Kata Papua

TNI Perkuat Program Papua Pintar melalui Renovasi Sekolah di Wilayah Pedalaman - Kata Papua

TNI Perkuat Program Papua Pintar melalui Renovasi Sekolah di Wilayah Pedalaman

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

TNI Perkuat Program Papua Pintar melalui Renovasi Sekolah di Wilayah Pedalaman

Papua – Sebagai bentuk kontribusi aktif dalam pemerataan pendidikan nasional, TNI melakukan pembenahan infrastruktur sekolah di berbagai pelosok Papua. Langkah ini merupakan wujud komitmen dalam mendukung Program Papua Pintar guna melahirkan generasi muda yang cerdas dan berdaya saing.

Prajurit TNI melakukan renovasi sekolah di sejumlah wilayah mulai Distrik Homeyo, Merauke, hingga Jayapura. Kegiatan renovasi meliputi pengecatan ulang dinding sekolah, meja, dan kursi belajar yang telah usang agar tampak lebih bersih dan rapi.

Program tersebut berada di bawah koordinasi Pangkoops TNI Habema Mayjen TNI Yudha Airlangga dan dipimpin Dansatgaster Brigjen TNI Stefie Jantje Nuhujanan sebagai bagian dari dukungan TNI terhadap sektor pendidikan di Papua. Selain Satgas Teritorial Koops TNI Habema, kegiatan serupa juga dilaksanakan Satgas Swasembada dari Yonif 751/VJS di Oksibil dan Yonif 403/WP di Boven Digoel.

Dansatgaster Brigjen TNI Stefie Jantje Nuhujanan menegaskan pendidikan menjadi salah satu fokus utama dalam program teritorial TNI di Papua.

 

“Sekolah adalah tempat lahirnya harapan dan cita-cita anak bangsa. Melalui renovasi ini, kami ingin menghadirkan semangat baru bagi anak-anak Papua agar lebih nyaman belajar dan terus mengejar masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

 

Ia menambahkan bahwa pendidikan merupakan investasi besar untuk masa depan Papua sehingga fasilitas belajar anak-anak harus mendapat perhatian serius.

 

“Bagi kami, pendidikan adalah investasi terbesar untuk Papua,” katanya.

 

Selain pembenahan fasilitas sekolah, TNI juga terus mendukung proses pendidikan di wilayah pedalaman melalui Program Papua Pintar. Personel Satgas Teritorial, Satgas Swasembada, dan Satgas Habema hadir langsung di sekolah-sekolah untuk membantu kegiatan belajar mengajar serta memberikan motivasi kepada para siswa.

 

Kapuspen TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah menyampaikan bahwa keterlibatan prajurit dalam sektor pendidikan merupakan bagian dari komitmen TNI dalam membangun sumber daya manusia unggul di Papua.

 

“Melalui Program Papua Pintar, TNI ingin memastikan bahwa kehadiran prajurit di Papua tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga membawa harapan bagi masa depan generasi muda. Pendidikan adalah fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan memiliki semangat nasionalisme yang kuat,” pungkasnya.

 

Melalui pembenahan fasilitas pendidikan dan pendampingan belajar, TNI berharap semangat belajar anak-anak Papua semakin tumbuh guna mendukung terwujudnya Papua Pintar dan Indonesia Maju.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden 

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden         Oleh: Fajar Dwi Santoso         Taklimat Presiden dalam Sidang Kabinet Paripurna kembali memperlihatkan arah kebijakan pemerintah yang tidak hanya berfokus pada pencapaian pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penguatan kualitas sumber daya manusia dan reformasi tata kelola pemerintahan. Di hadapan jajaran kabinet, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan nasional harus menyentuh persoalan mendasar masyarakat, mulai dari pemenuhan gizi anak hingga penyederhanaan birokrasi melalui digitalisasi layanan publik. Kedua agenda tersebut saling berkaitan sebagai fondasi menuju Indonesia yang lebih produktif, inklusif, dan berdaya saing.                           Komitmen pemerintah terhadap peningkatan kualitas generasi penerus kembali ditegaskan melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Presiden memandang program tersebut bukan sekadar kebijakan sosial, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia unggul. Menurut Presiden, masih tingginya angka stunting dan masih adanya anak-anak yang belum memperoleh asupan makanan yang memadai menjadi alasan utama mengapa negara harus hadir secara langsung melalui program pemenuhan gizi.