Kata Papua

TNI Dampingi Posyandu Studi Status Gizi di Kampung Autriop Boven Digoel - Kata Papua

TNI Dampingi Posyandu Studi Status Gizi di Kampung Autriop Boven Digoel

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Kodim 1711/Boven Digoel melalui para Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Dinas Kesehatan Boven Digoel, mendampingi Posyandu, dalam rangka studi status gizi di Kampung Autriop, Distrik Iniyandit, Kabupaten Boven Digoel, Papua, Kamis (05/08/2021).

Babinsa Koramil Mindiptana, Sertu Erik Nuhraeni mengatakan pihaknya melakukan pengecekan secara langsung dan berkala terkait pertumbuhan gizi serta perkembangan anak-anak balita.

“Adapun mekanisme pada saat pelaksanaan di lapangan, kami dan para petugas dari dinas kesehatan melakukan pengukuran tinggi badan, berat badan, lingkaran lengan dan lain sebagainya,” jelas Sertu Erik.

Dikatakan, hasil dari kegiatan studi status gizi Indonesia ini nantinya akan dilaporkan kepada Kementerian Kesehatan, untuk ditindaklanjuti.

“Kami harap kedepannya para balita di wilayah perbatasan RI- Papua New Guinea (PNG) di Boven Digoel tak ada yang kekurangan gizi serta perkembangannya terpantau,” tambah Sertu Erik.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Tokoh Adat Papua Serukan Mahasiswa Tolak Provokasi Demo Reformasi Jilid II 

Tokoh Adat Papua Serukan Mahasiswa Tolak Provokasi Demo Reformasi Jilid II Oleh : Yohanes Wandikbo Munculnya provokasi aksi yang mengatasnamakan Reformasi Jilid II di sejumlah daerah perlu disikapi secara bijak, khususnya oleh kalangan mahasiswa dikenal sebagai kelompok intelektual dan agen perubahan. Di Papua, seruan untuk menjaga stabilitas dan menghindari tindakan provokatif mendapat perhatian dari berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh adat yang mengingatkan pentingnya mengedepankan dialog serta penyampaian aspirasi secara damai. Pesan tersebut menjadi relevan mengingat Papua saat ini sedang berada dalam fase penting pembangunan yang membutuhkan suasana aman dan kondusif.         Setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat di muka umum selama dilakukan sesuai aturan yang berlaku. Namun, demokrasi juga menuntut tanggung jawab. Aspirasi yang disampaikan secara damai akan memberikan ruang bagi terbangunnya komunikasi yang sehat antara masyarakat dan pemerintah. Sebaliknya, aksi yang disertai provokasi, kekerasan, atau tindakan anarkis justru berpotensi merugikan kepentingan masyarakat luas.         Dalam konteks tersebut, Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua Pegunungan sekaligus Ketua Asosiasi Kepala Suku se-Papua Pegunungan, Malaikat Alpius Tabuni, mengingatkan mahasiswa agar tidak terjebak dalam pola demonstrasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, penyampaian aspirasi harus dilakukan secara profesional dan tetap mengedepankan kepentingan bersama. Pandangan tersebut mencerminkan harapan agar ruang demokrasi tetap terjaga tanpa mengorbankan stabilitas yang selama ini terus dibangun.         Papua memiliki pengalaman panjang terkait dampak sosial dan ekonomi yang muncul ketika situasi keamanan terganggu. Berbagai aktivitas masyarakat dapat terhenti, mulai dari kegiatan pendidikan, perdagangan, pelayanan publik, hingga aktivitas ekonomi lainnya. Karena itu, upaya menjaga ketertiban bukan sekadar persoalan keamanan semata, melainkan bagian dari ikhtiar untuk melindungi kepentingan masyarakat yang lebih luas.