Kata Papua

Megawati Yakin Ganjar Pranowo Pasti Menjadi Presiden RI Ke-8 - Kata Papua

Megawati Yakin Ganjar Pranowo Pasti Menjadi Presiden RI Ke-8

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Megawati Yakin Ganjar Pranowo Pasti Menjadi Presiden RI Ke-8

JAKARTA — Ketum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri meyakini bahwa Ganjar Pranowo pasti akan menjadi Presiden RI ke-8.

Keyakinan tersebut disampaikannya dalam penutupan Rakernas IV PDI Perjuangan di Jiexpo Kemayoran, Jakarta.

“Saya yakin, haqul yakin, ainul yakin, insya Allah, kalau kita kerja keras, Ganjar Pranowo menjadi presiden ke-8,” kata Megawati.

Ketua Umum Partai Politik berlogo banteng dengan moncong putih itu kemudian melanjutkan, bahwa keberhasilan tersebut akan bisa terwujud jika seluruh kader bisa turun ke bawah menyapa rakyat.

Karena hanya dengan cara demikian maka kemenangan Ganjar Pranowo berada di depan mata.

Megawati mengaku senang dengan adanya hasil survei belakangan ini yang menunjukkan bahwa pemimpin kelahiran Kabupaten Karanganyar tersebut memiliki tingkat elektabilitas paling tinggi dan terus mengalami tren yang positif.

Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Presiden, Arsjad Rasjid memastikan akan mengajak diskusi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk terus membahas mengenai tim pemenangan.

Dia menilai bahwa dengan adanya pelibatan Kepala Negara dalam pembahasan merupakan hal yang wajar, lantaran Capres dari PDI Perjuangan itu akan terus melanjutkan pemerintahan Presiden Jokowi selama ini.

“Pasti dong [ajak Presiden diskusi]. Kenapa? Beliau itu kan presiden, yang kita cari adalah presiden ke depan, ini kan adalah penting untuk kita mengetahui tantangan apa,” kata Arsjad.

Senada dengan Ketum PDI Perjuangan, Asrjad Rasjid juga di hadapan ribuan Kader PDIP menyampaikan agar seluruh pihak bisa tetap tenang dalam menyampaikan sesuatu yang mengasyikkan.

Ketua TPN itu sangat menginginkan agar pola kampanye Ganjar Pranowo bisa disampaukan dari hati ke hati agar bisa diterima masyarakat.

“Tadi menjelaskan bagaimana juga solidaritas kita, terus kita memastikan juga bahwa dalam pemilu ini kita musti yang asik-asik, mesti yang tenang, kita saling melakukan adalah bagaimana kita saling membahas gagasan karena penting sekali,” kata dia.

Bahkan Presiden Jokowi sendiri juga berkali-kali telah memberikan kode keras atau siyaratnya dalam mendukung penuh Ganjar Pranowo sebagai Presiden 2024 mendatang.

Belakangan ini, isyarat tersebut diungkapkannya pada saat berpidato dalam Rakerna IV PDI Perjuangan, yang mana dirinya mengaku sempat berbisik kepada pemimpin berambut putih itu mengenai program kerja kedaulatan pangan nasional.

“Tadi saya bisik-bisik ke beliau, ‘Pak, nanti habis dilantik besoknya langsung masuk ke kedaulatan pangan. Enggak usah lama-lama. Rencana disiapkan sekarang, begitu dilantik besok langsung masuk ke kerja kedaulatan pangan,” ujar Jokowi.

Selain itu, isyarat lain yang sempat disampaikan oleh Presiden RI ketujuh itu adalah mengenai ciri pemimpin Indonesia yang harus sosok lincah dan berani serta konsisten, jika diibaratkan seperti olahraga lari marathon, yang mana Ganjar sangat gemar melakukanny

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Danantara Menata BUMN: Ekonomi Nasional Semakin Tangguh

Danantara Menata BUMN: Ekonomi Nasional Semakin Tangguh Oleh : Antonius Utomo Transformasi pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi salah satu agenda penting pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional. Di tengah persaingan global yang semakin ketat, negara dituntut tidak hanya hadir sebagai regulator, tetapi juga mampu mengelola aset strategis secara profesional, efisien, dan berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang. Dalam konteks inilah kehadiran Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia menjadi langkah penting yang menandai babak baru tata kelola BUMN di Indonesia.         Danantara dibentuk untuk mengelola dan mengoptimalkan aset negara yang selama ini tersebar di berbagai perusahaan pelat merah. Melalui pendekatan yang lebih terintegrasi, pemerintah berupaya menciptakan sinergi antarsektor sehingga BUMN tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan bergerak dalam satu arah pembangunan yang selaras dengan kepentingan nasional. Kehadiran Danantara juga menjadi bagian dari strategi besar untuk memperkuat daya saing Indonesia dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang terus berubah.         Dalam berbagai kesempatan, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Danantara merupakan instrumen strategis untuk memastikan kekayaan negara dikelola secara lebih produktif dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi rakyat. Menurut Presiden, aset-aset negara yang selama ini tersebar harus mampu menjadi kekuatan ekonomi yang mendukung pembangunan nasional, memperluas investasi, serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan. Pandangan tersebut menunjukkan bahwa pembentukan Danantara bukan sekadar perubahan kelembagaan, melainkan bagian dari upaya besar untuk memperkuat kemandirian ekonomi Indonesia di masa depan.         Selama bertahun-tahun, BUMN telah menjadi tulang punggung pembangunan nasional melalui berbagai proyek strategis, penyediaan layanan publik, hingga penciptaan lapangan kerja. Namun, tantangan ekonomi global yang semakin kompleks menuntut pengelolaan yang lebih adaptif dan modern. Oleh karena itu, Danantara hadir sebagai instrumen yang memungkinkan negara bergerak lebih cepat dalam mengelola investasi, memanfaatkan peluang ekonomi, dan mengoptimalkan aset yang dimiliki.         Optimisme terhadap peran Danantara juga disampaikan oleh CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani. Menurutnya, Danantara dibangun dengan prinsip tata kelola yang profesional, transparan, dan berkelanjutan. Ia menilai bahwa sinergi pengelolaan aset BUMN melalui Danantara akan meningkatkan efisiensi, memperkuat kepercayaan investor, serta membuka peluang investasi yang lebih besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Rosan juga menegaskan bahwa aset negara yang dikelola secara profesional dapat menjadi sumber kekuatan ekonomi baru yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.