Lompat ke konten utama

Kata Papua

Perayaan HUT RI ke-79 di IKN Tonggak Sejarah Perpindahan Ibu Kota Negara - Kata Papua

Perayaan HUT RI ke-79 di IKN Tonggak Sejarah Perpindahan Ibu Kota Negara

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Oleh : Septiawan Prihadi

Adanya perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-79 di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara menjadi tonggak sejarah bagi perpindahan ibu kota bangsa ini. Pasalnya, pemerintah merencanakan perpindahan ibu kota Indonesia dari yang sebelumnya terletak di Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, kemudian kini berpindah ke IKN Nusantara di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Dalam waktu dekat ini, menyambut adanya HUT Kemerdekaan RI ke-79, pemerintah mempersiapkan adanya perayaan Upacara 17 Agustus 2024 di IKN, yang mana hal tersebut sekaligus menjadi tonggak sejarah perpindahan ibu kota di Tanah Air.

Direktur Jenderal (Dirjen) Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Usman Kansong mengatakan bahwa pelaksanaan Upacara 17 Agustus 2024 dalam memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-79 merupakan sebuah tonggak sejarah perpindahan ibu kota Indonesia. Tidak hanya itu, namun dengan adanya pelaksanaan Upacara Bendera dalam peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-79 juga menjadi sebuah tonggak sejarah bagi penyempurnaan dari sisi infrastruktur di IKN.
Tentunya bukan tanpa alasan mengapa Pemerintah Republik Indonesia terus menggencarkan berbagai macam upaya percepatan pembangunan dalam proyek IKN Nusantara. Pasalnya, IKN sendiri merupakan proyek atau program jangka panjang bagi bangsa ini hingga tahun 2045 mendatang dalam rangka untuk menyongsong tahun keemasan negeri, yakni Indonesia Emas ke depan.
Oleh karena itu, pemerintah benar-benar berupaya untuk mengembangkan pembangunan IKN Nusantara di Kalimantan Timur tersebut sebagai kota masa depan yang cerdas dan juga pintar.
Sampai saat ini, seluruh proses persiapan pelaksanaan Upacara Kemerdekaan HUT RI ke-79 di IKN terus berjalan dengan baik, termasuk bagaimana persiapan dari para pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) yang akan bertugas untuk pertama kalinya di sana. Paskibraka sendiri merupakan salah satu elemen yang penting dalam persiapan Upacara Bendera 17 Agustus 2024 mendatang di IKN.
Menurut Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Rima Agristina bahwa seluruh pasukan pengibar bendera pusaka merupakan perwakilan dari putra dan putri terbaik dari seluruh Indonesia yang berasal dari seleksi 38 provinsi.
Seluruh persiapan benar-benar pemerintah lakukan dari berbagai aspek untuk menyukseskan gelaran tersebut, termasuk seleksi yang ketat pada Calon Paskibraka hingga tes kesehatan, tes fisik, wawancara, kepribadian sampai psikotes. Semua itu demi memastikan mereka semua siap secara fisik dan mental melaksanakan amanah yang besar.
Terdapat sebuah narasi baru yang saat ini Kalimantan Timur miliki, yakni keberadaan IKN Nusantara bertransformasi menjadi sebuah simbol kemajuan bangsa. Di tengah bagaimana gema persiapan infrastruktur yang sangat megah tersebut, wilayah itu tidak hanya bersiap untuk menyambut Upacara Bendera HUT Kemerdekaan RI ke-79 saja, namun juga menandai era baru dalam sejarah negeri.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono sangat optimis bahwa seluruh proyek penunjang perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-79 di IKN berjalan dengan baik dan sesuai dengan jadwal.
Terdapat berbagai macam infrastruktur pendukung acara akbar tersebut yang telah pemerintah persiapkan dengan sangat matang, yakni keberadaan Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) terdiri atas empat menara (tower) serta 12 tower ASN. Sebanyak 12 tower ASN dari 47 tower kompleks ASN ditargetkan selesai sehingga siap digunakan oleh para peserta upacara. Begitu juga, jaringan air untuk siap menyuplai seluruh kebutuhan air bersih di IKN.
Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) telah merasakan fasilitas air bersih, yang mana proyek tersebut juga menjadi tonggak penting dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara, sejalan dengan rencana pelaksanaan HUT RI ke-79.
Persiapan HUT RI di IKN bukan hanya tentang infrastruktur, melainkan juga tentang semangat membangun bangsa. Semangat kemerdekaan yang berkobar di IKN menjadi inspirasi bagi seluruh rakyat Indonesia untuk terus berkarya dan berinovasi demi kemajuan bangsa.
IKN sendiri merupakan sebuah simbol dari adanya semangat baru bangsa Indonesia untuk bisa terus membangun masa depan yang gemilang. Melalui IKN, pemerintah dan segenap elemen mampu mewujudkan cita-cita kemerdekaan untuk membangun dan menjadikan negeri ini sebagai bangsa yang lebih maju, adil dan sejahtera.
Monumen Kepala Garuda yang telah terpasang, menjadi bagian akhir dari konstruksi bilah-bilah Garuda yang monumental. Bilah-bilah Garuda karya Nyoman Nuarta ini menjadi simbol dari Kantor Presiden di Nusantara yang menjadi warisan bagi generasi mendatang.
Perlehatan perayaan Upacara Bendera dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-79 di IKN Nusantara merupakan tonggak sejarah bagi perpindahan ibu kota di Tanah Air.

