hanya berorientasi pada kecepatan, tetapi juga mengutamakan validitas. LENSA SR menerapkan enam tahapan mekanisme, yakni tangkap dan klasifikasi isu, validasi substansi, pengolahan isu dan narasi, rekomendasi respons dan tindak lanjut, diseminasi, serta monitoring dan pembelajaran organisasi. Rangkaian tersebut membentuk siklus pengelolaan informasi yang memungkinkan setiap isu ditangani secara sistematis, mulai dari informasi diterima hingga evaluasi terhadap respons yang diberikan. Kehadiran sistem tersebut juga membuka ruang bagi pertanyaan dan aduan masyarakat untuk menjadi bahan evaluasi. Informasi yang diterima dapat dipetakan berdasarkan isu sehingga pemerintah memiliki dasar untuk memperkuat komunikasi publik sesuai kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, komunikasi tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga bagian dari proses pembelajaran dalam pelaksanaan program. Untuk memastikan keseragaman informasi, LENSA SR dilengkapi dengan Living FAQ, bank narasi, narasi kunci, talking points, template klarifikasi, template bantahan hoaks, bahan pimpinan, serta checklist data-safe dan child-safe. Perangkat tersebut menjadi rujukan agar informasi yang disampaikan melalui berbagai kanal tetap mengacu pada substansi yang sama. Ketersediaan template klarifikasi dan bantahan hoaks juga relevan di tengah arus informasi digital yang berkembang cepat. Masyarakat membutuhkan rujukan yang jelas untuk membedakan informasi yang telah dikonfirmasi dengan informasi yang belum memiliki dasar. Pengelolaan informasi secara terstruktur dapat membantu mencegah kesimpangsiuran sekaligus memperkuat akses masyarakat terhadap informasi resmi. Keterbukaan informasi juga berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap penerima manfaat. Sekolah Rakyat berkaitan langsung dengan anak-anak dan keluarga rentan sehingga penyampaian informasi perlu memperhatikan keamanan dan martabat mereka. Karena itu, prinsip data-safe dan child-safe menjadi bagian dari sistem LENSA SR. Kementerian Sosial berharap LENSA SR dapat menjadi model tata kelola informasi yang nantinya diterapkan pada berbagai program Kemensos lainnya. Sistem tersebut dapat semakin mempermudah masyarakat dalam memperoleh informasi sekaligus mencegah beredarnya informasi yang tidak benar. Harapan tersebut menunjukkan bahwa penguatan tata kelola informasi tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan komunikasi Sekolah Rakyat. Pengalaman yang dibangun melalui LENSA SR juga dapat menjadi dasar pengembangan pola komunikasi publik yang lebih terintegrasi pada berbagai program Kemensos lainnya. Tingginya perhatian masyarakat terhadap Sekolah Rakyat menjadi momentum untuk membangun komunikasi yang semakin terbuka. Ketika masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai lokasi, jadwal, maupun ketersediaan sekolah melalui sumber yang jelas, pemahaman terhadap program dapat terbentuk secara lebih baik. Melalui LENSA SR, Kemensos menargetkan informasi mengenai Sekolah Rakyat tidak sekadar disampaikan secara cepat, tetapi juga telah terkonfirmasi, konsisten, dapat ditelusuri, serta tetap memperhatikan keamanan dan martabat anak maupun keluarga rentan. Pada akhirnya, LENSA SR menjadi bagian dari penguatan tata