Kata Papua

Taklimat Presiden Soroti Penguatan Infrastruktur, Pangan, dan Efisiensi BUMN - Kata Papua

Taklimat Presiden Soroti Penguatan Infrastruktur, Pangan, dan Efisiensi BUMN

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Taklimat Presiden Soroti Penguatan Infrastruktur, Pangan, dan Efisiensi BUMN

Presiden Prabowo Subianto menyoroti percepatan pembangunan infrastruktur, penguatan sektor pangan, serta efisiensi badan usaha milik negara (BUMN) dalam Taklimat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta.

Salah satu capaian yang disampaikan ialah kemajuan pembangunan jembatan desa yang ditujukan untuk memperkuat konektivitas wilayah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Saat meminta laporan perkembangan pembangunan kepada Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI, Maruli Simanjuntak, selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pembangunan Jembatan, Presiden menyampaikan bahwa realisasi pembangunan terus berjalan sesuai rencana.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Sampai dengan Juli 2026, dari 5.000 jembatan desa yang sangat diminta oleh rakyat desa, kita sudah selesaikan 1.000 unit. Sebanyak 1.000 sudah dibangun dan sisanya bisa selesai dalam waktu dekat,” ujar Prabowo.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Presiden kemudian memastikan kembali target penyelesaian seluruh proyek tersebut sebelum akhir tahun.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Akhir tahun 2026 berapa, KSAD sebagai Ketua Satgas?” tanya Prabowo.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“5.000,” jawab Maruli.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Merespons laporan itu, Prabowo menegaskan target pembangunan masih berada di jalur yang telah ditetapkan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“5.000 akan selesai 2026. Bagus,” katanya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menjelaskan pembangunan jembatan gantung di daerah terpencil menjadi langkah penting untuk membuka keterisolasian wilayah yang selama bertahun-tahun terkendala bentang sungai dan medan yang sulit dijangkau.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Kini, melalui kerja sama pemerintah, TNI AD, dan masyarakat, jembatan-jembatan baru pun terus hadir, menghubungkan wilayah-wilayah yang selama bertahun-tahun terpisahkan oleh sungai dan medan yang sulit dijangkau,” ujar Teddy.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pemerintah menargetkan pembangunan dilakukan secara bertahap, dengan 2.500 jembatan selesai pada Agustus 2026 dan keseluruhan 5.000 jembatan rampung pada akhir tahun.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penguatan infrastruktur tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi desa yang juga didukung pengembangan program Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hingga akhir 2026, Kementerian Koperasi menargetkan 40.000 Kopdes Merah Putih beroperasi penuh, dengan lebih dari 15.000 koperasi telah selesai 100 persen. Sementara itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan pembangunan 1.000 titik Kampung Nelayan Merah Putih pada 2026 dengan fokus di kawasan Indonesia Timur.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden 

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden         Oleh: Fajar Dwi Santoso         Taklimat Presiden dalam Sidang Kabinet Paripurna kembali memperlihatkan arah kebijakan pemerintah yang tidak hanya berfokus pada pencapaian pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penguatan kualitas sumber daya manusia dan reformasi tata kelola pemerintahan. Di hadapan jajaran kabinet, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan nasional harus menyentuh persoalan mendasar masyarakat, mulai dari pemenuhan gizi anak hingga penyederhanaan birokrasi melalui digitalisasi layanan publik. Kedua agenda tersebut saling berkaitan sebagai fondasi menuju Indonesia yang lebih produktif, inklusif, dan berdaya saing.                           Komitmen pemerintah terhadap peningkatan kualitas generasi penerus kembali ditegaskan melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Presiden memandang program tersebut bukan sekadar kebijakan sosial, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia unggul. Menurut Presiden, masih tingginya angka stunting dan masih adanya anak-anak yang belum memperoleh asupan makanan yang memadai menjadi alasan utama mengapa negara harus hadir secara langsung melalui program pemenuhan gizi.