Kata Papua

Tim Voli Jakarta BIN Menuju Final Proliga 2023 Usai Kalahkan Pertamina Fastron - Kata Papua

Tim Voli Jakarta BIN Menuju Final Proliga 2023 Usai Kalahkan Pertamina Fastron

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Tim Voli Jakarta BIN Menuju Final Proliga 2023 Usai Kalahkan Pertamina Fastron

Tim bola voli putri Jakarta BIN berhasil menaklukan juara putaran pertama, Jakarta Pertamina Fastron, dengan skor 3-2 (25-21, 20-25, 16-25, 25-20, 15-9). Laga ketat namun menjadi ajang unjuk gengsi bagi Jakarta BIN ini berlangsung seru pada laga Proliga 2023 putaran kedua, minggu ketiga, di GOR Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dengan ini Jakarta BIN memantapkan diri menuju Final Four dan berada di posisi ketiga dengan raihan point 18.

Jakarta BIN memimpin sejak set pertama pertandingan dengan skor 25-21. Tidak diragukan lagi, Peiyan Chen pemain asal China tersebut berhasil menguasai permainan hingga Jakarta Pertamina Fastron tidak berkutik.

Kini berbalik, Jakarta BIN tidak bisa membendung serangan dari Jakarta Pertamina Fastron pada set kedua dan ketiga. Pergantian rotasi pemain di Jakarta BIN ternyata kurang membuahkan hasil sempurna hingga meninggalkan skor 20-25 dan 16-25.

Tim Jakarta BIN meyakini bisa bangkit pada set keempat dan kelima, mereka kembali menguasai permainan atas Jakarta Pertamina Fastron dengan skor 25-20 dan 15-9. Jakarta BIN dipastikan siap untuk berjuang di Final Four.

Pelatih Jakarta BIN, Octavian menyebut, pertandingan hari ini dilihat untuk Final Four yang bertujuan mencari mental bertanding anak asuhnya. Walaupun pada beberapa set terjadi kesalahan yang meyebabkan kekalahan, namun Octavian optimis bisa mempersembahkan kemenangan di Final Four nanti.

“Ini kita lihat untuk Final Four, kita juga banyak rotasi, Alhamdulillah rotasi tadi berjalan walaupun ada kendala semoga pertandingan ini dijadikan kepercayaan diri untuk menghadapi Final Four,” kata Octavian, Jumat (17/2/2023).

Sebagai pelatih debutan tim baru, Octavian memberikan penuh kepercayaannya kepada Jakarta BIN untuk mencatatkan sejarah kemenangan baru.

“Ini dijadikan acuan untuk kita tim baru, kita juga ingin punya target, punya prestasi, di Final Four anak-anak bisa on fire semua, dan kita sudah masuk final four,” ungkap Octavian.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Tokoh Adat Papua Serukan Mahasiswa Tolak Provokasi Demo Reformasi Jilid II 

Tokoh Adat Papua Serukan Mahasiswa Tolak Provokasi Demo Reformasi Jilid II Oleh : Yohanes Wandikbo Munculnya provokasi aksi yang mengatasnamakan Reformasi Jilid II di sejumlah daerah perlu disikapi secara bijak, khususnya oleh kalangan mahasiswa dikenal sebagai kelompok intelektual dan agen perubahan. Di Papua, seruan untuk menjaga stabilitas dan menghindari tindakan provokatif mendapat perhatian dari berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh adat yang mengingatkan pentingnya mengedepankan dialog serta penyampaian aspirasi secara damai. Pesan tersebut menjadi relevan mengingat Papua saat ini sedang berada dalam fase penting pembangunan yang membutuhkan suasana aman dan kondusif.         Setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat di muka umum selama dilakukan sesuai aturan yang berlaku. Namun, demokrasi juga menuntut tanggung jawab. Aspirasi yang disampaikan secara damai akan memberikan ruang bagi terbangunnya komunikasi yang sehat antara masyarakat dan pemerintah. Sebaliknya, aksi yang disertai provokasi, kekerasan, atau tindakan anarkis justru berpotensi merugikan kepentingan masyarakat luas.         Dalam konteks tersebut, Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua Pegunungan sekaligus Ketua Asosiasi Kepala Suku se-Papua Pegunungan, Malaikat Alpius Tabuni, mengingatkan mahasiswa agar tidak terjebak dalam pola demonstrasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, penyampaian aspirasi harus dilakukan secara profesional dan tetap mengedepankan kepentingan bersama. Pandangan tersebut mencerminkan harapan agar ruang demokrasi tetap terjaga tanpa mengorbankan stabilitas yang selama ini terus dibangun.         Papua memiliki pengalaman panjang terkait dampak sosial dan ekonomi yang muncul ketika situasi keamanan terganggu. Berbagai aktivitas masyarakat dapat terhenti, mulai dari kegiatan pendidikan, perdagangan, pelayanan publik, hingga aktivitas ekonomi lainnya. Karena itu, upaya menjaga ketertiban bukan sekadar persoalan keamanan semata, melainkan bagian dari ikhtiar untuk melindungi kepentingan masyarakat yang lebih luas.