)* Mahasiswa Universitas Darma Agung Medan

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

LENSA SR: Sekolah Rakyat Dikelola Lebih Terbuka 

Oleh: Rania Zafirah Kehadiran Sekolah Rakyat memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan. Seiring pelaksanaan program tersebut, kebutuhan terhadap informasi yang akurat, mudah diakses, dan dapat dipertanggungjawabkan semakin penting. Penguatan tata kelola informasi diperlukan agar masyarakat memperoleh pemahaman yang jelas mengenai perkembangan Sekolah Rakyat. Menjawab kebutuhan tersebut, Kementerian Sosial (Kemensos) mengembangkan LENSA SR (Layanan Ekosistem Narasi Sekolah Rakyat yang Adaptif) sebagai upaya memperkuat tata kelola informasi terkait Sekolah Rakyat. Sistem tersebut dirancang untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat valid, terintegrasi, dan konsisten. Hingga Mei 2026, Kemensos mencatat sebanyak 5.299 pertanyaan dan aduan yang masuk melalui media sosial. Sebagian besar pertanyaan masyarakat berkaitan dengan lokasi, jadwal, serta ketersediaan Sekolah Rakyat. Tingginya jumlah pertanyaan tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang jelas mengenai pelaksanaan program. Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Komunikasi dan Media Massa, Fatkhurohman LENSA SR dikembangkan untuk mengintegrasikan informasi dari tingkat pusat hingga daerah. Integrasi tersebut penting karena pelaksanaan Sekolah Rakyat melibatkan berbagai unsur dan berlangsung di sejumlah wilayah. Melalui LENSA SR, informasi yang diterima tidak serta-merta digunakan sebagai bahan publikasi. Informasi tersebut terlebih dahulu dikumpulkan dari berbagai sumber dan dikonfirmasi kepada unit yang memiliki kewenangan atau substansi terkait. Sumber informasi yang digunakan mencakup media massa, media sosial, PPID, SP4N-LAPOR!, Command Center 171, laporan Sentra dan Balai, pengelola Sekolah Rakyat, pemerintah daerah, serta informasi yang diperoleh dari lapangan. Keragaman sumber tersebut memungkinkan pemerintah memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai perkembangan dan persoalan yang muncul di lapangan. Selanjutnya, informasi tersebut melalui proses pemeriksaan guna memastikan keakuratan, keterbaruan, konfirmasi, dan pertanggungjawabannya. Setelah dinyatakan sesuai, informasi kemudian diolah menjadi narasi serta rekomendasi respons berdasarkan tingkat kebutuhan. Proses ini menunjukkan bahwa penyampaian informasi tidak hanya berorientasi pada kecepatan, tetapi juga mengutamakan validitas. LENSA SR menerapkan enam tahapan mekanisme, yakni tangkap dan klasifikasi isu, validasi substansi, pengolahan isu dan narasi, rekomendasi respons dan tindak lanjut, diseminasi, serta monitoring dan pembelajaran organisasi. Rangkaian tersebut membentuk siklus pengelolaan informasi yang memungkinkan setiap isu ditangani secara sistematis, mulai dari informasi diterima hingga evaluasi terhadap respons yang diberikan. Kehadiran sistem tersebut juga membuka ruang bagi pertanyaan dan aduan masyarakat untuk menjadi bahan evaluasi. Informasi yang diterima dapat dipetakan berdasarkan isu sehingga pemerintah memiliki dasar untuk memperkuat komunikasi publik sesuai kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, komunikasi tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga bagian dari proses pembelajaran dalam pelaksanaan program. Untuk memastikan keseragaman informasi, LENSA SR dilengkapi dengan Living FAQ, bank narasi, narasi kunci, talking points, template klarifikasi, template bantahan hoaks, bahan pimpinan, serta checklist data-safe dan child-safe. Perangkat tersebut menjadi rujukan agar informasi yang disampaikan melalui berbagai kanal tetap mengacu pada substansi yang sama. Ketersediaan template klarifikasi dan bantahan hoaks juga relevan di tengah arus informasi digital yang berkembang cepat. Masyarakat membutuhkan rujukan yang jelas untuk membedakan informasi yang telah dikonfirmasi dengan informasi yang belum memiliki dasar. Pengelolaan informasi secara terstruktur dapat membantu mencegah kesimpangsiuran sekaligus memperkuat akses masyarakat terhadap informasi resmi. Keterbukaan informasi juga berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap penerima manfaat. Sekolah Rakyat berkaitan langsung dengan anak-anak dan keluarga rentan sehingga penyampaian informasi perlu memperhatikan keamanan dan martabat mereka. Karena itu, prinsip data-safe dan child-safe menjadi bagian dari sistem LENSA SR. Kementerian Sosial berharap LENSA SR dapat menjadi model tata kelola informasi yang nantinya diterapkan pada berbagai program Kemensos lainnya. Sistem tersebut dapat semakin mempermudah masyarakat dalam memperoleh informasi sekaligus mencegah beredarnya informasi yang tidak benar. Harapan tersebut menunjukkan bahwa penguatan tata kelola informasi tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan komunikasi Sekolah Rakyat. Pengalaman yang dibangun melalui LENSA SR juga dapat menjadi dasar pengembangan pola komunikasi publik yang lebih terintegrasi pada berbagai program Kemensos lainnya. Tingginya perhatian masyarakat terhadap Sekolah Rakyat menjadi momentum untuk membangun komunikasi yang semakin terbuka. Ketika masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai lokasi, jadwal, maupun ketersediaan sekolah melalui sumber yang jelas, pemahaman terhadap program dapat terbentuk secara lebih baik. Melalui LENSA SR, Kemensos menargetkan informasi mengenai Sekolah Rakyat tidak sekadar disampaikan secara cepat, tetapi juga telah terkonfirmasi, konsisten, dapat ditelusuri, serta tetap memperhatikan keamanan dan martabat anak maupun keluarga rentan. Pada akhirnya, LENSA SR menjadi bagian dari penguatan tata