Kata Papua

Buka Forum Parlemen Indonesia-Afrika, DPR Dorong Penguatan Ekonomi dan Partisipasi Perempuan - Kata Papua

Buka Forum Parlemen Indonesia-Afrika, DPR Dorong Penguatan Ekonomi dan Partisipasi Perempuan

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Buka Forum Parlemen Indonesia-Afrika, DPR Dorong Penguatan Ekonomi dan Partisipasi Perempuan

Nusa Dua – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat atau DPR RI, Puan Maharani, menegaskan pentingnya kerjasama antara parlemen Indonesia dan negara-negara Afrika . Hal itu disampaikan dalam pidato pembukaan Indonesia Africa Parliamentary Forum 2024 sebagai rangkaian Indonesia Africa Forum (IAF) 2024.

Dalam pidatonya, Puan menekankan bahwa kerjasama ini tidak hanya akan memperkuat hubungan antar negara, tetapi juga akan menjadi platform untuk mendorong perkembangan ekonomi, energi terbarukan, ketahanan pangan, serta peran perempuan di sektor ekonomi dan politik.

“Kita dapat bekerjasama dalam pengembangan ekonomi energi terbarukan, meningkatkan ketahanan pangan, dan pembangunan ekonomi. Selain itu, kita juga harus bekerjasama untuk meningkatkan partisipasi perempuan di sektor ekonomi dan politik,” ujar Puan Maharani di Bali Minggu (1/9)

“Perempuan dapat berperan lebih besar di masyarakat, baik di Afrika, Indonesia, maupun dunia.” imbuhnya

Puan juga menekankan pentingnya nilai-nilai demokrasi dalam konteks kerjasama antar parlemen. Menurutnya, parlemen harus mampu memperkuat hubungan antar negara-negara Afrika dengan Indonesia melalui dialog yang konstruktif dan inklusif.

“Dalam konteks kerjasama antar parlemen, kita harus memajukan nilai-nilai demokrasi. Saya percaya bahwa dalam hubungan negara-negara Afrika dengan Indonesia, nilai-nilai ini akan tercapai jika parlemen dapat memperkuat dialog dalam menyelesaikan masalah,” tegasnya.

Selain itu, Puan juga mengajak para wakil rakyat dari kedua kawasan untuk memprioritaskan kerjasama yang saling menguntungkan.

“Menentukan kebijakan suatu negara merupakan suatu pilihan, apakah kita akan mendorong kerjasama yang saling menguntungkan atau yang hanya menguntungkan satu pihak,” jelasnya. Puan menegaskan bahwa kerjasama antar parlemen dapat menjadi jembatan penting dalam memperkuat hubungan antar masyarakat.

Di akhir pidatonya, Puan menegaskan kembali komitmennya untuk mendorong aspirasi rakyat melalui platform ini. “Saya mengajak kita semua untuk menyuarakan aspirasi-aspirasi rakyat yang kita wakili, baik di Afrika, Indonesia, maupun di seluruh dunia,” ungkapnya.

Puan Maharani berharap agar forum Parlemen Indonesia Africa ini dapat menghasilkan langkah-langkah konkrit untuk masa depan yang lebih baik bagi kedua kawasan.

“Terima kasih, dan mari kita lanjutkan kerjasama yang telah kita bangun bersama,” tutupnya.

**

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Danantara Menata BUMN: Ekonomi Nasional Semakin Tangguh

Danantara Menata BUMN: Ekonomi Nasional Semakin Tangguh Oleh : Antonius Utomo Transformasi pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi salah satu agenda penting pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional. Di tengah persaingan global yang semakin ketat, negara dituntut tidak hanya hadir sebagai regulator, tetapi juga mampu mengelola aset strategis secara profesional, efisien, dan berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang. Dalam konteks inilah kehadiran Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia menjadi langkah penting yang menandai babak baru tata kelola BUMN di Indonesia.         Danantara dibentuk untuk mengelola dan mengoptimalkan aset negara yang selama ini tersebar di berbagai perusahaan pelat merah. Melalui pendekatan yang lebih terintegrasi, pemerintah berupaya menciptakan sinergi antarsektor sehingga BUMN tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan bergerak dalam satu arah pembangunan yang selaras dengan kepentingan nasional. Kehadiran Danantara juga menjadi bagian dari strategi besar untuk memperkuat daya saing Indonesia dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang terus berubah.         Dalam berbagai kesempatan, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Danantara merupakan instrumen strategis untuk memastikan kekayaan negara dikelola secara lebih produktif dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi rakyat. Menurut Presiden, aset-aset negara yang selama ini tersebar harus mampu menjadi kekuatan ekonomi yang mendukung pembangunan nasional, memperluas investasi, serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan. Pandangan tersebut menunjukkan bahwa pembentukan Danantara bukan sekadar perubahan kelembagaan, melainkan bagian dari upaya besar untuk memperkuat kemandirian ekonomi Indonesia di masa depan.         Selama bertahun-tahun, BUMN telah menjadi tulang punggung pembangunan nasional melalui berbagai proyek strategis, penyediaan layanan publik, hingga penciptaan lapangan kerja. Namun, tantangan ekonomi global yang semakin kompleks menuntut pengelolaan yang lebih adaptif dan modern. Oleh karena itu, Danantara hadir sebagai instrumen yang memungkinkan negara bergerak lebih cepat dalam mengelola investasi, memanfaatkan peluang ekonomi, dan mengoptimalkan aset yang dimiliki.         Optimisme terhadap peran Danantara juga disampaikan oleh CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani. Menurutnya, Danantara dibangun dengan prinsip tata kelola yang profesional, transparan, dan berkelanjutan. Ia menilai bahwa sinergi pengelolaan aset BUMN melalui Danantara akan meningkatkan efisiensi, memperkuat kepercayaan investor, serta membuka peluang investasi yang lebih besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Rosan juga menegaskan bahwa aset negara yang dikelola secara profesional dapat menjadi sumber kekuatan ekonomi baru yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.