Kata Papua

Fadli Zon Tekankan Solidaritas dan Perdamaian Global Dalam Forum Parlemen IAF 2024 - Kata Papua

Fadli Zon Tekankan Solidaritas dan Perdamaian Global Dalam Forum Parlemen IAF 2024

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Fadli Zon Tekankan Solidaritas dan Perdamaian Global Dalam Forum Parlemen IAF 2024

Bali – Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Fadli Zon, dalam pidato di Indonesia Africa Parliamentary Forum 2024, menekankan pentingnya komitmen bersama untuk keadilan, solidaritas, dan perdamaian global.

Dalam sambutannya, Fadli menggarisbawahi hubungan erat antara Indonesia dan negara-negara Afrika, yang menurutnya merupakan prioritas penting bagi Indonesia.

“Hari ini kita berkumpul untuk menegaskan kembali komitmen kita terhadap keadilan, solidaritas, dan perdamaian,” ujar Fadli Zon di Bali, Minggu (1/9).

“Hubungan Indonesia dengan negara-negara Afrika adalah sesuatu yang sangat kami hargai, baik bagi saya pribadi maupun seluruh rakyat Indonesia.”

Sebagai negara yang pernah menjadi motor penggerak Gerakan Non-Blok, Fadli menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh kehilangan peranannya dalam memperjuangkan keadilan global.

Ia mengingatkan bahwa advokasi harus dilakukan secara aktif dan lantang, terutama di tengah sistem informasi global saat ini yang dipenuhi dengan berita palsu dan ketidakadilan.

“Kita tidak boleh pasif dalam merespons isu-isu global. Suara kita harus lebih lantang, terutama dalam menghadapi sistem informasi global yang penuh dengan hoaks,” tegasnya.

Fadli juga menyinggung tentang pentingnya mengingat semangat Konferensi Asia-Afrika di Bandung yang bersejarah, serta perlunya melanjutkan perjuangan melawan kolonialisme dan ketidakadilan global.

“Enam dekade setelah Konferensi Bandung, meskipun penjajahan fisik telah berakhir, namun kolonisasi dalam bentuk baru masih ada, terutama dalam ketidakadilan sosial dan ekonomi yang didorong oleh kekuatan besar dunia,” katanya.

Lebih lanjut, Fadli mengharapkan agar forum ini dapat memperkuat kerjasama parlemen antara Indonesia dan negara-negara Afrika, khususnya dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina.

“Saya berharap forum ini menjadi jalan untuk membangun kerjasama parlemen yang lebih kuat dalam mendukung perjuangan saudara-saudari kita di Palestina, dan yang lebih penting, menyuarakan pesan harapan bagi kemerdekaan Palestina,” ungkap Fadli.

Ia juga menekankan bahwa Indonesia selalu siap untuk terus menjalin kerjasama dengan negara-negara Afrika dalam mencapai tujuan-tujuan bersama, termasuk dalam bidang keamanan pangan, pembangunan ekonomi inklusif, dan energi terbarukan

“Dengan komitmen dan tindakan bersama, kita memiliki segala yang dibutuhkan untuk memajukan perdamaian, kemajuan, dan kesejahteraan bagi komunitas dan negara kita,” pungkasnya

***

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden 

Komitmen MBG dan Single National Identity Card Menguat dalam Taklimat Presiden         Oleh: Fajar Dwi Santoso         Taklimat Presiden dalam Sidang Kabinet Paripurna kembali memperlihatkan arah kebijakan pemerintah yang tidak hanya berfokus pada pencapaian pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penguatan kualitas sumber daya manusia dan reformasi tata kelola pemerintahan. Di hadapan jajaran kabinet, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan nasional harus menyentuh persoalan mendasar masyarakat, mulai dari pemenuhan gizi anak hingga penyederhanaan birokrasi melalui digitalisasi layanan publik. Kedua agenda tersebut saling berkaitan sebagai fondasi menuju Indonesia yang lebih produktif, inklusif, dan berdaya saing.                           Komitmen pemerintah terhadap peningkatan kualitas generasi penerus kembali ditegaskan melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Presiden memandang program tersebut bukan sekadar kebijakan sosial, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia unggul. Menurut Presiden, masih tingginya angka stunting dan masih adanya anak-anak yang belum memperoleh asupan makanan yang memadai menjadi alasan utama mengapa negara harus hadir secara langsung melalui program pemenuhan gizi.